Penulis : @Ratu Eka Bkj
CEO, Owner, Founder “EKA BKJ”
RATU EKA BKJ - Linguistik Terapan mengalami sejarah perkembangan, dari masa ke masa. Baik dari awal kemunculannya, yang ingin menjawab problem kebahasaan secara praktis. Menerapkan konsep, untuk menganalisa suatu bahasa. Kemudian, dipakai secara praktis dalam komunikasi. Hingga sampai, era kontemporer saat ini. Bidang studi kebahasaan, semakin teoritis dan aplikatif.
Berdasarkan standar ilmiah, di bidang language. Kini, kajian implementatif tentang Linguistik Terapan makin luas. Bisa dipakai, dalam lintas bidang yang terkait. Tentunya, sangat beragam dan multidisipliner. So, untuk lebih jelasnya tentang hal tersebut. Yukz, langsung cek pemaparan dari RATU EKA BKJ yang di bawah Guys! Cekidot.
Sejarah Linguistik Terapan
Munculnya kajian Linguistik Terapan dikarenakan, ada berbagai kebutuhan praktis dalam penggunaan bahasa. Pada awal perkembangannya, berkaitan erat dengan pengajaran bahasa. Terutama, pada pengajaran bahasa asing. Pada pertengahan abad ke-20, penelitian mengenai pembelajaran bahasa berkembang pesat. Salah satu bidang yang mendapat perhatian besar yaitu, Pengajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing atau bahasa kedua.
Pada progresnya, Linguistik Terapan tidak lagi terbatas pada pengajaran bahasa. Tetapi, bidangnya berkembang ke banyak topik. Diantaranya seperti: pemerolehan bahasa, pembelajaran bahasa, penerjemahan, analisis wacana, komunikasi, kebijakan bahasa, perencanaan bahasa, bahasa untuk tujuan khusus, literasi, linguistik forensik, bahasa dan teknologi, komunikasi profesional, dan berbagai persoalan bahasa lainnya. Dengan demikian, kajian ini semakin multidisipliner.
Linguistik Terapan (Applied Linguistics) merupakan, salah satu cabang Ilmu Linguistik yang mengalami perkembangan cukup panjang. Kemunculannya tidak terlepas dari kebutuhan manusia untuk memahami, mempelajari, mengajarkan, menggunakan, dan memecahkan berbagai persoalan. Berkaitan dengan bahasa, dalam kehidupan nyata. Pada awal perkembangannya, Linguistik lebih banyak berfokus pada kajian bahasa sebagai suatu sistem. Misalnya seperti bunyi bahasa, pembentukan kata, struktur kalimat, dan makna.
Akan tetapi seiring perkembangan zaman, muncul kebutuhan untuk menerapkan pengetahuan Linguistik dalam berbagai bidang kehidupan. Misalnya seperti bagaimana bahasa diajarkan kepada peserta didik, bagaimana seseorang mempelajari bahasa asing, bagaimana bahasa digunakan dalam komunikasi, bagaimana menerjemahkan suatu bahasa ke bahasa lain, serta bagaimana mengatasi permasalahan komunikasi dalam masyarakat. Kebutuhan tersebut kemudian, mendorong lahirnya Linguistik Terapan. Tentunya, sebagai bidang kajian yang menghubungkan teori-teori kebahasaan dengan persoalan praktis di masyarakat.
Secara historis, perkembangan studi ini tidak berlangsung dalam satu waktu atau peristiwa saja. Tapi, berkembang secara bertahap. Mulai dari penerapan pengetahuan bahasa dalam pendidikan, pengajaran bahasa secara ilmiah, pembentukan Linguistik Terapan sebagai disiplin akademik. Hingga perkembangannya menjadi, ilmu multidisipliner. Mencakup teknologi bahasa, penerjemahan, kebijakan bahasa, komunikasi, dan kecerdasan buatan. So, untuk lebih jelasnya berikut tahapan Sejarah Perkembangan dari Linguistik Terapan, antara lain:
Masa Awal Penerapan Ilmu Bahasa (Sebelum Abad ke 19).
Masa Perintisan Linguistik Terapan (Abad ke-19 hingga Awal Abad ke 20).
Masa Pengaruh Strukturalisme dan Linguistik Deskriptif (1920-1940an).
Masa Perkembangan Linguistik Terapan pada Perang Dunia II (1940-1950an).
Masa Pembentukan Linguistik Terapan sebagai Disiplin Ilmu (1950-1960an).
Masa Perluasan Kajian dan Perkembangan Sosiolinguistik (1970an).
Masa Perkembangan Pendekatan Komunikatif dan Multidisipliner (1980an).
Masa Globalisasi dan Perkembangan Linguistik Terapan Modern (1990-2000an).
Masa Linguistik Terapan Kontemporer dan Era Digital (2010an hingga Sekarang).
Tahapan Sejarah Perkembangan Linguistik Terapan
Linguistik Terapan memiliki, sejarah panjang dari masa ke masa. Mulai awal bermunculannya, hingga sekarang era kontemporer. Digagas oleh beberapa tokoh, yang memikirkan kajian bahasa. Berawal dari konsep, hingga menjadi teori yang ilmiah. Terdapat tahapan runtut dari sejarah perkembangannya, sebagai berikut:
Masa Awal Penerapan Ilmu Bahasa (Sebelum Abad Ke 19)
Tahap pertama merupakan, masa ketika pengetahuan tentang bahasa mulai digunakan untuk memenuhi kebutuhan praktis manusia. Meskipun istilah Linguistik Terapan belum dikenal, dan belum terbentuk sebagai disiplin ilmu tersendiri. Pada masa ini, manusia telah menyadari bahwa bahasa mempunyai peranan penting dalam kehidupan. Terutama untuk berkomunikasi, menyampaikan pengetahuan, menjalankan kegiatan keagamaan, melakukan perdagangan, serta menyelenggarakan pendidikan. Kajian bahasa pada masa tersebut, lebih banyak diarahkan pada penyusunan tata bahasa, pembelajaran bahasa, penafsiran teks, dan pemeliharaan bahasa.
Perkembangan Kajian Bahasa Pada Masa Yunani Kuno
Pada masa Yunani Kuno, para Filsuf mulai mempelajari hubungan antara bahasa, pikiran, dan realitas. Tokoh-tokoh seperti Plato dan Aristoteles, memberikan pemikiran penting mengenai hakikat bahasa. Plato membahas, hubungan antara nama dan benda yang dinamai. Sedangkan, Aristoteles mengkaji hubungan antara bahasa, pemikiran, dan logika. Pemikiran mereka, menjadi salah satu dasar perkembangan ilmu bahasa. Khususnya dalam bidang filsafat bahasa, semantik, dan tata bahasa. Pengetahuan tersebut, kemudian dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan berbicara, berargumentasi, menyusun pidato, dan memahami teks.
Perkembangan Tata Bahasa Dalam Tradisi India
Selain Yunani, perkembangan kajian bahasa juga berlangsung di India Kuno. Salah satu tokoh penting adalah, Pāṇini. Dia menyusun karya “Aṣṭādhyāyī”, yaitu sistem tata bahasa Sanskerta yang sangat terstruktur. Karya tersebut menjelaskan, aturan pembentukan kata dan struktur bahasa Sanskerta secara sistematis. Pemikiran Pāṇini memiliki kontribusi besar, terhadap perkembangan Ilmu Linguistik. Karena, memperlihatkan bahwa bahasa dapat dianalisis melalui seperangkat aturan yang terorganisasi.
Penggunaan Bahasa Dalam Pendidikan dan Keagamaan
Pada masa berikutnya, pengetahuan bahasa digunakan untuk kepentingan pendidikan dan keagamaan. Bahasa Latin, Yunani, Sansekerta, dan bahasa Arab dipelajari. Guna untuk memahami kitab suci, karya sastra, filsafat, serta berbagai dokumen penting. Pembelajaran bahasa biasanya berfokus pada penguasaan kosakata, penghafalan tata bahasa, penerjemahan teks, pembacaan dan pemahaman tulisan, penguasaan kemampuan menulis dan berbicara. Dalam perkembangannya, praktik-praktik tersebut menjadi salah satu landasan historis. Bagi munculnya pengajaran bahasa, sebagai bidang penting dalam Linguistik Terapan. Ciri utamanya, pengetahuan bahasa masih digunakan secara praktis dan belum menjadi disiplin Linguistik Terapan yang mandiri. Fokus utamanya pada tata bahasa, pendidikan, penerjemahan, dan penafsiran teks.
Masa Perintisan Linguistik Terapan (Abad Ke 19 Hingga Awal Abad Ke 20)
Tahap kedua merupakan, masa ketika kajian bahasa berkembang semakin sistematis. Terlebih, mulai diarahkan untuk menjawab kebutuhan pendidikan serta pembelajaran bahasa. Pada abad ke 19, Ilmu Linguistik mengalami perkembangan pesat. Melalui, munculnya Linguistik Historis-Komparatif. Para ahli, mulai membandingkan berbagai bahasa. Guna untuk mengetahui hubungan kekerabatan, perubahan bunyi, dan perkembangan bahasa dari masa ke masa. Perkembangan tersebut, memberikan dasar ilmiah bagi pemahaman bahasa.
Munculnya Linguistik Historis-Komparatif
Pada masa ini, para Tokoh Ahli bahasa melakukan penelitian terhadap berbagai bahasa. Khususnya, tentang bahasa-bahasa Indo-Eropa. Mereka berusaha menemukan, persamaan dan perbedaan bahasa. Melalui perbandingan kosakata, bunyi, serta struktur gramatikal. Perkembangan tersebut, membuat kajian bahasa semakin ilmiah dan sistematis. Tokoh-tokoh yang berpengaruh, antara lain:
Franz Bopp : Mengembangkan kajian perbandingan tata bahasa, pada bahasa-bahasa Indo-Eropa.
Jacob Grimm : Mengembangkan kajian perubahan bunyi, dalam bahasa-bahasa Jermanik.
August Schleicher : Mengembangkan pemikiran mengenai, hubungan kekerabatan dan perkembangan bahasa.
Berkembangnya Metode Pengajaran Bahasa
Pada abad ke 19, metode pengajaran bahasa asing yang banyak digunakan adalah Grammar Translation Method (Metode Tata Bahasa-Terjemahan). Metode ini menekankan, penguasaan aturan tata bahasa dan penerjemahan teks dari satu bahasa ke bahasa lainnya. Contoh: Ketika seseorang mempelajari bahasa Inggris, Peserta Didik diminta untuk melakukan beberapa hal. Diantaranya seperti menghafalkan kosakata bahasa Inggris, memahami rumus tata bahasa, menerjemahkan kalimat bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, menerjemahkan teks bahasa Indonesia ke bahasa Inggris, mempelajari aturan pembentukan kalimat. Metode tersebut memperlihatkan bahwa, pengetahuan Linguistik mulai diterapkan secara langsung dalam proses pendidikan bahasa.
Munculnya Pembaruan Dalam Pengajaran Bahasa
Menjelang akhir abad ke 19, muncul kritik terhadap metode tata bahasa-terjemahan. Karena, dianggap kurang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menggunakan bahasa secara langsung dalam komunikasi. Salah satu tokoh yang berpengaruh adalah, Henry Sweet. Dia memberikan perhatian besar terhadap fonetik, tata bahasa, dan pengajaran bahasa. Pemikirannya, turut mendorong perkembangan pendekatan pengajaran bahasa. Tentunya, yang lebih memperhatikan bunyi dan penggunaan bahasa secara nyata. Pada masa ini, juga berkembang gerakan reformasi pengajaran bahasa yang menekankan kemampuan berbicara dan mendengarkan. Ciri utamanya, kajian bahasa mulai dikembangkan secara ilmiah dan diterapkan dalam pendidikan. Pengajaran bahasa menjadi, salah satu bidang penerapan pengetahuan Linguistik yang semakin penting.
Masa Pengaruh Strukturalisme dan Linguistik Deskriptif (1920-1940an)
Tahap ketiga ditandai oleh, perkembangan Linguistik Struktural. Memberikan pengaruh besar terhadap, cara manusia memahami dan mempelajari bahasa. Pada masa ini, bahasa mulai dipandang sebagai sistem yang tersusun atas unsur-unsur saling berhubungan. Setiap unsur bahasa mempunyai, fungsi dan hubungan tertentu dengan unsur lainnya. Perkembangan Strukturalisme, kemudian memberikan dasar yang lebih kuat. Bagi, analisis bahasa secara ilmiah dan penerapannya dalam pengajaran bahasa.
Pengaruh Pemikiran Ferdinand de Saussure
Salah satu tokoh penting dalam perkembangan Strukturalisme yaitu, Ferdinand de Saussure. Melalui karyanya “Course in General Linguistics” (1916), Saussure memperkenalkan sejumlah konsep penting, antara lain:
Langue : Sistem bahasa yang dimiliki, secara bersama oleh masyarakat.
Parole : Penggunaan bahasa secara, individual dalam komunikasi.
Signifier : Bentuk atau penanda bahasa.
Signified : Konsep atau petanda yang diwakili, oleh bentuk bahasa.
Sinkronis : Kajian bahasa pada, suatu masa tertentu.
Diakronis : Kajian perkembangan bahasa, dari waktu ke waktu.
Pemikiran Saussure membantu para ahli memahami bahwa, bahasa merupakan sistem tanda yang terorganisasi. Pada Linguistik Terapan, pemikiran ini dapat digunakan sebagai dasar. Guna, untuk memahami sistem bahasa yang harus dikuasai oleh pembelajar.
Perkembangan Linguistik Struktural di Amerika
Tokoh penting lainnya yakni, Leonard Bloomfield. Melalui bukunya “Language” (1933), Bloomfield mengembangkan pendekatan struktural dalam analisis bahasa. Ia menekankan, pentingnya pengamatan terhadap data bahasa yang dapat dianalisis secara sistematis. Pendekatan ini, berpengaruh terhadap perkembangan beberapa kajian. Diantaranya seperti: Analisis Fonologi, Morfologi, Sintaksis, Pengelompokan Struktur Bahasa, Penyusunan Materi Pembelajaran Bahasa.
Pengaruh Strukturalisme Terhadap Pengajaran Bahasa
Pendekatan Strukturalisme, memberikan pengaruh besar terhadap metode pengajaran bahasa. Terutama, dalam penyusunan materi pembelajaran berdasarkan pola-pola bahasa. Contoh: Peserta didik mempelajari, struktur kalimat bahasa Inggris. Diantaranya seperti Subject + Verb, Subject + Verb + Object, Subject + To Be + Complement. Pembelajaran kemudian, dilakukan melalui latihan pengulangan dan penguasaan pola kalimat. Pada masa ini, bahasa lebih banyak dipelajari melalui struktur dan pola gramatikal. Ciri utamanya, Linguistik berkembang sebagai ilmu yang mempelajari struktur bahasa secara sistematis. Pengetahuan struktural mulai diterapkan dalam pengembangan metode pengajaran, materi pembelajaran, dan analisis bahasa.
Masa Perkembangan Linguistik Terapan Pada Perang Dunia II (1940-1950an)
Tahap keempat merupakan, salah satu periode penting dalam sejarah Linguistik Terapan. Karena, kebutuhan praktis terhadap penguasaan bahasa meningkat secara signifikan selama Perang Dunia II. Perang Dunia II berlangsung pada 1939-1945, melibatkan banyak negara dengan bahasa yang berbeda-beda. Situasi tersebut, menyebabkan kebutuhan terhadap penerjemah, juru bahasa, ahli bahasa, dan tenaga yang mampu berkomunikasi menggunakan bahasa asing semakin meningkat. Bahasa tidak hanya, dibutuhkan untuk pendidikan. Tetapi juga untuk kepentingan militer, diplomasi, intelijen, dan komunikasi internasional.
Kebutuhan Penguasaan Bahasa Asing
Selama perang, berbagai negara membutuhkan personel yang mampu memahami bahasa negara lain. Misalnya: Amerika Serikat membutuhkan tenaga yang mampu menguasai bahasa Jepang, Jerman, Rusia, dan berbagai bahasa lainnya. Kebutuhan tersebut, mendorong pengembangan program pembelajaran bahasa secara intensif. Pembelajaran bahasa dilakukan, dengan waktu yang relatif singkat. Tetapi, harus menghasilkan kemampuan berbahasa yang memadai.
Berkembangnya Army Specialized Training Program
Pada negara Amerika Serikat, salah satu program yang berkaitan dengan kebutuhan tersebut ialah, Army Specialized Training Program (ASTP). Program ini memberikan pelatihan bahasa asing, secara intensif kepada Personel Militer. Pembelajaran lebih menekankan kemampuan mendengarkan, berbicara, pelafalan, kosakata, memahami komunikasi lisan, penggunaan pola kalimat. Pengajaran dilakukan melalui latihan berulang, praktik percakapan, dan pembiasaan menggunakan bahasa sasaran.
Munculnya Pendekatan Pengajaran Bahasa Secara Intensif
Kebutuhan selama perang, mendorong perkembangan metode pembelajaran yang dikenal sebagai Army Method. Metode ini kemudian, menjadi salah satu landasan perkembangan Audiolingual Method. Pada pendekatan ini, bahasa dipandang sebagai kebiasaan yang dapat dibentuk melalui latihan secara terus-menerus. Contohnya: Guru memberikan pola kalimat, sebagai berikut:
Teacher = I am a Student
Student = I am a Student
Teacher = He is a Student
Student = He is a Student
Latihan seperti ini bertujuan, membiasakan peserta didik menggunakan pola bahasa secara tepat.
Hubungan Dengan Linguistik Terapan
Periode ini memperlihatkan bahwa, Ilmu Linguistik mempunyai manfaat langsung dalam menyelesaikan persoalan kehidupan. Para Ahli mulai menyadari bahwa, teori bahasa dapat digunakan untuk merancang program pembelajaran, mengembangkan materi ajar, dan meningkatkan kemampuan komunikasi. Ciri utamanya, Linguistik semakin banyak diterapkan untuk memenuhi kebutuhan praktis. Terutama dalam pengajaran bahasa asing secara intensif, penerjemahan, dan komunikasi lintas bahasa.
Masa Pembentukan Linguistik Terapan Sebagai Disiplin Ilmu (1950-1960an)
Tahap kelima merupakan, periode yang sangat penting. Karena, Linguistik Terapan mulai berkembang sebagai bidang akademik yang mempunyai identitas tersendiri. Sebelum periode ini, penerapan Ilmu Linguistik dalam pendidikan dan pembelajaran bahasa memang sudah dilakukan. Namun, penerapannya belum sepenuhnya dipandang sebagai disiplin ilmu yang berdiri sendiri. Pada 1950an hingga 1960an, keadaan tersebut mulai berubah.
Berkembangnya Linguistik Terapan di Lingkungan Akademik
Salah satu perkembangan penting ialah, berdirinya School of Applied Linguistics di University of Edinburgh pada 1958. Perkembangan ini, menjadi salah satu tonggak. Bagi pelembagaan Linguistik Terapan, sebagai bidang kajian akademik. Mulai memperoleh perhatian, sebagai bidang yang menghubungkan teori Linguistik dengan kebutuhan praktis masyarakat. Kajian yang berkembang pada masa ini berkaitan dengan pengajaran bahasa asing, pembelajaran bahasa kedua, analisis bahasa, penerjemahan, penyusunan bahan ajar, analisis kesalahan berbahasa.
Pengaruh Charles C. Fries
Charles C. Fries merupakan, salah satu tokoh penting dalam perkembangan pengajaran bahasa berdasarkan Linguistik Struktural. Melalui karyanya, “Teaching and Learning English as a Foreign Language” (1945). Fries menekankan, pentingnya analisis struktur bahasa dalam pengajaran bahasa asing. Ia berpandangan bahwa, penguasaan pola bahasa merupakan bagian penting dalam pembelajaran bahasa. Pemikirannya memberikan kontribusi terhadap, perkembangan metode pengajaran bahasa yang sistematis.
Pengaruh Robert Lado
Robert Lado juga menjadi tokoh penting, dalam perkembangan Linguistik Terapan. Melalui bukunya “Linguistics Across Cultures” (1957), Lado mengembangkan gagasan mengenai Analisis Kontrastif. Yaitu, pendekatan yang membandingkan dua bahasa untuk mengetahui persamaan dan perbedaan di antara keduanya. Tujuannya, memperkirakan bagian-bagian bahasa yang berpotensi menimbulkan kesulitan bagi pembelajar. Contoh: Penutur bahasa Indonesia yang belajar bahasa Inggris, mungkin mengalami kesulitan dalam penggunaan to be, karena struktur kedua bahasa tersebut berbeda. Dengan membandingkan kedua bahasa, Guru dapat memperkirakan kesulitan pembelajaran dan merancang materi yang sesuai.
Berkembangnya Analisis Kontrastif
Analisis Kontrastif menjadi, salah satu pendekatan penting. Tentunya, dalam Linguistik Terapan di periode ini. Pendekatan tersebut, memiliki beberapa tujuan. Diantaranya seperti: Mengidentifikasi persamaan dan perbedaan antara bahasa pertama dan bahasa kedua, memperkirakan kesulitan yang mungkin dialami pembelajar, membantu Guru menyusun materi pembelajaran, mengembangkan strategi pengajaran sesuai, memahami pengaruh bahasa pertama terhadap pembelajaran bahasa kedua. Meskipun berlanjut mendapat kritik, karena tidak semua kesalahan pembelajar dapat diprediksi melalui perbandingan dua bahasa. Analisis Kontrastif tetap memberikan sumbangan penting, dalam sejarah Linguistik Terapan. Ciri utamanya, Linguistik Terapan mulai dilembagakan sebagai bidang akademik. Tentunya dengan perhatian terhadap pengajaran bahasa, analisis kontrastif, pembelajaran bahasa kedua, dan penerapan teori Linguistik dalam pendidikan.
Masa Perluasan Kajian dan Perkembangan Sosiolinguistik (1970-an)
Pada tahun 1970-an, Linguistik Terapan mengalami perluasan kajian yang cukup besar. Jika sebelumnya perhatian lebih banyak diarahkan pada, struktur bahasa dan pengajaran bahasa. Pada periode ini, para Ahli mulai memberikan perhatian terhadap hubungan bahasa dengan masyarakat, budaya, identitas, dan konteks komunikasi. Muncul pemahaman bahwa, kemampuan berbahasa tidak cukup hanya dengan menguasai tata bahasa. Seseorang juga harus memahami tentang, bagaimana bahasa digunakan sesuai dengan situasi dan lingkungan sosial.
Pengaruh Perkembangan Sosiolinguistik
Sosiolinguistik merupakan, bidang ilmu yang mempelajari hubungan antara bahasa dan masyarakat. Beberapa tokoh yang berpengaruh, antara lain: Dell Hymes, William Labov, Joshua Fishman. Para tokoh tersebut mengembangkan pemahaman bahwa, penggunaan bahasa dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial. Diantaranya seperti usia, jenis hubungan antar pembicara, lingkungan, kelas sosial, dan situasi komunikasi.
Munculnya Konsep Kompetensi Komunikatif
Salah satu kontribusi penting Dell Hymes yaitu, konsep Communicative Competence (Kompetensi Komunikatif). Konsep ini muncul sebagai, perluasan dari pandangan kompetensi kebahasaan yang sebelumnya banyak dikaitkan dengan penguasaan struktur bahasa. Menurut Hymes, seseorang tidak cukup hanya mengetahui aturan tata bahasa. Tetapi, juga harus mengetahui bagaimana menggunakan bahasa secara tepat dalam konteks sosial. Contohnya: Seseorang yang mempelajari bahasa Inggris mungkin mampu menyusun kalimat, "Can you open the door?". Namun, ia juga perlu mengetahui kapan, kepada siapa, dan bagaimana kalimat tersebut digunakan agar sesuai dengan situasi komunikasi. Dengan demikian, kemampuan berbahasa mencakup ketepatan tata bahasa. Sekaligus, keselarasan penggunaan bahasa dalam masyarakat.
Berkembangnya Kajian Variasi Bahasa
Pada periode ini, Linguistik Terapan semakin memperhatikan variasi bahasa. Variasi bahasa dapat muncul berdasarkan wilayah geografis, kelompok sosial, usia penutur, lingkungan pekerjaan, situasi formal dan informal, latar belakang budaya. Contoh: Bahasa yang digunakan Murid, ketika berbicara dengan teman sebaya. Tentunya, dapat berbeda dengan bahasa yang digunakan ketika berbicara kepada Guru. Kajian ini penting untuk, memahami penggunaan bahasa dalam pendidikan dan komunikasi masyarakat.
Perluasan Bidang Linguistik Terapan
Pada tahun 1970an, Linguistik Terapan mulai berkembang ke berbagai bidang. Diantaranya seperti: Perencanaan dan Kebijakan Bahasa, Pengajaran Bahasa Kedua, Analisis Wacana, Sosiolinguistik, Pemerolehan Bahasa, Komunikasi Antar Budaya, Perencanaan Kurikulum Bahasa. Ciri utamanya, Linguistik Terapan mulai memperhatikan bahasa dalam konteks sosial dan budaya. Kemampuan berbahasa tidak lagi, dipahami hanya sebagai penguasaan tata bahasa. Tetapi, juga sebagai kemampuan berkomunikasi secara tepat sesuai situasi.
Masa Perkembangan Pendekatan Komunikatif dan Multidisipliner (1980an)
Pada tahun 1980an, Linguistik Terapan mengalami perkembangan yang semakin luas. Perhatian para Ahli tidak hanya, diarahkan pada sistem bahasa dan faktor sosial. Tetapi juga pada proses pembelajaran, kebutuhan peserta didik, dan penggunaan bahasa untuk tujuan komunikasi. Pada tahap ini, Pendekatan Komunikatif memperoleh perhatian besar dalam pengajaran bahasa.
Berkembangnya Communicative Language Teaching
Communicative Language Teaching (CLT) merupakan, pendekatan pengajaran bahasa yang menekankan kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa sasaran. Pendekatan ini berkembang sebagai, respons terhadap metode pengajaran yang terlalu menekankan hafalan dan latihan pola kalimat. Pada CLT, peserta didik didorong untuk menggunakan bahasa dalam situasi komunikasi yang nyata, atau menyerupai kehidupan sehari-hari. Contoh: Kegiatan pembelajaran melakukan percakapan, berdiskusi dalam kelompok, bermain peran, melakukan wawancara, menyampaikan pendapat, menceritakan pengalaman. Melalui kegiatan tersebut, Peserta Didik tidak hanya belajar tentang bahasa. Tetapi, juga belajar menggunakan bahasa.
Pengaruh H. G. Widdowson
Henry G. Widdowson merupakan, salah satu tokoh penting dalam perkembangan Linguistik Terapan modern. Melalui bukunya, “Teaching Language as Communication” (1978). Widdowson menekankan, pentingnya memahami bahasa sebagai sarana komunikasi. Ia membedakan antara penguasaan bentuk bahasa, dan kemampuan menggunakan bahasa dalam kegiatan komunikasi. Pemikirannya memberikan pengaruh terhadap, Pendekatan Komunikatif dan perkembangan pengajaran bahasa yang berorientasi pada penggunaan bahasa secara nyata.
Berkembangnya Task-Based Language Teaching
Selain CLT, berkembang pula pendekatan Task-Based Language Teaching (TBLT). Pendekatan ini menempatkan, tugas atau kegiatan komunikatif sebagai pusat pembelajaran. Contoh: Peserta didik diminta membuat rencana perjalanan, menggunakan Bahasa Inggris. Guna, untuk menyelesaikan tugas tersebut. Maka, mereka harus melakukan berdiskusi, bertanya dan menjawab, menyampaikan pendapat, menyusun informasi, menggunakan kosakata yang sesuai, membuat keputusan bersama. Bahasa dipelajari melalui, proses penyelesaian tugas yang mempunyai tujuan komunikasi.
Linguistik Terapan Menjadi Semakin Multidisipliner
Pada periode ini, Linguistik Terapan semakin banyak berhubungan dengan ilmu lain. Diantaranya seperti: Psikologi (untuk memahami proses pemerolehan dan pembelajaran bahasa, Pendidikan (untuk mengembangkan metode dan kurikulum pembelajaran), Sosiologi (untuk memahami penggunaan bahasa dalam masyarakat), Antropologi (untuk memahami hubungan bahasa dengan budaya), Komunikasi (untuk memahami proses penyampaian pesan), Ilmu Penerjemahan (untuk mengembangkan strategi pengalihan makna antar bahasa). Dengan demikian, Linguistik Terapan semakin berkembang menjadi bidang ilmu yang tidak hanya mengandalkan teori Linguistik. Tetapi, juga memanfaatkan pengetahuan dari berbagai disiplin keilmuan. Ciri utamanya Pendekatan Komunikatif semakin berkembang, pembelajaran bahasa berorientasi pada penggunaan bahasa dalam kehidupan nyata, dan semakin bersifat multidisipliner.
Masa Globalisasi dan Perkembangan Linguistik Terapan Modern (1990-2000an)
Pada tahun 1990an hingga 2000an, perkembangan globalisasi dan teknologi informasi membawa perubahan besar terhadap Linguistik Terapan. Hubungan antarnegara semakin berkembang, mobilitas manusia makin meningkat, dan kebutuhan untuk menggunakan bahasa internasional terus tinggi. Bahasa menjadi sarana utama dalam pendidikan internasional, perdagangan, diplomasi, teknologi, dan komunikasi global. Perkembangan tersebut membuat ruang lingkup Linguistik Terapan semakin luas.
Pengaruh Globalisasi Terhadap Penggunaan Bahasa
Globalisasi menyebabkan interaksi antar penutur bahasa yang berbeda, semakin sering terjadi. Bahasa Inggris semakin banyak digunakan sebagai, bahasa komunikasi internasional dalam berbagai bidang. Kondisi ini, meningkatkan kebutuhan terhadap pembelajaran bahasa asing, penerjemahan dan interpretasi, pengajaran bahasa untuk tujuan khusus, komunikasi antar budaya, pengembangan kurikulum bahasa, pengujian dan evaluasi kemampuan berbahasa. Linguistik Terapan kemudian berperan dalam, membantu manusia menghadapi kebutuhan komunikasi lintas bahasa dan budaya.
Berkembangnya English for Specific Purposes (ESP)
Salah satu perkembangan penting pada periode ini yakni, semakin kuatnya perhatian terhadap English for Specific Purposes (ESP). ESP merupakan, pembelajaran Bahasa Inggris yang dirancang berdasarkan kebutuhan khusus Peserta Didik. Bahasa Inggris tidak hanya, diajarkan secara umum. Tetapi, juga disesuaikan dengan bidang pekerjaan, pendidikan, dan profesi tertentu. Contoh: English for Business (Bahasa Inggris untuk dunia bisnis), English for Tourism (Bahasa Inggris untuk pariwisata), English for Nursing (Bahasa Inggris untuk bidang keperawatan), English for Engineering (Bahasa Inggris untuk bidang teknik), English for Academic Purposes (Bahasa Inggris untuk kepentingan akademik). Perkembangan ESP menunjukkan bahwa, Linguistik Terapan berusaha menghubungkan pembelajaran bahasa dengan kebutuhan nyata pengguna bahasa.
Berkembangnya Computer-Assisted Language Learning (CALL)
Kemajuan teknologi komputer mulai memberikan pengaruh besar, terhadap pembelajaran bahasa. Muncul konsep, Computer-Assisted Language Learning (CALL). Yaitu, pemanfaatan komputer sebagai media untuk membantu proses pembelajaran bahasa. Contoh: Pembelajaran kosakata melalui perangkat lunak, latihan tata bahasa menggunakan komputer, mendengarkan rekaman percakapan, menonton video pembelajaran bahasa, melakukan latihan pengucapan, menggunakan internet untuk mengakses materi bahasa. CALL membuka kesempatan, bagi Peserta Didik. Guna, untuk belajar secara lebih fleksibel dan mandiri.
Berkembangnya Korpus Linguistik
Perkembangan teknologi komputer juga mendorong, kemajuan Corpus Linguistics (Linguistik Korpus). Merupakan, kajian bahasa berdasarkan kumpulan data bahasa yang dikumpulkan dan dianalisis secara sistematis. Data tersebut dapat berupa teks tertulis, artikel berita, buku, percakapan, transkrip wawancara, dokumen akademik. Korpus membantu Peneliti, mengetahui bagaimana bahasa benar-benar digunakan dalam kehidupan. Korpus dapat dimanfaatkan untuk menyusun kamus, mengembangkan bahan ajar, meneliti penggunaan kosakata, menganalisis pola gramatikal, mengidentifikasi kesalahan pembelajar, menyusun materi bahasa berdasarkan penggunaan nyata.
Berkembangnya Kajian Pemerolehan Bahasa Kedua
Pada periode ini, kajian pemerolehan bahasa kedua atau Second Language Acquisition (SLA) semakin berkembang. Para Peneliti berusaha memahami, bagaimana seseorang memperoleh bahasa selain bahasa pertamanya. Kajian tersebut meliputi pengaruh bahasa pertama, peran lingkungan pembelajaran, pengaruh motivasi, peran interaksi, proses pembentukan bahasa antara (interlanguage), perkembangan kemampuan berbahasa. Hasil penelitian SLA kemudian digunakan, untuk memperbaiki strategi pengajaran bahasa. Ciri utamanya, globalisasi memperluas kebutuhan komunikasi lintas bahasa. Sementara perkembangan komputer dan internet, mendorong lahirnya pembelajaran bahasa berbasis teknologi, linguistik korpus, dan pengajaran bahasa untuk tujuan khusus.
Masa Linguistik Terapan Kontemporer dan Era Digital (2010an Hingga Sekarang)
Tahap kesembilan merupakan, perkembangan Linguistik Terapan pada era kontemporer. Khususnya, sejak tahun 2010an hingga sekarang. Pada periode ini, Linguistik Terapan berkembang semakin luas. Karena dipengaruhi oleh kemajuan teknologi digital, internet, kecerdasan buatan, dan perubahan pola komunikasi masyarakat. Bahasa tidak hanya dipelajari melalui, buku dan ruang kelas. Tetapi juga melalui aplikasi digital, media sosial, platform pembelajaran daring, mesin penerjemah, dan sistem kecerdasan buatan. Linguistik Terapan semakin berperan dalam, menghubungkan ilmu bahasa dengan teknologi modern serta berbagai persoalan komunikasi manusia.
Perkembangan Pembelajaran Bahasa Berbasis Digital
Teknologi digital telah mengubah, cara manusia mempelajari bahasa. Jika sebelumnya pembelajaran lebih banyak dilakukan, melalui buku dan tatap muka. Sekarang, pembelajaran dapat dilakukan melalui berbagai platform digital. Contohnya: Aplikasi pembelajaran bahasa, video pembelajaran, kelas daring, podcast berbahasa asing, platform latihan percakapan, media sosial sebagai sumber belajar bahasa. Pembelajaran menjadi lebih fleksibel. Karena, dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Selain itu, teknologi memungkinkan Peserta Didik memperoleh materi sesuai dengan tingkat kemampuan dan kebutuhan masing-masing.
Perkembangan Natural Language Processing (NLP)
Salah satu bidang yang sangat berpengaruh terhadap Linguistik Terapan kontemporer adalah, Natural Language Processing (NLP) atau pemrosesan bahasa alami. NLP merupakan, bidang yang menggabungkan ilmu komputer, kecerdasan buatan, dan ilmu bahasa. Guna, untuk memungkinkan komputer memahami, menganalisis, serta menghasilkan bahasa manusia. Penerapan NLP dapat ditemukan, dalam berbagai teknologi. Diantaranya seperti: Mesin penerjemah otomatis, pemeriksa tata bahasa, pengenalan suara, analisis sentimen, Chatbot, ringkasan teks otomatis, pencarian informasi berdasarkan bahasa alami. Contohnya: Ketika seseorang menggunakan aplikasi penerjemah, untuk menerjemahkan kalimat Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris, sistem tersebut memproses bahasa manusia menggunakan teknologi komputasi. Hal ini menunjukkan bahwa, pengetahuan Linguistik semakin banyak diterapkan dalam pengembangan Teknologi Komunikasi.
Berkembangnya Machine Translation
Machine Translation (Penerjemahan Mesin) merupakan, teknologi yang memungkinkan penerjemahan suatu bahasa ke bahasa lain secara otomatis. Perkembangan teknologi ini membantu, manusia mengatasi hambatan komunikasi antar bahasa. Contohnya: Google Translate, DeepL, Microsoft Translator, Sistem penerjemahan otomatis berbasis kecerdasan buatan. Pada Linguistik Terapan, penerjemahan mesin juga menjadi objek penelitian. Guna untuk memahami ketepatan makna, struktur kalimat, konteks, dan kesesuaian budaya dalam hasil terjemahan.
Perkembangan Artificial Intelligence Dalam Pembelajaran Bahasa
Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), menjadi salah satu perkembangan paling berpengaruh dalam Linguistik Terapan masa kini. AI memungkinkan terciptanya sistem pembelajaran, yang lebih interaktif dan adaptif. Contoh pemanfaatannya, antara lain:
Chatbot Pembelajaran Bahasa = Peserta didik dapat melakukan percakapan, dengan sistem AI. Guna, untuk melatih kemampuan berbicara dan menulis.
Pemeriksaan Tata Bahasa Otomatis = AI dapat membantu mengidentifikasi kesalahan tata bahasa, dan memberikan saran perbaikan.
Penerjemahan Otomatis = AI membantu menerjemahkan teks, dari satu bahasa ke bahasa lainnya.
Pengenalan Suara = Teknologi dapat mengenali ucapan manusia, dan mengubahnya menjadi teks.
Pembelajaran Adaptif = Sistem dapat memberikan materi berdasarkan, kemampuan dan perkembangan Peserta Didik.
Pembuatan Materi Pembelajaran = AI dapat membantu Guru menyusun latihan kosakata, teks bacaan, soal, dan aktivitas pembelajaran. Meskipun demikian, penggunaan AI tetap membutuhkan pengawasan manusia. Terutama dalam hal ketepatan makna, konteks budaya, keakuratan informasi, dan etika penggunaan teknologi.
Perkembangan Kajian Bahasa di Media Sosial
Media sosial juga menjadi objek kajian penting, dalam Linguistik Terapan kontemporer. Masyarakat menggunakan bahasa, melalui berbagai platform. Misalnya seperti Instagram, TikTok, Facebook, WhatsApp, dan Twitter. Penggunaan bahasa dalam media sosial, memperlihatkan munculnya berbagai fenomena kebahasaan. Diantaranya seperti: Singkatan dan akronim, bahasa gaul, campur kode, alih kode, bahasa informal, istilah baru, penggunaan emoji sebagai pendukung komunikasi, perubahan makna kata. Contohnya: Penggunaan istilah seperti healing, overthinking, relate, dan random dalam percakapan masyarakat Indonesia memperlihatkan adanya pengaruh bahasa asing terhadap perkembangan kosakata bahasa Indonesia. Fenomena tersebut dapat dikaji melalui sosiolinguistik, pragmatik, analisis wacana digital, dan kajian komunikasi.
Perkembangan Kebijakan dan Perencanaan Bahasa
Selain teknologi, Linguistik Terapan kontemporer juga memberikan perhatian terhadap kebijakan bahasa dan pelestarian bahasa. Hal ini penting karena, globalisasi dapat mempengaruhi keberadaan bahasa-bahasa daerah dan bahasa minoritas. Kajian ini mencakup pelestarian bahasa daerah, revitalisasi bahasa yang terancam punah, pengembangan bahasa nasional, perencanaan bahasa dalam pendidikan, penggunaan bahasa dalam administrasi pemerintahan, pengembangan literasi masyarakat. Pada konteks Indonesia, Linguistik Terapan dapat digunakan untuk mendukung pengajaran bahasa Indonesia, pembelajaran bahasa asing, serta pelestarian bahasa daerah.
Tantangan Linguistik Terapan Pada Masa Sekarang
Meskipun mengalami kemajuan, Linguistik Terapan juga menghadapi berbagai tantangan baru. Beberapa tantangan tersebut, antara lain:
Ketepatan Penggunaan AI = Teknologi AI terkadang menghasilkan terjemahan atau informasi, yang tidak sesuai dengan konteks sebenarnya.
Pelestarian Bahasa Daerah = Banyak bahasa daerah menghadapi tantangan, karena berkurangnya jumlah penutur aktif terutama generasi muda.
Kesalahpahaman Komunikasi Digital = Komunikasi melalui pesan singkat, dapat menimbulkan perbedaan interpretasi. Karena, tidak selalu disertai intonasi dan ekspresi wajah.
Ketimpangan Akses Pendidikan Bahasa = Tidak semua masyarakat memiliki akses yang sama, terhadap teknologi dan fasilitas pembelajaran bahasa.
Etika Penggunaan Bahasa = Penggunaan bahasa dalam media sosial, juga menimbulkan persoalan. Misalnya seperti ujaran kebencian, perundungan siber, dan penyebaran informasi yang menyesatkan.
Ciri utamanya, Linguistik Terapan berkembang menjadi bidang multidisipliner yang memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan. Guna untuk menyelesaikan persoalan bahasa, komunikasi, pendidikan, penerjemahan, serta pelestarian bahasa.
Ringkasan
Tokoh-Tokoh Penting Dalam Sejarah Perkembangan Linguistik Terapan
Linguistik Terapan dalam sejarah perkembangannya, memiliki tokoh-tokoh yang penting. Tentunya, yang mencetuskan dan membuat kajian kebahasaan menjadi ilmiah. Studi bahasa yang kini dinikmati, secara akademis maupun praktis. Terdapat pemikiran spesifik dari tiap tokoh, sebagai berikut:
Perlu diperhatikan bahwa, tidak semua tokoh tersebut merupakan pendiri Linguistik Terapan. Sebagian merupakan tokoh Linguistik Umum, Sosiolinguistik, Pemerolehan Bahasa. Pemikirannya, memberikan pengaruh terhadap perkembangan Linguistik Terapan.
Perkembangan Ruang Lingkup Linguistik Terapan Masa Ke Masa
Selain mengalami perkembangan secara historis, Linguistik Terapan juga mengalami perubahan dalam ruang lingkup kajiannya. Pada awal kemunculannya, Linguistik Terapan lebih banyak berhubungan dengan pendidikan dan pengajaran bahasa. Namun, sekarang bidang ini telah mencakup berbagai persoalan bahasa dalam kehidupan manusia. So, berikut perkembangan ruang lingkupnya, antara lain:
Masa Awal : Pendidikan dan Tata Bahasa
Pengajaran bahasa, tata bahasa, penerjemahan, dan penafsiran teks.Masa Pertengahan : Pembelajaran dan Pemerolehan Bahasa
Analisis kontrastif, analisis kesalahan, pembelajaran bahasa kedua, dan kompetensi komunikatif.Masa Modern : Bahasa dan Masyarakat
Sosiolinguistik, pragmatik, analisis wacana, kebijakan bahasa, dan komunikasi antar budaya.Masa Globalisasi : Bahasa dan Teknologi
Linguistik korpus, ESP, CALL, penerjemahan, dan pembelajaran daring.Masa Kontemporer : Bahasa dan Kecerdasan Buatan
NLP, AI, pengenalan suara, penerjemahan mesin, chatbot, serta analisis bahasa digital.
Secara lebih luas, ruang lingkup Linguistik Terapan masa sekarang dapat, meliputi:
Pengajaran Bahasa (Language Teaching) : Mengembangkan metode dan strategi pembelajaran bahasa.
Pemerolehan Bahasa (Language Acquisition) : Mengkaji proses manusia memperoleh, bahasa pertama dan kedua.
Penerjemahan (Translation Studies) : Mengkaji proses pengalihan bahasa dan makna.
Sosiolinguistik (Sociolinguistics) : Mengkaji hubungan bahasa dengan masyarakat.
Pragmatik (Pragmatics) : Mengkaji makna bahasa berdasarkan konteks penggunaannya.
Analisis Wacana (Discourse Analysis) : Mengkaji penggunaan bahasa, dalam teks dan komunikasi.
Perencanaan Bahasa (Language Planning) : Mengkaji kebijakan, pengembangan, dan pelestarian bahasa.
Linguistik Forensik (Forensic Linguistics) : Menerapkan analisis bahasa, untuk kepentingan hukum.
Linguistik Klinis (Clinical Linguistics) : Mengkaji aspek bahasa, yang berkaitan dengan gangguan komunikasi.
Linguistik Komputasional (Computational Linguistics) : Mengembangkan teknologi komputer, untuk memproses bahasa manusia.
Pemerolehan Bahasa Pada Linguistik Terapan
Pada kajian Linguistik Terapan terdapat Pemerolehan Bahasa (Language Acquisition), mempelajari tentang bagaimana manusia memperoleh bahasa. Misalnya: Bahasa Pertama, “Bagaimana seorang anak memperoleh bahasa Ibu?” Anak biasanya mulai dari, bunyi → kata → frasa → kalimat → komunikasi kompleks. Bahasa Kedua, “Bagaimana seseorang mempelajari bahasa selain bahasa pertamanya?”. Misalnya: Seorang Mahasiswa Indonesia belajar Bahasa Inggris. Maka, kajian Linguistik Terapan dapat berupa topik tentang kesalahan gramatikal, pengaruh bahasa pertama, strategi belajar, motivasi, usia pembelajar, lingkungan bahasa.
Demikianlah artikel dari RATU EKA BKJ yang membahas tentang, Linguistik Terapan. Berhubungan dengan Sejarah, Tahapan Sejarah Perkembangan, Ruang Lingkup, Tokoh-Tokoh, Pemerolehan Bahasa. Sehingga, dapat berguna bagi Anda seksama. Tentunya, memperdalam pengetahuan di bidang kebahasaan. Terlebih, difungsikan dalam ranah akademis maupun literasi. Rujukan dan referensi, untuk karya tulis. Oke Guys, sekian dari Kami EKA BKJ dan terimakasih.

Komentar