Definisi Linguistik Historis Menurut Para Tokoh, Nih Sejarah dan Teori-Teorinya! -->

Definisi Linguistik Historis Menurut Para Tokoh, Nih Sejarah dan Teori-Teorinya!

Ratu Eka Bkj
Thursday, August 13, 2026

Linguistik Historis

Penulis : @Ratu Eka Bkj

(Eka Aprilia, S.Ag) 

CEO, Owner, Founder “EKA BKJ



RATU EKA BKJ - Linguistik Historis menjadi kajian bahasa, yang membahas dari segi sejarah. Mengenai perkembangannya, dari waktu ke waktu. Tentang, language ditemukan kemudian dikaji oleh para tokoh. Berawal dari, mengamati komunikasi masyarakat. Kemudian, muncul sebuah pertanyaan yang dicarikan jawaban. 


Lalu, para tokoh ahli bermunculan untuk meneliti dan mengembangkan menjadi konsep yang matang. Berikutnya, bertransformasi menjadi teori baku hingga era modern yang terus mengalami kemajuan pesat. So, untuk lebih jelasnya mengenai Linguistik Historis. Yukz, langsung cek pemaparan dari RATU EKA BKJ yang di bawah Guys! Cekidot. 



Pengertian Linguistik Historis

Linguistik Historis adalah, cabang ilmu Linguistik yang mempelajari perkembangan, perubahan, dan hubungan bahasa dari waktu ke waktu. Bidang ini tidak hanya bertanya tentang, “Seperti apa bahasa pada masa lalu?”. Tetapi juga mengajukan pertanyaan, “Bagaimana dan mengapa bahasa berubah?” serta “Apakah dua bahasa yang sekarang berbeda sebenarnya berasal dari satu bahasa leluhur?”

Linguistik Historis (Historical Linguistics) merupakan, cabang Linguistik yang mengkaji perubahan bahasa secara Diakronis. Yaitu, dengan melihat bahasa dalam perkembangan waktunya. Sebagai contoh, Bahasa Indonesia modern tidak muncul secara tiba-tiba. Bahasa Indonesia memiliki hubungan historis yang erat, dengan Bahasa Melayu Kuno dan Bahasa Jawa Kuno. Sedangkan, Bahasa Melayu Kuno dan Bahasa Jawa Kuno merupakan bagian dari rumpun bahasa yang lebih besar, yaitu Austronesia. 

Dengan demikian, Linguistik Historis dapat mengkaji berbagai sub bidang. Diantaranya seperti: perubahan bunyi, perubahan bentuk kata, perubahan struktur kalimat, perubahan makna kata, perubahan kosakata, muncul dan hilangnya bentuk bahasa, hubungan kekerabatan antar bahasa, rekonstruksi bahasa leluhur, proses terbentuknya bahasa atau dialek baru. Secara sederhana, Linguistik Historis ialah yang mempelajari bagaimana bahasa berubah sepanjang sejarah.



Definisi Linguistik Historis Menurut Para Tokoh Ahli

Linguistik Historis sering dibahas dengan istilah, Linguistik Historis-Komparatif (LHK) (Linguistik Bandingan Historis). Mempelajari, tentang perubahan bahasa dari waktu ke waktu. Termasuk, hubungan kekerabatan antara bahasa-bahasa yang diduga berasal dari nenek moyang bahasa secara sama. KBBI juga mendefinisikan Linguistik Historis sebagai, cabang Linguistik yang menyelidiki perubahan jangka pendek dan jangka panjang pada bunyi, gramatika, dan kosakata. So, berikut definisi menurut beberapa tokoh ahli, antara lain:


Harimurti Kridalaksana

Menurut Harimurti Kridalaksana (1993) mengatakan, Linguistik Historis merupakan cabang Linguistik yang mempelajari perubahan bahasa dalam rentang waktu tertentu. Baik perubahan jangka pendek, maupun jangka panjang.

“Linguistik Historis diartikan sebagai, cabang Linguistik yang menyelidiki perubahan-perubahan jangka pendek dan jangka panjang dalam sistem bunyi, gramatika, dan kosakata satu bahasa atau lebih.”

Definisi Kridalaksana menekankan bahwa, Linguistik Historis tidak hanya mempelajari sejarah bahasa secara umum. Tetapi, secara khusus meneliti perubahan unsur-unsur bahasa. Diantaranya seperti: perubahan bunyi (fonologi), perubahan tata bahasa (gramatika), perubahan kosakata. Dengan demikian, Linguistik Historis melihat bahasa sebagai sesuatu yang terus berkembang dan berubah.


Gorys Keraf

Menurut Gorys Keraf (1991), Linguistik Bandingan Historis (Linguistik Historis-Komparatif) merupakan cabang ilmu bahasa yang mempelajari bahasa berdasarkan, dimensi waktu dan perubahan unsur-unsur bahasa tersebut.

“Linguistik Bandingan Historis (Linguistik Historis Komparatif) adalah, suatu cabang dari ilmu bahasa yang mempersoalkan bahasa dalam bidang waktu, serta perubahan-perubahan unsur bahasa yang terjadi dalam bidang waktu tersebut.”

Keraf menekankan dua hal utama, yaitu waktu dan perubahan. Artinya, bahasa tidak hanya dilihat pada keadaan sekarang. Tetapi, dibandingkan dengan bentuknya pada masa sebelumnya. 

๐Ÿ‘‰Contoh : 

Peneliti dapat membandingkan bentuk bahasa Indonesia pada masa tertentu, dengan bentuk bahasa Melayu pada masa sebelumnya. Guna, untuk mengetahui perubahan yang terjadi. Keraf juga menjelaskan bahwa, data bahasa dapat dipelajari dari dua periode atau lebih. Kemudian, dibandingkan secara cermat untuk menemukan kaidah perubahan bahasa.


Mahsun

Menurut Mahsun (2007 / 2010), Linguistik Historis-Komparatif merupakan cabang Linguistik Teoretis yang menyelidiki perkembangan bahasa dari satu masa ke masa lainnya, dan membandingkan suatu bahasa dengan bahasa lain.

“Linguistik Historis Komparatif merupakan, cabang ilmu Linguistik yang menyelidiki perkembangan bahasa dari suatu masa ke masa yang lain, serta menyelidiki perbandingan suatu bahasa dengan bahasa lain.”

Definisi Mahsun memperlihatkan bahwa, kajian LHK mempunyai dua arah utama:

  1. Mengkaji satu bahasa, dalam perkembangan waktunya. Misalnya: membandingkan bahasa Indonesia pada masa sebelum kemerdekaan, dengan bahasa Indonesia pada masa sekarang.

  2. Membandingkan, dua bahasa atau lebih. Terutama, untuk mengetahui hubungan kekerabatan diantara bahasa-bahasa tersebut.

Mahsun juga menjelaskan bahwa, kajian perbandingan bahasa mencakup penentuan status bahasa, hubungan kekerabatan dan pengelompokan bahasa, rekonstruksi bahasa purba, serta penentuan pusat persebaran bahasa.


J.W.M. Parera

Menurut J.W.M. Parera (1987), Linguistik Bandingan Historis dapat dipahami sebagai pendekatan dan metode untuk membandingkan berbagai unsur kebahasaan dalam bahasa-bahasa yang berkerabat, atau dalam beberapa periode sejarah suatu bahasa.

“Linguistik Bandingan Historis adalah, satu pendekatan dan metode yang membandingkan seperangkat korespondensi bunyi, leksikon, morfem, frasa, serta kalimat antara bahasa berkerabat atau antara beberapa periode dalam perkembangan sejarah bahasa.”

Parera lebih menonjolkan, pada metode perbandingan. Artinya, seorang Peneliti tidak sekadar melihat bahwa dua bahasa memiliki kata yang mirip. Tetapi, membandingkan berbagai unsur secara sistematis. 

๐Ÿ‘‰Contoh : 

Bunyi, Kosakata, Morfem, Frasa, Kalimat. Melalui perbandingan tersebut, Peneliti dapat menentukan apakah kemiripan dua bahasa memang menunjukkan hubungan kekerabatan historis.


I Made Sujana (Seorang Peneliti yang Mengutip dari Mbete)

Menurut Mbete, Linguistik Historis-Komparatif berfokus pada bahasa dalam dimensi waktu, terutama masa lalu. Kajian tersebut bersifat Diakronis, dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan kekerabatan serta kesejarahan bahasa-bahasa tertentu.

Kutipan yang sering digunakan yaitu: “Linguistik Historis Komparatif adalah, cabang Linguistik yang mempelajari dan mengkaji bahasa dalam dimensi waktu, khususnya masa lalu.”

Pandangan Mbete menegaskan, tentang aspek Diakronis. Jika pada Linguistik Sinkronis, melihat bahasa pada suatu masa tertentu. Maka, Linguistik Historis menilai bahasa melintasi waktu.

๐Ÿ‘‰Contoh : 

Penelitian dapat menelusuri, bagaimana suatu kata mengalami perubahan bentuk dan makna. Misalnya dari bahasa Melayu Kuno → Melayu → Bahasa Indonesia Modern yang banyak dipengaruhi oleh Kosakata dari Bahasa Jawa Kawi (Majapahit/Jawa Kuno) dan Bahasa Jawa Mataram (Ngoko, Madya, Krama), serta Serapan dari Bahasa Asing.


Fernandez

Menurut Fernandez (1996), Linguistik Historis-Komparatif memiliki tugas utama. Yakni, untuk menentukan fakta dan tingkat kekerabatan antar bahasa. Kemudian, berkaitan dengan pengelompokan bahasa-bahasa yang berkerabat.

“Tugas utama dari Linguistik Historis Komparatif antara lain yaitu, menetapkan fakta dan tingkat kekerabatan antar bahasa yang berkaitan erat dengan pengelompokan bahasa-bahasa kerabat.”

Jadi menurut Fernandez, salah satu tujuan penting Linguistik Historis-Komparatif. Yaitu, menentukan apakah bahasa-bahasa tertentu memiliki hubungan kekerabatan dan seberapa dekat hubungan tersebut. 

๐Ÿ‘‰Contoh : 

Bahasa Indonesia, Jawa, Melayu, Betawi, Madura dapat dibandingkan untuk mencari bukti-bukti Historis mengenai hubungan kekerabatannya.


Ringkasan

Linguistik Historis = bahasa + waktu + perubahan + perbandingan + kekerabatan.

Tokoh

Pokok Definisi

Kridalaksana

Perubahan bunyi, gramatika, dan kosakata dalam jangka pendek maupun panjang.

Keraf

Bahasa dalam dimensi waktu, serta perubahan unsur bahasa.

Mahsun

Perkembangan bahasa dari masa ke masa, dan perbandingan antar bahasa.

Parera

Perbandingan bunyi, leksikon, morfem, frasa, dan kalimat.

Mbete

Kajian bahasa dalam dimensi waktu, khususnya masa lalu.

Fernandez

Menentukan fakta, dan tingkat kekerabatan antar bahasa.



Sejarah Linguistik Historis Dari Waktu Ke Waktu!

Linguistik Historis menjadi, cabang Linguistik yang mempelajari perubahan bahasa dari waktu ke waktu. Baik perubahan bunyi, bentuk kata, tata bahasa, maupun makna. Perkembangannya, memiliki sejarah panjang. Yakni, dari kajian bahasa pada masa Yunani-Romawi hingga era Modern. Bergerak dari kajian bahasa, yang bersifat filosofis dan normatif. Kemudian, menuju penelitian ilmiah mengenai perubahan bahasa.

Perkembangan paling penting terjadi, pada abad ke-19. Ketika para ahli mulai membandingkan bahasa secara sistematis, dan merekonstruksi bahasa nenek moyang. Setelah itu, Saussure memperjelas perbedaan antara pendekatan Sinkronis dan Diakronis. Pada masa modern, Linguistik Historis semakin luas. Karena, tidak hanya membahas perubahan bunyi dan struktur bahasa. Tetapi, juga mempertimbangkan kontak bahasa, faktor sosial, migrasi, dan teknologi komputasi. So, untuk lebih jelasnya berikut urutan sejarahnya dari waktu ke waktu, antara lain:


Masa Yunani Kuno: Awal Pemikiran Tentang Bahasa

Sekitar abad ke-5 hingga ke-3 SM, pemikiran mengenai bahasa mulai berkembang di Yunani Kuno. Tokoh seperti Plato dan Aristoteles membahas hubungan antara bahasa, pikiran, dan kenyataan. Pertanyaan penting pada masa itu yaitu, apakah hubungan antara kata dan maknanya bersifat alamiah (natural) atau berdasarkan kesepakatan manusia (conventional). Pada tahap ini, Linguistik belum menjadi ilmu yang berdiri sendiri. Kajian bahasa lebih banyak berkaitan dengan filsafat, logika, retorika, dan sastra.


Masa Romawi: Pengembangan Tata Bahasa

Pada masa Romawi, kajian bahasa Yunani banyak diadaptasi untuk mempelajari bahasa Latin. Tokoh seperti Varro dan Priscian, memberikan kontribusi terhadap kajian tata bahasa. Bahasa Latin kemudian menjadi bahasa penting dalam pendidikan, agama, pemerintahan, dan ilmu pengetahuan Eropa. Karena itu, kajian bahasa selama berabad-abad banyak berpusat pada tata bahasa Latin. Namun, pendekatannya masih bersifat normatif. Yaitu, menentukan bagaimana bahasa seharusnya digunakan, bukan bagaimana bahasa berubah secara alamiah.


Abad Pertengahan: Bahasa Dalam Tradisi Keagamaan dan Filsafat

Pada Abad Pertengahan, kajian bahasa di Eropa sangat dipengaruhi oleh tradisi keagamaan dan Filsafat Skolastik. Bahasa Latin, tetap menjadi bahasa akademik utama. Jika di luar Eropa, terdapat perkembangan penting dalam tradisi Linguistik Arab dan India. Misalnya, ahli tata bahasa India Pฤแน‡ini telah menyusun deskripsi yang sangat sistematis. Mengenai bahasa Sansekerta, jauh sebelum Linguistik Modern berkembang. Sementara itu, para sarjana Arab mengembangkan kajian tata bahasa Arab, fonetik, dan leksikografi.


Renaisans dan Awal Zaman Modern: Munculnya Perbandingan Bahasa

Sekitar abad ke-15 hingga ke-17 meningkatnya perdagangan, perjalanan, kolonialisme, dan penerjemahan membuat orang Eropa semakin mengenal berbagai bahasa di dunia. Para Sarjana mulai menyadari bahwa, bahasa-bahasa tertentu mempunyai kemiripan yang sistematis. Salah satu perkembangan penting yakni, meningkatnya perhatian terhadap hubungan antara bahasa Sanskerta, Yunani, Latin, dan bahasa-bahasa Eropa. Pengamatan ini kemudian, menjadi dasar lahirnya Linguistik Komparatif-Historis.


Abad Ke-18: Gagasan Tentang Kekerabatan Bahasa

Pada abad ke-18, gagasan bahwa sejumlah bahasa mempunyai nenek moyang yang sama mulai semakin kuat. Tokoh penting yaitu Sir William Jones, yang pada tahun 1786 menyatakan adanya hubungan kuat antara Sansekerta, Yunani, Latin, serta sejumlah bahasa Eropa dan Asia. Gagasan tersebut dianggap, sangat penting. Karena, dapat mengubah cara para Sarjana memandang bahasa. Bahasa tidak hanya dipelajari sebagai sistem, yang berdiri sendiri. Tetapi, juga sebagai bagian dari keluarga bahasa. Dari sinilah, berkembang konsep rumpun bahasa Indo-Eropa.


Abad Ke-19: Lahirnya Linguistik Historis-Komparatif

Abad ke-19 merupakan, periode yang sangat penting dalam Sejarah Linguistik Historis. Para ahli mulai menggunakan, metode perbandingan secara sistematis. Guna, untuk merekonstruksi bentuk bahasa lebih tua, atau bahasa nenek moyang yang sudah tidak terdokumentasikan secara langsung.

๐Ÿ‘‰Tokoh-Tokoh :

Rasmus Rask = Meneliti hubungan sistematis, antara bahasa-bahasa.

Jacob Grimm = Merumuskan perubahan bunyi, yang kemudian dikenal sebagai Hukum Grimm.

Franz Bopp = Melakukan perbandingan sistem tata bahasa, pada bahasa-bahasa Indo-Eropa.

August Schleicher = Mengembangkan gagasan mengenai, hubungan genealogis bahasa dan rekonstruksi bahasa purba.

๐Ÿ‘‰Contoh : 

Ahli bahasa menemukan bahwa, perubahan bunyi tidak terjadi secara acak. Ada pola tertentu, yang dapat dibandingkan antar bahasa. Inilah yang memungkinkan para ahli, merekonstruksi bentuk-bentuk Proto-Indo-Eropa.


Akhir Abad Ke-19: Mazhab Neogrammarian

Pada akhir abad ke-19 muncul kelompok yang dikenal, sebagai Neogrammarian (Junggrammatiker) terutama di Jerman. Tokoh-tokoh seperti: Karl Brugmann, Hermann Osthoff, dan August Leskien. Menekankan bahwa, perubahan bunyi mengikuti aturan yang relatif teratur. Prinsip penting mereka yakni, perubahan bunyi berlangsung secara teratur. Kecuali, jika terdapat faktor Linguistik tertentu yang menjelaskannya. Pendekatan ini membuat Linguistik Historis menjadi lebih sistematis, dan menyerupai ilmu empiris.


Awal Abad Ke-20: Pergeseran Ke Linguistik Sinkronis

Pada awal abad ke-20, muncul perubahan besar dalam Linguistik melalui pemikiran Ferdinand de Saussure. Saussure membedakan, dua hal berikut: Sinkronis → mempelajari bahasa pada, suatu titik waktu tertentu. Diakronis → mempelajari perkembangan dan perubahan bahasa sepanjang waktu. Pembedaan ini sangat penting. Linguistik tidak hanya mempelajari, bagaimana bahasa berubah. Tetapi, juga bagaimana sistem bahasa bekerja pada periode tertentu. Pemikiran Saussure kemudian sangat berpengaruh, terhadap perkembangan Strukturalisme.


Pertengahan Abad Ke-20: Linguistik Historis dan Strukturalisme

Pada pertengahan abad ke-20, perhatian Linguistik banyak tertuju pada struktur bahasa. Meskipun demikian, penelitian historis tetap berkembang. Para ahli mulai menggabungkan, kajian perubahan historis dengan analisis fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Selain itu, penelitian mengenai dialek menjadi penting. Dengan membandingkan, dialek-dialek yang berbeda. Sehingga, para ahli bahasa dapat mengetahui bagaimana perubahan bahasa terjadi dalam masyarakat.


Akhir Abad Ke-20: Munculnya Pendekatan Baru

Mulai sekitar 1970-an hingga 1990-an, Linguistik Historis berkembang dengan memanfaatkan berbagai pendekatan baru. Salah satunya ialah, Linguistik Historis Berbasis Data Sosial. Yakni, memperhatikan bahwa perubahan bahasa berkaitan dengan faktor seperti: interaksi antar kelompok, migrasi, kontak bahasa, perubahan sosial, identitas masyarakat, prestise suatu bentuk bahasa. Konsep language contact (kontak bahasa) menjadi, semakin penting. Karena, bahasa tidak berkembang dalam isolasi. Bahasa dapat saling mempengaruhi melalui perdagangan, perkawinan, migrasi, pendidikan, dan kolonisasi.


Abad Ke-21: Linguistik Historis di Era Digital

Pada abad ke-21, penelitian Linguistik Historis semakin didukung oleh teknologi digital. Para Peneliti kini dapat menggunakan, korpus digital untuk menganalisis teks dalam jumlah besar. Basis data bahasa, perangkat lunak statistik, pemodelan komputasional, analisis jaringan kekerabatan bahasa, teknik filogenetik untuk mempelajari hubungan antar bahasa. Dengan teknologi tersebut, penelitian bahasa dapat dilakukan berdasarkan ribuan hingga jutaan data Linguistik. Sesuatu yang jauh lebih sulit dilakukan, oleh Peneliti pada abad sebelumnya.


Ringkasan

Periode

Perkembangan Utama

Yunani Kuno

Bahasa dikaji melalui, filsafat dan logika.

Romawi

Pengembangan tata bahasa Latin.

Abad Pertengahan

Kajian bahasa dalam, tradisi agama dan filsafat.

Renaisans

Meningkatnya perhatian, terhadap berbagai bahasa.

Abad Ke-18

Muncul gagasan tentang, kekerabatan bahasa.

Abad Ke-19

Lahirnya Linguistik Komparatif-Historis.

Akhir Abad Ke-19

Neogrammarian dan hukum perubahan bunyi.

Awal Abad Ke-20

Saussure membuat konsep, Sinkronis dan Diakronis.

Pertengahan Abad Ke-20

Integrasi dengan Strukturalisme, dan kajian dialek.

Akhir Abad Ke-20

Penekanan pada kontak, dan perubahan bahasa dalam masyarakat.

Abad Ke-21

Korpus digital, statistik, dan linguistik komputasi.



Teori-Teori Linguistik Historis dan Tokohnya!

Teori Linguistik Historis adalah, konsep yang digunakan untuk menjelaskan perubahan bahasa dari waktu ke waktu. Hubungan kekerabatan antar bahasa, dan proses munculnya bahasa-bahasa baru dari bahasa yang lebih tua. Berkembang dari usaha membandingkan bahasa-bahasa, untuk menemukan kekerabatannya. Kemudian, berkembang menjadi kajian tentang perubahan bunyi, perubahan struktur, penyebaran inovasi, dan pengaruh kontak antar bahasa. Secara sederhana, teori-teorinya dapat dikelompokkan berdasarkan fokus pembahasan dan tokoh, sebagai berikut:


Teori Tata Bahasa Tradisional (Traditional Grammar)

๐Ÿ‘‰Tokoh :

Dionysius Thrax = Menyusun salah satu, tata bahasa Yunani yang berpengaruh.

Priscian = Ahli tata bahasa Latin, pada masa Romawi.

Teori ini berkembang, sejak masa Yunani dan Romawi. Kajian bahasa awalnya banyak berfokus pada tata bahasa, kelas kata, dan aturan penggunaan bahasa. Bahasa dianggap memiliki aturan, yang dapat dijelaskan secara logis.

๐Ÿ‘‰Kontribusi : Menjadi dasar awal, studi tata bahasa di Eropa. Meskipun, belum secara khusus menjelaskan perubahan bahasa secara historis.


Teori Perbandingan (Comparative Method)

๐Ÿ‘‰Tokoh :

Rasmus Rask = Menunjukkan adanya hubungan sistematis, antara bahasa-bahasa Eropa.

Franz Bopp = Mengembangkan perbandingan sistem tata bahasa, di berbagai bahasa Indo-Eropa.

Jacob Grimm = Merumuskan perubahan bunyi, yang dikenal sebagai Hukum Grimm.

Teori atau metode ini berkembang kuat, pada abad ke-19. Para ahli membandingkan kosakata, bunyi, dan bentuk gramatikal dari berbagai bahasa untuk menemukan hubungan kekerabatannya. 

๐Ÿ‘‰Contoh :

Bahasa Sansekerta, Yunani, Latin, Jermanik, dan bahasa-bahasa Slavia ditemukan memiliki sejumlah kemiripan yang sistematis. Dari sini muncul gagasan, tentang bahasa proto. Yaitu, bahasa nenek moyang hipotesis dari suatu kelompok bahasa.

๐Ÿ‘‰Kontribusi : Menjadi dasar penting, bagi lahirnya Linguistik Historis-Komparatif.


Teori Gelombang (Wave Theory / Wellentheorie)

๐Ÿ‘‰Tokoh :

Johannes Schmidt = Memperkenalkan, teori gelombang pada tahun 1872.

Teori ini menolak anggapan bahwa, perubahan bahasa selalu berlangsung melalui garis keturunan yang sederhana seperti pohon keluarga. Menurut teori ini, inovasi bahasa dapat menyebar. Yakni seperti, gelombang dari satu wilayah atau kelompok masyarakat ke wilayah lainnya.

๐Ÿ‘‰Contoh : Suatu perubahan bunyi dapat menyebar, dari satu daerah ke daerah tetangga. Tanpa harus berarti bahwa, semua bahasa tersebut memiliki satu nenek moyang langsung yang sama.

๐Ÿ‘‰Kontribusi : Menjelaskan pengaruh kontak antar bahasa, dan persebaran geografis dalam perubahan bahasa.


Teori Pohon Keluarga (Family Tree Theory / Stammbaumtheorie)

Tokoh : August Schleicher

Teori ini menggambarkan, hubungan antar bahasa seperti pohon keluarga. Sebuah bahasa induk atau bahasa proto, dapat bercabang menjadi beberapa bahasa turunan. Schleicher menggunakan model pohon, untuk menggambarkan hubungan genealogis bahasa. Termasuk, rekonstruksi Proto-Indo-Eropa. Keunggulan dari teori ini, dapat memudahkan pemahaman mengenai hubungan genealogis dan perkembangan bahasa. Sedangkan kelemahannya ialah, kurang mampu menjelaskan pengaruh kontak bahasa. Karena, dalam kenyataannya bahasa-bahasa dapat saling mempengaruhi.

๐Ÿ‘‰Contoh :

Bahasa Proto → Bahasa A → A1, A2

 ** → Bahasa B → B1, B2**


Teori Neogrammarian (Junggrammatiker)

Tokoh : Karl Brugmann, Hermann Osthoff, August Leskien, Hermann Paul

Teori ini muncul pada, akhir abad ke-19. Kaum Neogrammarian berpendapat bahwa, perubahan bunyi berlangsung secara teratur dan memiliki pola tertentu. Mereka terkenal dengan prinsip bahwa, hukum bunyi berlaku secara teratur. Kecuali, terdapat kondisi Linguistik tertentu yang menjelaskan penyimpangannya.

๐Ÿ‘‰Kontribusi : Memperkuat pendekatan ilmiah dalam Linguistik Historis, dan menjadi dasar penting bagi penelitian perubahan bunyi.


Teori Hukum Bunyi (Sound Law)

๐Ÿ‘‰Tokoh :

Jacob Grimm = Hukum Grimm.

Karl Verner = Hukum Verner, yang menjelaskan beberapa pengecualian terhadap pola Hukum Grimm.

Teori ini berkaitan erat dengan, kaum Neogrammarian. Perubahan bunyi dipandang, bukan sebagai perubahan yang acak. Melainkan, sebagai perubahan yang sistematis dalam lingkungan fonologis tertentu. 

๐Ÿ‘‰Contoh : 

Salah satu contoh terkenal yakni, Hukum Grimm. Menjelaskan, perubahan konsonan tertentu dari Proto-Indo-Eropa menuju bahasa-bahasa Jermanik.

๐Ÿ‘‰Kontribusi : Membantu ahli bahasa merekonstruksi bentuk bahasa masa lampau, dan menjelaskan hubungan antar bahasa secara lebih akurat.


Teori Strukturalisme Dalam Linguistik Historis

Tokoh : Ferdinand de Saussure

Pada abad ke-20, perhatian Linguistik tidak hanya diarahkan pada perubahan unsur bahasa secara terpisah. Tetapi, juga pada perubahan sistem bahasa secara keseluruhan. Bahasa dipandang sebagai, suatu sistem yang terdiri atas unsur-unsur saling berhubungan. Saussure membedakan menjadi dua hal, yaitu:

Synchrony → Mempelajari bahasa pada, satu periode tertentu.

Diachrony → Mempelajari perkembangan dan perubahan bahasa, dari waktu ke waktu.

๐Ÿ‘‰Kontribusi : Perbedaan antara Sinkronis dan Diakronis, menjadi salah satu landasan penting dalam Linguistik Modern.


Teori Kontak Bahasa (Language Contact)

๐Ÿ‘‰Tokoh :

Uriel Weinreich = Banyak berkontribusi dalam, studi bilingualisme dan kontak bahasa.

Einar Haugen = Mengembangkan penelitian tentang, bilingualisme dan peminjaman bahasa.

Teori ini menjelaskan bahwa, perubahan bahasa dapat terjadi karena interaksi antara penutur bahasa yang berbeda. Kontak dapat menghasilkan peminjaman kata, perubahan struktur, perubahan bunyi, hingga munculnya bahasa campuran atau varietas baru.

๐Ÿ‘‰Kontribusi : Menjelaskan perubahan bahasa yang tidak dapat diterangkan, hanya melalui hubungan keturunan atau perkembangan internal bahasa.


Ringkasan

Teori

Fokus Utama

Tokoh

Tata Bahasa Tradisional

Struktur dan aturan bahasa.

Dionysius Thrax, Priscian

Perbandingan

Hubungan kekerabatan bahasa.

Rask, Bopp

Pohon Keluarga

Percabangan bahasa, dari bahasa proto.

August Schleicher

Gelombang

Penyebaran perubahan melalui kontak.

Johannes Schmidt

Neogrammarian

Keteraturan perubahan bunyi.

Brugmann, Osthoff, Leskien

Hukum Bunyi

Perubahan bunyi yang sistematis.

Grimm, Verner

Strukturalisme

Bahasa sebagai sistem, Sinkronis-Diakronis.

Ferdinand de Saussure

Kontak Bahasa

Pengaruh interaksi antar bahasa.

Weinreich, Haugen



Sinkronis dan Diakronis

Sinkronis dan Diakronis digunakan untuk, memahami Linguistik Historis. Sehingga, kita perlu membedakan dua pendekatan utama tersebut. Agar, dapat memahami fungsinya secara tepat. Dengan begitu, bisa menerapkan dengan benar dalam menganalisis maupun membuat kalimat. So, langsung saja berikut perbandingannya, antara lain:


Sinkronis

Pendekatan Sinkronis mempelajari bahasa, pada satu periode tertentu. Tanpa berfokus pada, sejarah perkembangannya. Misalnya: Bagaimana sistem fonologi bahasa Indonesia yang digunakan masyarakat pada masa sekarang? Peneliti dapat membahas fonem /p/, /b/, /t/, /d/, /k/, dan sebagainya tanpa harus menjelaskan asal-usul.


Diakronis

Pendekatan Diakronis melihat, bahasa melintasi waktu. Misalnya: Bagaimana kata tertentu dalam bahasa Melayu berkembang menjadi bentuk tertentu dalam bahasa Indonesia modern? Atau: Bagaimana bahasa Latin berkembang menjadi bahasa Italia, Perancis, Spanyol, Portugis, dan Rumania? Linguistik Historis mengutamakan, memakai pendekatan Diakronis.


Ringkasan

Pendekatan

Fokus

Sinkronis

Bahasa pada suatu periode.

Diakronis

Perkembangan bahasa sepanjang waktu.



Linguistik Historis menjadi, cabang Linguistik yang mempelajari bahasa dalam dimensi waktu. Fokus utamanya, memahami tentang bagaimana bahasa berubah. Mengapa perubahan terjadi, dan bagaimana hubungan historis antara bahasa dapat diketahui. Bidang ini mencakup, perubahan bunyi → perubahan morfologi → perubahan sintaksis → perubahan makna → perubahan kosakata → kontak bahasa → kekerabatan bahasa → rekonstruksi bahasa leluhur. Metode penelitian yang paling sering dipakai, antara lain: metode komparatif, rekonstruksi internal, analisis korespondensi bunyi, kajian etimologi, dialektologi historis, analisis perubahan semantis dan gramatika. Jadi, jika Linguistik Sinkronis bertanya: “Bagaimana bahasa bekerja sekarang?” Maka, pada Linguistik Historis lebih bertanya: “Bagaimana bahasa yang kita gunakan sekarang menjadi seperti ini?”



Demikianlah artikel dari RATU EKA BKJ yang membahas tentang, Linguistik Historis. Berkaitan dengan, sub bidang kebahasaan yang dihubungkan dengan kajian sejarah. Language dipandang dalam studi perkembangannya, dari masa ke masa. Sehingga, dapat berguna bagi para readers. Terutama, untuk Anda yang ingin memperdalam pengetahuan seputar Linguistik. Maupun, sebagai referensi dalam kajian akademis. Terlebih, untuk rujukan dalam membuat karya tulis. Oke Guys, sekian dari Kami EKA BKJ dan terimakasih. 




KERJASAMA BISNIS, Mulai Klik Hubungi Kami via Whatshap 
= 0895367203860 
Owner, Founder, CEO
= 085704703039 
Customer Service

BAGI ANDA YANG SUDAH MEMBACA KONTEN & ARTIKEL DI ATAS, SILAHKAN UNTUK MEMBAYAR SEIKHLASNYA KE REKENING KAMI BERIKUT, UNTUK MENDUKUNG SITUS INI = 

0895367203860

EKA APRILIA.... DANA

0895367203860

EKA APRILIA, OVO