Hubungan Sintaksis dan Semantik Dalam Linguistik, Sangat Urgent! -->

Hubungan Sintaksis dan Semantik Dalam Linguistik, Sangat Urgent!

Ratu Eka Bkj
Monday, July 20, 2026

Sintaksis dan Semantik

Penulis : @Ratu Eka Bkj 

CEO, Owner, Founder “EKA BKJ



RATU EKA BKJ - Sintaksis dan Semantik merupakan sub bab yang saling berkaitan, dalam studi Linguistik. Keduanya, mempunyai fungsi yang sangat penting dalam menyusun kalimat dan analisis. Korelasinya saling terhubung, dan tidak bisa dipisahkan. Jika salah satu tidak ada, maka kalimat bisa cacat. 


Sebab, kajian Sintaksis berfokus pada struktur kalimat supaya baku dan runtut. Sedangkan, Semantik berfungsi untuk membuat makna pada kalimat menjadi logis. So, untuk lebih jelasnya mengenai bidang Sintaksis dan Semantik dalam dunia kebahasaan. Yukz, langsung cek pemaparan lengkapnya dari RATU EKA BKJ yang di bawah Guys! Cekidot. 



Sintaksis dan Semantik 

Pada kajian Linguistik, terdapat Sintaksis dan Semantik. Merupakan, dua cabang ilmu yang saling berkaitan erat dalam menjelaskan bagaimana bahasa bekerja. Sintaksis mengkaji bagaimana kata-kata disusun menjadi frasa, klausa, dan kalimat yang benar secara gramatikal. Sedangkan, Semantik membahas terkait makna yang dikandung oleh kata, frasa, klausa, dan kalimat. Suatu kalimat tidak cukup, hanya benar secara tata bahasa (Sintaksis). Tetapi, juga harus memiliki makna yang dapat dipahami (Semantik). Oleh karena itu, hubungan Sintaksis dan Semantik menjadi salah satu kajian utama dalam Linguistik Modern.



Pengertian Sintaksis

Sintaksis berasal dari bahasa Yunani, “Syntaxis” yang berarti “Menyusun bersama”. Sehingga, dalam Linguistik dapat ditarik pengertian. Sintaksis adalah, cabang ilmu yang mempelajari aturan penyusunan kata menjadi satuan lebih besar. Diantaranya seperti: frasa, klausa, dan kalimat. Beberapa objek kajiannya, meliputi: Frasa, Klausa, Kalimat, Hubungan Antar Unsur Kalimat, Fungsi Sintaksis, dan Struktur Kalimat. Terdapat beberapa definisi menurut para tokoh ahli, antara lain:

Ramlan (2005) : Sintaksis adalah, cabang Linguistik yang membahas hubungan antar kata dalam tuturan.

Kridalaksana (2008) : Sintaksis merupakan, cabang Linguistik yang mempelajari pengaturan dan hubungan kata dengan kata, sehingga membentuk satuan lebih besar.

Verhaar (2012) : Sintaksis membahas, struktur internal kalimat dan hubungan antar unsur pembentuknya.



Pengertian Semantik

Semantik berasal dari bahasa Yunani, “Semantikos” mempunyai arti "Bermakna". Semantik merupakan, cabang Linguistik yang mempelajari makna bahasa. Terdapat beberapa objek kajiannya, meliputi: Makna Kata, Makna Frasa, Makna Kalimat, Hubungan Makna, Perubahan Makna, dan Interpretasi Makna. So, berikut definisi Semantik menurut para tokoh ahli, antara lain:

Chaer (2013) : Semantik adalah, ilmu tentang makna dalam bahasa.

Leech (1981) : Semantik mempelajari, makna yang dikodekan dalam bahasa.

Lyons (1977) : Semantik mengkaji, hubungan antara bentuk bahasa dengan konsep makna.



Hubungan Sintaksis dan Semantik

Sintaksis dan Semantik tidak dapat dipisahkan. Hubungan keduanya sangatlah erat, dan saling berkorelasi. Karena berhubungan dengan, bagaimana kalimat dibuat sesuai struktur baku dan makna pun logis untuk dipahami. Jika, salah satunya saja yang dipakai. Maka bisa berakibat pada, struktur baku tapi arti tidak logis, ataupun sebaliknya. So, berikut beberapa hubungan keduanya secara lengkap, antara lain:


Sintaksis Menentukan Struktur Makna

Susunan kata, mempengaruhi makna kalimat.

👉Contoh : “Ibu membeli buku”

👉Struktur : Subjek + Predikat + Objek

👉Makna : Ibu melakukan kegiatan membeli buku.

→ Jika urutan diubah menjadi, “Buku membeli Ibu”.

Maka, secara Sintaksis masih berupa kalimat sederhana (Subjek-Predikat-Objek).

Tetapi, secara Semantik maknanya menjadi Tidak Logis. Karena, "Buku" bukan pelaku yang dapat melakukan tindakan membeli.

👉Artinya :

Sintaksis dapat benar.

Semantik belum tentu benar.


Semantik Memberikan Interpretasi Terhadap Struktur Sintaksis

Sintaksis hanya memberikan kerangka. Sedangkan, Semantik menjelaskan arti hubungan antar unsur.

👉Contoh : “Ciko memukul Aldi”

👉Sintaksis :

Subjek = Ciko

Predikat = memukul

Objek = Aldi

👉Semantik :

Pelaku = Ciko

Tindakan = memukul

Sasaran = Aldi


Perubahan Struktur Mengubah Makna

Jika, struktur kalimat diubah letaknya. Maka, makna pun terjadi perubahan yang signifikan. 

👉Contoh : “Ikhwan mencintai Eka”

→ Berbeda dengan, “Eka mencintai Ikhwan”.

👉Artinya :

Secara Sintaksis, kedua kalimat itu sama.

Namun maknanya berbeda, karena peran pelaku berubah.


Hubungan Fungsi Sintaksis dan Peran Semantik

Pada studi Sintaksis, dikenal beberapa fungsi. Diantaranya seperti: Subjek, Predikat, Objek, Pelengkap, Keterangan. Sedangkan, dalam Semantik dikenal adanya beragam peran. Diantaranya seperti: Agen (Pelaku), Pasien (Penderita), Tema, Alat, Lokatif, Tujuan, Penerima, Pengalam (Experiencer).

👉Contoh : “Bapak memotong kayu dengan gergaji”

👉Sintaksis : 

Subjek = Bapak

Predikat = memotong

Objek = kayu

Keterangan = dengan gergaji

👉Semantik :

Agen = Bapak

Pasien = kayu

Instrumen = gergaji


Hubungan Struktur dan Makna

Pada kajian Linguistik Modern terdapat asumsi. Bahwa, setiap Struktur Sintaksis menghasilkan interpretasi Semantik tertentu.

👉Misalnya : “Anak itu memakan roti”

👉Struktur : S + P + O

👉Makna : Pelaku melakukan tindakan terhadap Objek.

→ Apabila strukturnya berubah menjadi, “Roti dimakan anak itu”.

👉Artinya :

Maka, makna tetap sama.

Namun, fokus informasi berubah.


Hubungan Aktif dan Pasif

Pada kalimat aktif vs pasif, terdapat hubungan khusus. Yakni, fungsi pada Sintaksis bisa berubah. Tetapi, peran Semantis tidak mesti berubah. Dalam artian, kalimat yang dipasifkan bisa saja artinya masih sama. Namun, struktur penempatan Subjek yang dipindah. 

👉Contoh Aktif : “Mahasiswa membaca buku”

👉Sintaksis :

Mahasiswa = Subjek

membaca = Predikat

buku = Objek

👉Semantik :

Agen = Mahasiswa

Pasien = buku

Kalimat Pasif : “Buku dibaca Mahasiswa”

👉Sintaksis : Buku menjadi Subjek

Semantik : 

Agen tetap Mahasiswa

Pasien tetap Buku

👉Artinya : 

Fungsi pada Sintaksis dapat berubah.

Tetapi, peran Semantis belum tentu berubah.


Ambiguitas Sintaksis dan Semantik

Kadang hubungan Sintaksis menyebabkan, lebih dari satu makna.

👉Contoh : “Aku melihat orang dengan teropong”

👉Makna Pertama : Aku menggunakan teropong untuk melihat orang.

👉Makna Kedua : Orang yang Aku lihat membawa teropong.

→Secara Sintaksis terdapat, dua kemungkinan struktur. Sehingga, menghasilkan dua interpretasi Semantik.


Kalimat Sintaksis Tetapi Tidak Semantis

Kalimat Sintaksis tetapi tidak Semantis adalah, kalimat memiliki struktur tata bahasa (Sintaksis) yang benar dan sesuai dengan kaidah gramatikal. Sehingga, dapat diterima dari segi bentuk. Tetapi, tidak memiliki makna yang logis atau masuk akal secara Semantis. Ketidakbermaknaan tersebut terjadi, karena hubungan makna antar kata tidak sesuai dengan sifat, fungsi, dan kenyataan yang ada. 

👉Contoh : “Meja itu sedang makan nasi”

👉Sintaksis : Benar

Subjek = Meja

Predikat = makan

Objek = nasi

👉Semantik : Tidak masuk akal, karena meja tidak dapat makan.

👉Contoh Lain : “Batu itu bernyanyi”

👉Artinya :

Struktur benar.

Makna tidak logis.


Kalimat Semantis Tetapi Tidak Sintaksis

Kalimat Semantis tetapi tidak Sintaksis adalah, rangkaian kata memiliki makna atau pesan yang dapat dipahami oleh pendengar atau pembaca. Tetapi, tidak mengikuti kaidah tata bahasa (Sintaksis) yang benar. Kalimat seperti ini biasanya, memiliki susunan kata yang tidak lengkap. Tidak sesuai aturan gramatikal, atau mengalami kesalahan struktur. Namun, konteksnya tetap memungkinkan makna yang dimaksud dipahami. 

👉Contoh : “Saya pergi Mall”

→Maknanya dipahami. Namun, secara Sintaksis bahasa Indonesia yang baku, seharusnya: “Saya pergi ke Mall”



Peran Semantis Dalam Struktur Sintaksis

Peran Semantis menunjukkan, hubungan makna antara predikat dan argumennya. Sehingga, antar kata saling berkaitan. Yakni, dapat menunjukkan perannya masing-masing pada kalimat. So, berikut terdapat jenis-jenis perannya dalam struktur Sintaksis, antara lain:


Agen

Agen adalah, yang berperan sebagai Pelaku tindakan.

👉Contoh : “Ratu menulis artikel”

Agen = Ratu


Pasien

Pasien yaitu, suatu yang dikenai tindakan.

👉Contoh : “Eka menulis konten”

Pasien = konten


Experiencer (Pengalam)

Experiencer (Pengalam) merupakan, Mengalami keadaan psikologis.

👉Contoh : “Ali takut buaya”

Experiencer = Ali

Stimulus = buaya


Instrument

Instrument adalah, Alat yang digunakan.

👉Contoh : “Ayah memotong sayur dengan pisau”

Instrument = pisau


Lokatif

Lokatif merupakan, Tempat yang dituju.

👉Contoh : “Mereka tinggal di Blitar”

Lokatif = Blitar


Benefaktif

Benefaktif yaitu, seseorang yang memperoleh penerima manfaat.

👉Contoh : “Abang memasak untuk Adik”

Benefaktif = Adik


Goal

Goal adalah, Tujuan dari suatu tindakan.

👉Contoh : “Aldo pergi ke sekolah”

Goal = sekolah



Hubungan Sintaksis dan Semantik Dalam Pendekatan Linguistik Modern

Pada pendekatan Linguistik Modern, hubungan Sintaksis dan Semantik dijelaskan melalui beberapa teori. Tentunya, sebagai konsep yang ilmiah. Menjadi pegangan dalam analisis, maupun riset pustaka. Agar, kajian teoritis dapat menjadi tuntutan yang terarah. So, langsung saja berikut beberapa pendekatan teorinya, antara lain:


Tata Bahasa Transformasional (Noam Chomsky)

Chomsky membedakan antara, Struktur Dalam (Deep Structure) dan Struktur Permukaan (Surface Structure). Makna utama, berkaitan dengan Struktur Dalam (Deep Structure). Sedangkan, bentuk yang diucapkan merupakan Struktur Permukaan (Surface Structure) hasil transformasi.

👉Contoh :

Aktif : “Mang Udin memasak nasi”

Pasif : “Nasi dimasak Mang Udin”

→Kedua kalimat memiliki, Struktur Permukaan yang berbeda. Tetapi, berasal dari representasi makna yang sama.


Tata Bahasa Fungsional

Teori ini menekankan bahwa, Struktur Sintaksis dibentuk untuk menyampaikan fungsi komunikatif. Peran Semantis (seperti: agen, pasien, dan penerima) sangat mempengaruhi, dalam pemilihan struktur kalimat.


Tata Bahasa Berbasis Peran dan Referensi (Role and Reference Grammar)

Teori ini menghubungkan Struktur Sintaksis, dengan Peran Semantis secara langsung. Analisis tidak hanya, melihat posisi kata dalam kalimat. Tetapi, juga fungsi maknanya.



Contoh Analisis Hubungan Sintaksis dan Semantik

Sintaksis dan Semantik, perlu diterapkan secara langsung. Guna, mengetahui hubungan keduanya secara implementatif. Terutama, dalam menganalisis suatu kalimat. Agar, bisa diketahui mana bagian dari Sintaksis, dan manakah Semantis dari kata tersebut. So, langsung saja berikut simulasinya, antara lain:


👉Kalimat : “Bunda memberi Aku hadiah”

👉Analisis Sintaksis :

Unsur

Fungsi

Bunda

Subjek

memberi

Predikat

Aku

Objek Tidak Langsung / Pelengkap (Bergantung Analisis)

hadiah

Objek Langsung


👉Analisis Semantik :

Unsur

Peran

Bunda

Agen

memberi

Tindakan

Aku

Penerima (Recipient)

hadiah

Tema

→Hubungan ini menunjukkan bahwa, Struktur Sintaksis menyediakan kerangka formal. Sedangkan, Semantik menjelaskan peran makna dari setiap unsur.



Perbedaan Sintaksis dan Semantik

Aspek

Sintaksis

Semantik

Fokus Kajian

Struktur Bahasa

Makna Bahasa

Objek

Frasa, Klausa, Kalimat

Kata, Frasa, Kalimat

Pertanyaan Utama

Bagaimana unsur disusun?

Apa maknanya?

Sifat

Formal / Gramatikal

Konseptual dan Interpretatif

Tolak Ukur

Kaidah Tata Bahasa

Kesesuaian dan Interpretasi Makna



Pentingnya Hubungan Sintaksis dan Semantik

Hubungan Sintaksis dan Semantik, memiliki peran penting. Tentunya, dalam berbagai aplikatif di dunia Linguistik. Terlebih, dapat diterapkan secara nyata pada bidang-bidang terkait. So, berikut macam-macam pentingnya hubungan kedua kajian, antara lain:


  1. Analisis Kebahasaan : Dengan mengetahui hubungan keduanya dapat berguna, untuk memahami bagaimana struktur kalimat membentuk makna.

  2. Pembelajaran Bahasa : Agar, penutur tidak hanya mampu menyusun kalimat yang benar secara tata bahasa. Tetapi, juga menyampaikan makna yang tepat.

  3. Penerjemahan : Pasalnya, penerjemah harus bisa mengerti dan mempertahankan struktur maupun makna, dalam translate suatu naskah atau dokumen. Agar, pesan yang tersampaikan tidak berubah.

  4. Linguistik Komputasional : Misalnya digunakan pada mesin penerjemah, chatbot, dan sistem pemrosesan bahasa alami (Natural Language Processing / NLP). Tentunya, yang memerlukan analisis Sintaktis dan Semantis secara terpadu.

  5. Analisis Wacana : Berfungsi untuk memahami hubungan antar kalimat, dan maksud yang ingin disampaikan penutur dalam konteks komunikasi.



Hubungan Sintaksis dan Semantik merupakan, sinergi yang saling melengkapi dalam bidang Linguistik. Sintaksis berperan, mengatur susunan unsur-unsur bahasa. Sehingga, membentuk struktur yang gramatikal. Sedangkan, Semantik memberikan interpretasi terhadap struktur tersebut. Sehingga, menghasilkan makna yang dapat dipahami. Sebuah kalimat yang benar pada Sintaksis, belum tentu bermakna logis secara Semantik. Begitu pula, kalimat yang maknanya dapat dipahami, belum tentu memenuhi kaidah Sintaksis. 


Oleh karena itu, analisis bahasa yang utuh memerlukan kajian terhadap kedua aspek ini secara bersamaan. Melalui, pemahaman hubungan Sintaksis dan Semantik. Maka, dapat menjelaskan bagaimana bentuk bahasa merepresentasikan makna. Bagaimana, perubahan struktur mempengaruhi interpretasi. Bagaimana, komunikasi berlangsung secara efektif dan tepat. Oke Guys, sekian pemaparan dari RATU EKA BKJ dan terimakasih. Sampai jumpa di konten Kami EKA BKJ yang selanjutnya. 




KERJASAMA BISNIS, Mulai Klik Hubungi Kami via Whatshap 
= 0895367203860 
Owner, Founder, CEO
= 085704703039 
Customer Service

BAGI ANDA YANG SUDAH MEMBACA KONTEN & ARTIKEL DI ATAS, SILAHKAN UNTUK MEMBAYAR SEIKHLASNYA KE REKENING KAMI BERIKUT, UNTUK MENDUKUNG SITUS INI = 

0895367203860

EKA APRILIA.... DANA

0895367203860

EKA APRILIA, OVO