RATU EKA BKJ - Linguistik Historis mempunyai, kajian yang luas. Berkaitan dengan, sejarah dan perkembangan ilmu kebahasaan. Terdapat, banyak sub bidang yang perlu dipahami. Sangat penting, untuk dipelajari dan dibahas. Terutama, bagi seseorang yang terjun di bidang komunikasi dan penulisan.
Agar, mengetahui pembentukan suatu kata yang berasal dari akar masa lampau. Terlebih, dikaji oleh para akademisi di lingkungan universitas. So, untuk lebih jelasnya mengenai Linguistik Historis. Yukz, cek pemaparan dari RATU EKA BKJ yang di bawah Guys! Cekidot.
Rekonstruksi Internal Dalam Linguistik Historis
Pada bidang Linguistik Historis, selain ada Metode Komparatif. Terdapat pula, metode yang disebut Rekonstruksi Internal (Internal Reconstruction). Metode ini menggunakan, ketidakteraturan dalam satu bahasa. Guna, untuk memperkirakan bentuk yang lebih tua. Misalnya: jika suatu bahasa memiliki beberapa bentuk yang secara sinkronis terlihat tidak teratur, ketidakteraturan tersebut mungkin merupakan hasil dari perubahan historis. Dengan menganalisis pola tersebut, Ahli Bahasa dapat mengajukan hipotesis mengenai sistem bahasa pada tahap sebelumnya.
👉Tabel Perbedaan :
Metode | Data utama |
Metode Komparatif | Beberapa bahasa berkerabat |
Rekonstruksi Internal | Beberapa bentuk dalam satu bahasa |
Cognate (Kata Kerabat) Dalam Linguistik Historis
Pada studi Linguistik Historis terdapat istilah, Cognate. Yaitu, kata dari bahasa-bahasa berbeda yang memiliki asal-usul historis yang sama. Namun, Cognate tidak sama dengan “kata yang kebetulan mirip”. Misalnya: sejumlah kata dalam bahasa-bahasa Austronesia menunjukkan kemiripan yang dapat dijelaskan melalui korespondensi bunyi dan sejarah yang sistematis. Peneliti tidak hanya melihat : “Bentuknya mirip”. Tetapi, juga bertanya tentang beberapa hal berikut:
Apakah maknanya berkaitan?
Apakah bentuknya dapat dijelaskan melalui perubahan bunyi yang teratur?
Apakah pola yang sama muncul pada kata-kata lain?
Apakah terdapat bukti sejarah atau komparatif lainnya?
Etimologi Dalam Linguistik Historis
Linguistik Historis juga berhubungan dengan Etimologi. Etimologi adalah, kajian tentang asal-usul dan sejarah suatu kata. Misalnya ketika kita bertanya: “Dari mana asal kata sekolah?”. Ungkapan tersebut yaitu, pertanyaan bersifat Etimologis.
👉Penelusuran Ahli Etimologi :
bentuk lama → perubahan bentuk → kontak bahasa → bentuk modern
Namun, Etimologi bukan sekadar mencari “bahasa asal” sebuah kata. Sejarah kata juga dapat mencakup perubahan bentuk, perubahan pengucapan, perubahan makna, perpindahan dari satu bahasa ke bahasa lain, perubahan karena kontak budaya.
Perubahan Bahasa dan Hukum Bunyi Dalam Linguistik Historis
Pada kajian Linguistik Historis klasik terdapat, konsep hukum bunyi (sound law). Hukum bunyi menyatakan bahwa, perubahan bunyi biasanya berlangsung secara teratur dalam kondisi Linguistik tertentu.
👉Contoh Secara Abstrak :
X → Y / lingkungan tertentu
👉Artinya :
Bunyi X berubah menjadi Y, dalam lingkungan tertentu.
Konsep ini sangat penting. Karena, memungkinkan Ahli Linguistik membuat prediksi.
Jika suatu perubahan benar-benar merupakan, perubahan historis yang teratur. Maka, kita seharusnya dapat menemukan jejak perubahan tersebut pada sejumlah kata, bukan hanya satu kata.
Perubahan Teratur dan Perubahan Analogi Dalam Linguistik Historis
Pada bidang Linguistik Historis, tidak semua perubahan dapat dijelaskan hanya melalui hukum bunyi. Salah satu proses penting lainnya adalah, Analogi. Analogi terjadi ketika, penutur mengubah bentuk. Agar, menyerupai pola lain yang dianggap lebih umum atau teratur. Misalnya: jika paradigma memiliki bentuk tidak beraturan, penutur dapat mengubahnya agar mengikuti pola lebih produktif. Sehingga, perubahan bunyi dapat menghasilkan ketidakteraturan baru. Sedangkan, Analogi dapat mengurangi ketidakteraturan tersebut. Maka, ini merupakan salah satu dinamika penting dalam perubahan bahasa.
Gramatikalisasi Dalam Linguistik Historis
Pada kajian Linguistik Historis terdapat konsep penting, yakni Gramatikalisasi (Grammaticalization). Gramatikalisasi adalah, proses ketika bentuk awalnya memiliki makna leksikal berkembang menjadi unsur yang memiliki fungsi gramatikal. Gramatikalisasi menunjukkan bahwa, tata bahasa pun dapat berkembang secara historis.
👉Secara Abstrak :
kata leksikal → unsur
👉Misalnya :
Sebuah kata yang awalnya, merupakan kata biasa. Lalu, dapat berkembang menjadi penanda waktu, aspek, modalitas, hubungan gramatikal, struktur sintaksis.
Kontak Bahasa Dalam Linguistik Historis
Pada studi Linguistik Historis, bahasa tidak berkembang dalam isolasi. Ketika komunitas bahasa bertemu, terjadi kontak bahasa. Sehingga, dapat menyebabkan berbagai hal situasi dalam dunia kebahasaan. So, berikut beberapa dampak dari adanya kontak bahasa, antara lain:
Peminjaman Kosakata : Bahasa mengambil kata dari bahasa lain.
Peminjaman Struktur : Dalam kondisi tertentu, struktur gramatikal juga dapat dipengaruhi bahasa lain.
Bilingualisme : Penutur menggunakan dua atau lebih bahasa.
Pergeseran Bahasa : Sebuah komunitas secara bertahap, meninggalkan bahasa tertentu dan beralih menggunakan bahasa lain.
Pembentukan Bahasa Baru : Kontak yang intensif dalam kondisi tertentu, dapat berkontribusi terhadap munculnya varietas bahasa baru.
Demikianlah artikel dari RATU EKA BKJ yang membahas tentang, Linguistik Historis. Berkaitan dengan Rekonstruksi Internal, Cognate (Kata Kerabat), Etimologi, Perubahan Bahasa dan Hukum Bunyi, Perubahan Teratur dan Perubahan Analogi, Gramatikalisasi, Kontak Bahasa. Sehingga, dapat bermanfaat bagi Anda para readers. Guna, memperdalam keilmuan di bidang kebahasaan. Terutama, sebagai kajian di ranah akademis. Terlebih, untuk referensi dan rujukan dalam riset maupun membuat karya tulis. Oke Guys, sekian dari EKA BKJ dan terimakasih.

Komentar