RATU EKA BKJ - Kognisi dalam Linguistik, sangatlah penting. Terdapat, berbagai prinsip-prinsip dalam studinya. Guna, sebagai koridor dalam mengkaji. Baik secara teoritis, maupun praktis. Ada pula, kategori-kategori yang menjadi spesifikasi. Agar, lebih khusus dan mendalam.
Terlebih, dilengkapi dengan konsep-konsep lain. Tentunya, sebagai sarana menjabarkan Kognisi dalam Linguistik. Agar, lebih gamblang dan detail secara ilmiah. So, untuk lebih jelas terkait studinya. Yukz, langsung cek pemaparan dari RATU EKA BKJ yang di bawah Guys! Cekidot.
Prinsip-Prinsip Kognisi Linguistik
Kognisi dalam Linguistik mempunyai prinsip-prinsip penting, yang harus diperhatikan. Tentunya, sebagai ideologi dan pedoman dalam kajian ini. Guna, untuk koridor secara teoritis maupun praktis. So, berikut beberapa prinsipnya, antara lain:
Bahasa Berbasis Pengalaman (Experientialism)
Makna berasal dari, pengalaman manusia.
Contoh : Kita memahami konsep "Atas" dan "Bawah", karena pengalaman fisik tubuh.
Misalnya : Semangat Tinggi, Moral Rendah.
Konsep abstrak dijelaskan, menggunakan pengalaman fisik.
Embodiment
Makna dipengaruhi oleh, tubuh manusia.
Contoh :
Konsep di depan, belakang, kiri, kanan.
Muncul karena, manusia memiliki orientasi tubuh. Tanpa tubuh manusia, konsep tersebut mungkin berbeda.
Conceptualization
Makna, bukan sesuatu yang tetap. Makna dibangun oleh, pikiran saat berkomunikasi.
Contoh :
Kalimat "Gelas itu setengah penuh" dan "Gelas itu setengah kosong"
Secara fisik sama, tetapi konseptualisasi-nya berbeda.
Kategori Dalam Kognisi Linguistik
Pada kajian Kognisi Linguistik, menurut teori Prototipe dari Eleanor Rosch. Mengatakan, manusia tidak mengkategorikan sesuatu secara kaku. Contohnya seperti: Burung = Anggota Prototipe = Merpati, Pipit. Kurang Prototipe = Penguin, Burung Unta. Walaupun semuanya burung. Tapi, ini menunjukkan bahwa kategori mental bersifat bertingkat. Kategori adalah, cara manusia mengelompokkan pengalaman, objek, peristiwa, dan konsep ke dalam kelompok-kelompok yang bermakna. Menjelaskan bahwa, makna bahasa tidak hanya berasal dari aturan formal. Tetapi, juga dari cara manusia memahami dan mengorganisasi dunia. So, berikut beberapa kategori pentingnya, antara lain:
Kategori Klasik (Classical Category)
Teori yang berasal, dari pemikiran Aristotle. Menyatakan bahwa, setiap kategori memiliki batas yang jelas. Anggota kategori harus, memiliki seperangkat ciri yang sama. Keanggotaan bersifat mutlak (ya atau tidak). Kelemahan dari kategori ini, banyak konsep bahasa sehari-hari tidak memiliki batas yang tegas. Misalnya, kategori "Burung" atau "Permainan".
Contoh :
Kategori "Segitiga" dalam Matematika, harus memiliki tiga sisi. Jika tidak memiliki tiga sisi, maka bukan segitiga.
Kategori Prototipe (Prototype Category)
Dikembangkan oleh, Eleanor Rosch. Memiliki, beberapa ciri-ciri penting. Yaitu, anggota kategori tidak semuanya sama penting. Ada anggota yang dianggap, paling mewakili kategori (prototipe). Keanggotaan bersifat bertingkat (lebih atau kurang khas). Teori ini menunjukkan bahwa, manusia mengelompokkan sesuatu berdasarkan kemiripan dengan contoh terbaik. Bukan berdasarkan, definisi yang kaku.
Contoh :
Kategori "Burung" =
Burung Pipit dan Merpati, dianggap lebih prototipikal.
Penguin dan Burung Unta tetap termasuk burung, tetapi kurang prototipikal karena tidak dapat terbang.
Kategori Berdasarkan Kemiripan Keluarga (Family Resemblance)
Konsep ini dipengaruhi oleh, Ludwig Wittgenstein. Anggota kategori tidak harus memiliki, satu ciri yang sama. Mereka terhubung melalui jaringan kemiripan, yang saling tumpang tindih.
Contoh :
Kategori "Permainan" =
Sepak bola, catur, dan petakumpet memiliki karakteristik berbeda.
Tidak ada satu ciri, yang dimiliki semua permainan.
Namun semuanya tetap dianggap permainan, karena memiliki kemiripan tertentu.
Kategori Tingkat Dasar (Basic-Level Category)
Teori ini juga banyak dikembangkan, oleh Eleanor Rosch. Karakteristik tingkat dasarnya, paling sering digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Mudah dikenali dan dipahami. Memberikan informasi yang cukup, tanpa terlalu umum atau spesifik. Terdapat beberapa tingkatan kategori, antara lain:
Tingkat Superordinat | Tingkat Dasar | Tingkat Subordinat |
Hewan | Anjing | Golden Retriever |
Kendaraan | Mobil | Sedan |
Furniture | Kursi | Kursi Kantor |
Kategori Idealized Cognitive Model (ICM)
Dikemukakan oleh, George Lakoff. Kategori dibentuk berdasarkan, model mental yang ideal. Tidak selalu sesuai, dengan kenyataan objektif. Model kognitif ini, mempengaruhi cara manusia memahami dan menggunakan bahasa.
Contoh :
Konsep "Ibu", yakni =
Dalam Model Ideal yaitu Perempuan yang melahirkan, mengasuh, dan memiliki hubungan biologis dengan anak.
Sedangkan pada kenyataan terdapat Ibu Angkat, Ibu Tiri, atau Ibu Pengganti.
Kategori Radial (Radial Category)
Kategori ini, juga dikembangkan oleh George Lakoff. Memiliki satu makna pusat, dan beberapa makna turunan. Makna-makna tersebut, saling berhubungan. Semua makna, berkembang dari konsep dasar "Bagian atas atau pengendali".
Contoh variasi kategori kata "Kepala" :
Kepala Manusia (Asli secara fisik kepala milik manusia).
Kepala Sekolah (Pemimpin di Sekolah)
Kepala Meja (Asli secara fisik kepala pada meja bagian atas)
Kepala Departemen (Pimpinan pada bidang tertentu di Perusahaan)
Kategori Skema Citra (Image Schema)
Konsep yang menjelaskan, pola-pola pengalaman dasar manusia. Ungkapan berasal dari, pengalaman fisik manusia. Kemudian, digunakan untuk memahami konsep abstrak.
Contoh Skema Citra :
Container (Wadah) = di dalam, di luar
Path (Jalur) = dari-menuju
Up-Down = atas-bawah
Center-Periphery = pusat-pinggiran
Contoh Bahasa :
"Masuk ke dalam masalah”
"Keluar dari kesulitan”
"Naik jabatan”
Pada kajian Kognisi Linguistik, Kategori tidak dipandang sebagai kelompok yang memiliki batas tegas, seperti dalam logika klasik. Sebaliknya dibentuk melalui pengalaman, persepsi, budaya, dan proses kognitif manusia. Terdapat beberapa konsep utama, yang menjelaskan kategorisasi. Kategori Klasik (Berdasarkan ciri yang pasti), Kategori Prototipe (Berdasarkan anggota yang paling representatif), Kemiripan Keluarga (Berdasarkan jaringan kemiripan), Kategori Tingkat Dasar (Kategori yang paling alami digunakan), Idealized Cognitive Model / ICM (Berdasarkan model mental ideal), Kategori Radial (Memiliki makna pusat dan makna turunan), Skema Citra (Berasal dari pengalaman tubuh dan ruang). Konsep-konsep tersebut, menjadi dasar pemahaman. Tentang, bagaimana manusia membentuk makna dan menggunakan bahasa dalam kehidupan sehari-hari.
Metafora Konseptual Dalam Kognisi Linguistik
Metafora Konseptual dalam Kognisi Linguistik, menjadi salah satu teori paling berpengaruh. Yakni, dicetuskan oleh George Lakoff. Manusia berpikir menggunakan, Metafora. Bukan hanya dalam sastra. Tetapi, juga di kehidupan sehari-hari.
Contoh :
“Waktu adalah Uang”
Artinya = Ungkapan yang mengajari untuk menghemat waktu, menghabiskan waktu untuk memperoleh uang, investasi waktu. Waktu dipahami melalui, konsep ekonomi.
“Hidup adalah Perjalanan”
Artinya = Ungkapan mengenai jalan hidup, persimpangan hidup, proses melalui setiap peristiwa dalam kehidupan, tujuan hidup. Konsep kehidupan dipahami, melalui pengalaman bergerak.
Frame dan Skema Kognisi
Frame dan Skema dalam Kognisi, diperlukan untuk kajiannya. Sebagai, konsep yang akan memetakan. Agar, bisa lebih terperinci dan mendalam. So, berikut tentang keduanya, yaitu:
Frame
Konsep yang dikembangkan, oleh Charles Fillmore. Makna sebuah kata bergantung pada, kerangka pengetahuan tertentu.
Contoh :
Kata “Membeli” dapat mengaktifkan frame Pembeli, Penjual, Barang, Uang. Tanpa frame tersebut, kata "Membeli" sulit dipahami.
Skema
Skema adalah, struktur pengetahuan dalam pikiran.
Contoh :
Skema "Restoran", yakni =
Masuk
Duduk
Memesan dan Membayar
Diantarkan
Makan
Pulang
Saat mendengar kata, Restoran. Maka, seluruh skema tersebut langsung aktif.
Mental Lexicon Dalam Kognisi Linguistik
Kognisi Linguistik memiliki konsep terkait, Mental Lexicon. Yaitu, "Kamus Mental" dalam otak manusia. Berisi tentang Kata, Makna, Pengucapan, Hubungan Antar Kata.
Contoh :
Kata "Dokter" dapat memicu respon terkait Rumah Sakit, Pasien, Obat, Perawat. Kata-kata tersebut, tersusun dalam jaringan asosiasi.
Pemerolehan Bahasa dan Kognisi
Kognisi sangat penting, dalam pemerolehan bahasa. Anak-anak dapat mengenali pola, mengelompokkan bunyi, menghubungkan kata dan objek, menyusun aturan tata bahasa.
Contoh :
Anak dapat mengatakan, "Aku pergi"
Padahal tidak pernah diajari, seluruh kemungkinan kalimat bahasa Indonesia. Mereka mengekstraksi pola, dari pengalaman langsung di sekitar.
Demikianlah artikel dari Kami EKA BKJ yang membahas tentang, Kognisi. Berkaitan dengan Prinsip-Prinsip, Kategori, Metafora Konseptual, Frame dan Skema, Mental Lexicon, Pemerolehan Bahasa. Sehingga, dapat berguna bagi Anda para khalayak publik. Guna, menambah pengetahuan dan wawasan seputar dunia Linguistik. Terlebih, sebagai kajian akademis dan penelitian. Maupun, diterapkan di dunia praktis. Oke Guys, sekian dari RATU EKA BKJ dan terimakasih.

Komentar