Pengertian Makna Gramatikal dan Definisi Menurut Tokoh Ahli, Nih Teorinya! -->

Pengertian Makna Gramatikal dan Definisi Menurut Tokoh Ahli, Nih Teorinya!

Ratu Eka Bkj
Thursday, July 2, 2026

Makna Gramatikal


Penulis : @Ratu Eka Bkj 

CEO, Owner, Founder “EKA BKJ



RATU EKA BKJ - Makna Gramatikal yaitu, pemaknaan kalimat atau kata berdasarkan kontekstual. Berbeda dengan Leksikal, yang identik menjadi makna dasar dan tekstual. Pada kajian ini, interpretasi justru harus dikembangkan secara mendalam. Dibutuhkan, kemampuan dalam analisis. Menghubungkan, suatu diksi dengan latar belakang peristiwa. 


Memahami situasi dan kondisi, yang terhubung dengan fenomena. Bahkan, imbuhan pada kata bisa berarti berbeda. Maupun, saat komunikasi bisa mengandung unsur satire. So, untuk lebih jelasnya mengenai Makna Gramatikal. Yukz, langsung cek pemaparan dari RATU EKA BKJ yang di bawah Guys! Cekidot. 



Pengertian Makna Gramatikal 

Makna Gramatikal adalah, makna yang muncul karena proses gramatika atau tata bahasa. Bukan karena, makna dasar suatu kata. Makna ini terbentuk akibat, hubungan antar kata dalam kalimat atau akibat proses pembentukan kata. Diantaranya seperti afiksasi (imbuhan), reduplikasi (pengulangan), komposisi (pemajemukan), perubahan urutan kata, maupun penanda gramatikal lainnya. Dengan kata lain, Makna Leksikal yaitu makna asli sebuah kata, sebagaimana terdapat dalam kamus. Sedangkan Makna Gramatikal adalah, makna tambahan yang muncul setelah kata mengalami proses gramatika dan kontekstual. So, berikut beberapa ahli bahasa memberikan pengertian tentang Makna Gramatikal, yakni:

Menurut Abdul Chaer, Makna Gramatikal yaitu makna yang hadir sebagai akibat adanya proses gramatikal. Diantaranya seperti afiksasi, reduplikasi, dan komposisi.

Harimurti Kridalaksana mengungkapkan perspektifnya bahwa, Makna Gramatikal merupakan makna yang muncul karena hubungan antar unsur dalam struktur bahasa. Karena, fungsi gramatikal suatu bentuk bahasa.

Gorys Keraf mengartikan Makna Gramatikal adalah, makna yang diperoleh sebuah kata setelah mengalami proses tata bahasa. Sehingga, fungsi dan maknanya berubah sesuai konteks.



Definisi Makna Gramatikal Menurut Para Tokoh Ahli

Makna Gramatikal juga didefinisikan, oleh beberapa tokoh. Tentunya, sesuai perspektifnya masing-masing. Sesuai dengan latar belakangnya, dan konsep yang ditawarkan. Memberikan paradigma, yang lebih mendalam. So, langsung saja berikut beberapa definisi Makna Gramatikal menurut para ahli, antara lain: 


Abdul Chaer

Menurut Abdul Chaer mengungkapkan, Makna Gramatikal adalah makna yang muncul sebagai akibat adanya proses gramatikal. Diantaranya seperti afiksasi, reduplikasi, dan komposisi.

"Makna Gramatikal, adalah makna yang hadir sebagai akibat adanya proses gramatikal seperti proses afiksasi, reduplikasi, dan komposisi"

Makna suatu kata dapat berubah, ketika mengalami proses pembentukan kata. Misalnya: “Buku” → Bermakna “Benda bernama buku”. Sedangkan, “Membukukan” → Bermakna “Menjadikan sebagai buku” atau “Mencatat ke dalam buku”. Perubahan makna tersebut, terjadi bukan karena makna dasar katanya berubah. Tetapi, karena adanya proses gramatikal.

👉Sumber :

Linguistik Umum. (2014). Jakarta: Rineka Cipta.


Harimurti Kridalaksana

Menurut Harimurti Kridalaksana menyatakan, Makna Gramatikal merupakan makna yang timbul karena hubungan antar satuan bahasa dalam konstruksi gramatikal.

"Makna Gramatikal adalah, makna yang muncul sebagai akibat berfungsinya sebuah kata dalam kalimat atau karena proses gramatikal"

Suatu kata memperoleh makna tertentu, ketika ditempatkan dalam struktur kalimat. Contohnya: Kalimat “Eca makan nasi” dibandingkan dengan ”Nasi dimakan Eca”. Kata “Nasi” tetap sama secara Leksikal. Tetapi, fungsi Gramatikal-nya berbeda sehingga makna juga berubah.

👉Sumber :

Kamus Linguistik. (2008). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.


Mansoer Pateda

Menurut Mansoer Pateda, menyatakan Makna Gramatikal adalah makna yang muncul akibat hubungan antar kata dalam struktur bahasa.

"Makna Gramatikal ialah, makna yang timbul karena berlakunya kaidah tata bahasa"

Makna Gramatikal tidak melekat pada, kata secara langsung. Tetapi, muncul ketika kata tersebut digunakan sesuai aturan tata bahasa.

Contoh :

Lari = Verba (Kata Kerja)

Pelari = Subjek (Orang yang berlari)

→ Makna "Orang yang melakukan pekerjaan" muncul karena proses afiksasi.

👉Sumber :

Semantik Leksikal. Jakarta: Rineka Cipta.


J. D. Parera

Menurut J. D. Parera mengatakan, Makna Gramatikal adalah makna yang dihasilkan oleh hubungan gramatikal antar bentuk bahasa.

"Makna Gramatikal merupakan, makna yang muncul sebagai hasil proses gramatikal dalam bahasa"

Perubahan bentuk kata, akan menghasilkan perubahan makna sesuai fungsi gramatikalnya. Contohnya: Ajar, Mengajar, Pengajar, Pelajaran. Semua memiliki makna berbeda, karena proses gramatikal yang berbeda pula.

👉Sumber :

Teori Semantik. Jakarta: Erlangga.


Henry Guntur Tarigan

Menurut Henry Guntur Tarigan menyatakan, Makna Gramatikal adalah makna yang diperoleh melalui proses tata bahasa dalam suatu bahasa.

"Makna Gramatikal adalah, makna yang muncul akibat proses gramatikal dalam pembentukan kata maupun penyusunan kalimat"

Makna Gramatikal dapat muncul melalui afiksasi, reduplikasi, komposisi, susunan kalimat. Contohnya: “Rumah” → “Perumahan”, dan “Besar” → “Terbesar”. Makna baru muncul, karena proses gramatikal.

👉Sumber :

Pengajaran Semantik. Bandung: Angkasa.


Secara umum, para ahli memiliki pandangan yang sejalan. Bahwa, Makna Gramatikal adalah makna yang muncul karena proses atau hubungan gramatikal dalam bahasa. Bukan karena, Makna Dasar (Leksikal) suatu kata. Makna ini, terbentuk melalui proses. Diantaranya seperti afiksasi, reduplikasi, komposisi, dan penempatan kata dalam struktur kalimat.


Tabel Ringkasan

Ahli

Inti Definisi

Abdul Chaer

Makna yang timbul akibat proses afiksasi, reduplikasi, dan komposisi.

Harimurti Kridalaksana

Makna yang muncul karena, fungsi kata dalam konstruksi gramatikal.

Mansoer Pateda

Makna yang timbul karena, berlakunya kaidah tata bahasa.

J. D. Parera

Makna yang dihasilkan oleh, proses dan hubungan gramatikal.

Henry Guntur Tarigan

Makna yang diperoleh melalui, proses tata bahasa dalam pembentukan kata dan kalimat.



Teori-Teori Makna Gramatikal dan Tokohnya!

Makna Gramatikal mempunyai, berbagai teori-teori penting. Melalui berbagai tokoh ahli, yang meneliti dan menyampaikan. Mereka memaparkan sesuai konsepnya masing-masing. Membahas tentang, bagaimana makna muncul dari struktur atau tata bahasa. Bukan hanya dari, arti Leksikal (Makna Dasar). So, berikut beberapa teorinya, antara lain: 


Teori Struktural

Tokoh : Ferdinand de Saussure

Saussure menyatakan bahwa, bahasa adalah suatu sistem tanda yang saling berhubungan. Makna Gramatikal muncul karena, hubungan antar satuan bahasa dalam struktur. Perubahan bentuk gramatikal seperti imbuhan, urutan kata, dan jenis kalimat akan menghasilkan makna yang berbeda.

👉Contoh :

Makan = Makna dasar

Memakan = Menunjukkan tindakan aktif

Dimakan = Menunjukkan tindakan pasif

→ Makna tersebut muncul, akibat proses gramatikal. Bukan, perubahan makna dasar kata.


Teori Tata Bahasa Generatif Transformasional

Tokoh : Noam Chomsky

Chomsky menjelaskan bahwa, makna berkaitan erat dengan struktur kalimat. Setiap kalimat memiliki Struktur Dalam (Deep Structure), dan Struktur Permukaan (Surface Structure). Transformasi Gramatikal dapat, mengubah bentuk kalimat. Tanpa mengubah makna pokoknya.

👉Contoh :

“Eka membaca buku”

“Buku dibaca Eka”

→ Struktur kalimat berubah, tetapi makna dasarnya tetap sama.


Teori Semantik Generatif

Tokoh : George Lakoff, James D. McCawley, dan Paul Postal

Makna dianggap lebih mendasar, daripada struktur sintaksis. Struktur kalimat dibentuk, dari representasi makna. Analisis bahasa, dimulai dari makna. Kemudian, diwujudkan dalam bentuk gramatikal.


Teori Semantik Interpretatif

Tokoh : Jerrold J. Katz dan Jerry A. Fodor

Struktur Sintaksis, dibentuk terlebih dahulu. Setelah struktur terbentuk, komponen semantik memberikan interpretasi terhadap makna. Makna Gramatikal dipahami sebagai, hasil penafsiran atas struktur kalimat.


Teori Semantik Kognitif

Tokoh : George Lakoff, Ronald W. Langacker, dan Leonard Talmy

Makna Gramatikal dipengaruhi oleh, cara manusia memahami pengalaman dan konsep. Struktur Gramatikal mencerminkan, proses berpikir manusia. Tata bahasa tidak hanya, berupa aturan formal. Tetapi, juga menggambarkan cara manusia mengonseptualisasikan dunia.

👉Contoh :

“Air mengalir ke bawah”

→ Penggunaan kata depan dan arah, menunjukkan konsep ruang yang dipahami manusia.


Teori Linguistik Sistemik Fungsional

Tokoh : M. A. K. Halliday
Makna Gramatikal dipengaruhi oleh, fungsi bahasa dalam konteks sosial. Tata bahasa merupakan, sarana untuk menyampaikan makna. Halliday membagi fungsi makna menjadi tiga hal, antara lain:

Ideasional = Menyampaikan pengalaman atau informasi.

Interpersonal = Membangun hubungan antara penutur dan pendengar.

Tekstual = Menyusun pesan agar runtut dan padu.


Teori Semantik Bahasa Indonesia

Tokoh : Abdul Chaer

Abdul Chaer menjelaskan bahwa, Makna Gramatikal adalah makna yang muncul akibat proses gramatikal. Diantaranya seperti: Afiksasi (Imbuhan), Reduplikasi (Pengulangan), Komposisi (Penggabungan Kata), Perubahan Urutan Kata, dan Pembentukan Frasa atau Kalimat.

👉Contoh :

Buku → Makna Leksikal

Buku-Buku → Bermakna Jamak

Membukukan → Bermakna, menjadikan sesuatu sebagai buku atau mencatat dalam buku.


Ringkasan

Teori

Tokoh

Pandangan Tentang Makna Gramatikal

Struktural

Ferdinand de Saussure

Makna muncul dari hubungan antar unsur, dalam sistem bahasa.

Generatif Transformasional

Noam Chomsky

Makna berkaitan dengan, Struktur Dalam dan Struktur Permukaan.

Semantik Generatif

George Lakoff, James D. McCawley, Paul Postal

Makna menjadi dasar, pembentukan struktur gramatikal.

Semantik Interpretatif

Jerrold J. Katz, Jerry A. Fodor

Struktur sintaksis diinterpretasikan, untuk menghasilkan makna.

Semantik Kognitif

George Lakoff, Ronald W. Langacker

Makna gramatikal mencerminkan, cara manusia memahami pengalaman.

Linguistik Sistemik Fungsional

M. A. K. Halliday

Tata bahasa berfungsi, sebagai sumber daya untuk membangun makna dalam konteks sosial.

Semantik Bahasa Indonesia

Abdul Chaer

Makna Gramatikal timbul, karena proses gramatikal. Diantaranya seperti afiksasi, reduplikasi, komposisi, dan penyusunan kalimat.


Secara umum semua teori mengakui bahwa, Makna Gramatikal tidak melekat pada kata secara mandiri. Tetapi, muncul melalui proses dan struktur kebahasaan. Perbedaannya terletak pada, penekanan masing-masing teori. Ada yang berfokus, pada struktur bahasa. Terdapat yang mengutamakan makna, sebagai dasar pembentukan struktur. Menekankan proses kognitif. Ada pula, yang melihat fungsi bahasa dalam konteks sosial.



Ciri-Ciri Makna Gramatikal

Makna Gramatikal memiliki, beberapa karakteristik yang spesifik. Tentunya, sebagai ciri khas yang melekat padanya. Demi, membedakan dengan makna dan teori lain. Terlebih, supaya yang mengkajinya dapat lebih memahami dan tidak ambigu. So, langsung saja berikut beberapa ciri-cirinya, antara lain: 


Tidak Melekat Pada Kata Sejak Awal

Makna Gramatikal bukanlah makna asli, dari sebuah kata. Makna ini muncul, setelah kata mengalami perubahan, atau digunakan dalam susunan kalimat.

👉Contoh :

Kata “Baca” berarti, melihat dan memahami tulisan. Setelah menjadi “Membaca”, maknanya berubah menjadi melakukan kegiatan membaca.


Muncul Akibat Proses Tata Bahasa

Makna Gramatikal timbul karena, adanya proses gramatikal. Diantaranya seperti penambahan imbuhan (afiksasi), pengulangan kata (reduplikasi), dan pengulangan kata (komposisi).

👉Contoh : 

Kata “Lari menjadi “Berlari”, karena mendapat awalan “Ber-”.


Bergantung Pada Konteks Kalimat

Makna Gramatikal dipahami berdasarkan, letak dan fungsi kata dalam kalimat. Tanpa konteks, maknanya belum tentu jelas.

👉Contoh : 

Kata “Bisa” dapat berarti “Mampu” atau “Racun Ular”, tergantung kalimatnya.


Dapat Mengubah Fungsi Kata

Makna Gramatikal dapat menyebabkan, suatu kata memiliki fungsi yang berbeda dalam kalimat. Misalnya menjadi subjek, predikat, atau objek.

👉Contoh : 

Kata “Makan” dapat berfungsi sebagai Predikat, dalam kalimat "Kakak makan nasi".


Bersifat Relasional

Yaitu, muncul karena hubungan dengan unsur bahasa lain. Makna Gramatikal muncul disebabkan, hubungan antara satu kata dengan kata lainnya dalam kalimat. Bukan karena, makna kata itu sendiri.

👉Contoh : 

Pada kalimat "Bapak memasak nasi". Hubungan antara Bapak, memasak, dan nasi membentuk makna bahwa Bapak melakukan kegiatan memasak nasi.


Dapat Mengubah Kelas Kata

Proses Gramatikal dapat mengubah, jenis atau kelas suatu kata. Misalnya, dari kata benda menjadi kata kerja atau sebaliknya.

👉Contoh : 

Kata “Ajar” (Kata dasar) menjadi “Mengajar” (Kata kerja), setelah mendapat awalan “Meng-”.



Proses Terbentuknya Makna Gramatikal

Makna Gramatikal terbentuk, melalui beberapa langkah. Tentunya, sebagai proses dalam menghasilkan kalimat dan memaknainya sesuai konteks. Membuat, kata dasar yang diberikan imbuhan. Hasilnya, mempunyai arti yang berbeda. So, langsung saja berikut beberapa prosesnya, antara lain:


Afiksasi (Pemberian Imbuhan)

Afiksasi adalah, penambahan imbuhan pada kata dasar.

👉Contoh 1 :

Kata Dasar

Bentuk Imbuhan

Makna Gramatikal

Baca

Membaca

Melakukan kegiatan membaca

Tulis

Penulis

Orang yang menulis

Masak

Memasak

Melakukan kegiatan memasak

Makan

Makanan

Hasil atau sesuatu yang dimakan

Ajar

Pelajaran

Sesuatu yang diajarkan


👉Contoh 2 :

Kata “Baca” awalnya berarti, "Melihat dan memahami tulisan".

→ Setelah diberi imbuhan mengalami perubahan makna, sebagai berikut:

Membaca = Melakukan pekerjaan membaca

Dibaca = Dikenai pekerjaan membaca

Pembaca = Orang yang membaca

Bacaan = Hasil atau bahan yang dibaca

→ Semua makna tambahan tersebut, merupakan Makna Gramatikal.


Reduplikasi (Pengulangan)

Reduplikasi, menghasilkan berbagai makna.
👉Contoh 1 :
Rumah → Rumah-Rumah
Makna Gramatikal =  Banyak Rumah
👉Contoh 2 :

Anak → Anak-Anak

Makna : Lebih dari satu anak.
→ Namun, Reduplikasi tidak selalu bermakna jamak.
👉Contoh 3 :

Hati-Hati → Berhati dengan penuh kewaspadaan

Sayur-Mayur → Bermacam-macam sayur

Berjalan-Jalan → Melakukan kegiatan berjalan santai


Komposisi (Pemajemukan)

Penggabungan dua kata, menghasilkan makna baru.
👉Contoh : 

Rumah Sakit, Meja Makan, Kereta Api, Kepala Sekolah

→ Makna keseluruhan tidak selalu sama, dengan gabungan makna masing-masing katanya.
👉Misalnya :
Rumah + Sakit
→ Bukan berarti "Rumah yang sakit". Tetapi, arti yang benar adalah “Rumah Sakit” (Tempat untuk merawat orang sakit).
→ Makna baru tersebut merupakan, Makna Gramatikal hasil komposisi.


Perubahan Susunan Kata

Perubahan posisi kata, dapat menghasilkan makna berbeda.

👉Contoh :
“Ayah memukul Andi”
berbeda dengan
“Andi dipukul Ayah”
→ Kedua kalimat, membicarakan peristiwa yang sama. Tetapi, fungsi Subjek dan Objek berubah. Sehingga, makna gramatikalnya juga berubah.


Hubungan Dalam Kalimat

Makna Gramatikal juga muncul, karena hubungan antar unsur dalam kalimat.

👉Contoh :
“Yunda menulis buku”

→ Kata “Menulis” memperoleh makna sebagai Predikat, menunjukkan tindakan yang dilakukan oleh Subjek kepada Objek.



Demikianlah artikel dari Kami EKA BKJ yang membahas tentang, Makna Gramatikal. Berkaitan dengan Pengertian, Definisi Menurut Para Tokoh, Teori-Teori, Ciri-Ciri, Proses Terbentuknya. Sehingga, dapat berguna bagi Anda para pembaca. Guna, untuk memperdalam pengetahuan dan wawasan seputar dunia Linguistik. Terlebih, sebagai kajian di dunia akademis dan riset. Bahkan, untuk referensi membuat karya tulis. Oke Guys, sekian dari RATU EKA BKJ dan terimakasih. 




KERJASAMA BISNIS, Mulai Klik Hubungi Kami via Whatshap 
= 0895367203860 
Owner, Founder, CEO
= 085704703039 
Customer Service

BAGI ANDA YANG SUDAH MEMBACA KONTEN & ARTIKEL DI ATAS, SILAHKAN UNTUK MEMBAYAR SEIKHLASNYA KE REKENING KAMI BERIKUT, UNTUK MENDUKUNG SITUS INI = 

0895367203860

EKA APRILIA.... DANA

0895367203860

EKA APRILIA, OVO