RATU EKA BKJ - Kognisi dalam Linguistik sangatlah penting. Karena, pemerolehan language didapatkan melalui proses kognitif. Otak yang mengalami cidera atau masalah, dapat mempengaruhi gangguan bahasa. Kajian ini dipaparkan secara jelas, oleh para Tokoh Ahli. Baik secara definisi, maupun teori-teori. Terlebih, juga mengenai hubungan dari keduanya.
Sehingga, berguna bagi para Akademisi dan Peneliti. Maupun, untuk para Praktisi di bidang Linguistik. Agar, penerapan komunikasi bisa lebih terkontrol dan terarah. Menghasilkan, berbagai kosakata dan kalimat yang logis. Tentunya, sesuai dengan kemampuan Kognisi yang bagus. Oke Guys, untuk lebih jelasnya langsung cek pemaparan RATU EKA BKJ yang di bawah! Cekidot.
Pengertian Kognisi Dalam Linguistik
Kognisi adalah, seluruh proses mental yang memungkinkan manusia memperoleh, mengolah, menyimpan, dan menggunakan informasi. Mencakup persepsi, perhatian, memori, pembelajaran, penalaran, pengambilan keputusan, pemecahan masalah, imajinasi, bahasa. Dalam konteks Linguistik, Kognisi berkaitan dengan bagaimana otak manusia memahami, menghasilkan, dan menggunakan bahasa.
Sederhananya, ketika seseorang mendengar kalimat: "Anak itu sedang membaca buku di Perpustakaan". Maka, otak tidak hanya mengenali bunyi atau tulisan. Tetapi, juga melakukan beberapa hal. Diantaranya seperti: Mengidentifikasi kata-kata, memahami struktur kalimat, menghubungkan makna kata dengan pengetahuan yang sudah dimiliki, membentuk gambaran mental tentang situasi yang dijelaskan. Semua proses tersebut, merupakan aktivitas kognitif.
Definisi Kognisi Dalam Linguistik Menurut Para Tokoh Ahli
Secara umum, Kognisi dalam Linguistik dapat dipahami sebagai proses mental. Memungkinkan manusia memperoleh, memahami, mengolah, menyimpan, dan menggunakan bahasa. Tentunya, sebagai representasi pengetahuan serta pengalaman. Para Ahli, memiliki penekanan yang berbeda. So, berikut beberapa definisi Kognisi dalam Linguistik menurut para Tokoh Ahli, antara lain:
George Lakoff
George Lakoff berpendapat bahwa, bahasa tidak dapat dipisahkan dari proses mental manusia. Dalam Linguistik Kognitif, makna bahasa dibentuk oleh pengalaman, persepsi, dan cara manusia memahami dunia.
Ronald W. Langacker
Ronald W. Langacker merupakan, pelopor Tata Bahasa Kognitif (Cognitive Grammar).
"Language is an integral part of human cognition" dari (Langacker, 1987, Foundations of Cognitive Grammar)
Menurut Langacker, Kognisi adalah keseluruhan proses mental yang memungkinkan manusia memahami, mengkategorikan, dan menginterpretasikan pengalaman. Bahasa merupakan, bagian dari sistem kognitif umum. Bukan kemampuan yang terpisah, dari proses berpikir lainnya.
Leonard Talmy
Leonard Talmy menjelaskan bahwa, bahasa merefleksikan cara manusia mengorganisasi informasi dalam pikiran.
"Language structures are directly related to conceptual structure" menurut (Talmy, 2000)
Kognisi dipandang, sebagai sistem konseptual. Mengatur bagaimana manusia memahami ruang, waktu, gerakan, sebab-akibat, dan berbagai pengalaman lainnya. Struktur bahasa muncul dari, struktur konseptual tersebut.
Noam Chomsky
Noam Chomsky melihat bahasa sebagai, bagian dari kemampuan kognitif manusia yang bersifat bawaan.
"Language is a mirror of mind" diungkapkan (Chomsky, 1975)
Menurut Chomsky, Kognisi bahasa berasal dari perangkat mental bawaan. Memungkinkan manusia memperoleh, dan menggunakan bahasa. Studi bahasa dapat membantu, memahami struktur pikiran manusia.
Steven Pinker
Steven Pinker menghubungkan bahasa dengan, mekanisme kognitif yang berkembang melalui evolusi manusia.
"Language is a complex, specialized skill, which develops in the child spontaneously" dalam perspektif (Pinker, 1994, The Language Instinct)
Kognisi dalam pandangan Pinker adalah, kemampuan mental yang memungkinkan manusia memproses informasi, termasuk bahasa. Bahasa dianggap sebagai, salah satu kemampuan kognitif. Tentunya, yang secara biologis dimiliki manusia.
Ulric Neisser
Ulric Neisser dikenal sebagai, pelopor Psikologi Kognitif. Dia banyak mempengaruhi kajian Linguistik.
"Cognition refers to all processes by which sensory input is transformed, reduced, elaborated, stored, recovered, and used" pendapat (Neisser, 1967)
Menurut Neisser, Kognisi mencakup seluruh proses mental dalam menerima, mengolah, menyimpan, dan menggunakan informasi. Proses ini dalam Linguistik meliputi pemahaman, produksi, dan pemerolehan bahasa.
Ringkasan Singkat
Tokoh | Definisi Kognisi Dalam Linguistik |
Lakoff | Bahasa mencerminkan, pengalaman dan cara berpikir manusia. |
Langacker | Bahasa merupakan, bagian integral dari sistem kognitif manusia. |
Talmy | Struktur bahasa berasal dari, struktur konseptual dalam pikiran. |
Chomsky | Bahasa merupakan, kemampuan mental bawaan manusia. |
Pinker | Bahasa adalah, kemampuan kognitif biologis yang berkembang secara alami. |
Neisser | Kognisi mencakup, seluruh proses pengolahan informasi, termasuk bahasa. |
Teori-Teori Kognisi Dalam Linguistik
Kognisi dalam Linguistik mempunyai, berbagai teori-teori yang penting. Tentunya, sebagai konsep yang mendalam mengenai kajian ini. Disampaikan oleh, para Tokoh Ahli di bidangnya. Memberikan pemaparan, secara teoritis dan ilmiah. Sehingga, dapat menjadi bahan studi di dunia akademis maupun riset. Selain itu, juga bisa diimplementasikan di industri terkait. So, berikut beberapa teorinya, antara lain:
Teori Strukturalisme
Tokoh : Ferdinand de Saussure
Teori ini menjadi dasar, lahirnya Linguistik Modern. Bahkan, kemudian memunculkan berbagai Cabang Linguistik Struktural.
👉Pokok Pikiran :
Bahasa merupakan, suatu sistem terdiri dari unsur-unsur yang saling berhubungan.
Makna unsur bahasa ditentukan oleh, hubungannya dengan unsur lain dalam sistem.
Membedakan antara, Langue adalah sistem bahasa yang dimiliki masyarakat. Sedangkan, Parole yaitu penggunaan bahasa dalam tuturan nyata.
Membedakan sinkronis (bahasa pada satu waktu tertentu), dan diakronis (perkembangan bahasa dari waktu ke waktu).
Teori Struktural Amerika (Distribusional)
Tokoh : Leonard Bloomfield
Banyak digunakan dalam, analisis fonologi dan morfologi.
👉Pokok Pikiran :
Bahasa dianalisis berdasarkan, bentuk dan distribusinya.
Penelitian bahasa harus objektif, dan berdasarkan data yang dapat diamati.
Menghindari pembahasan, makna yang dianggap sulit diukur secara ilmiah.
Teori Tata Bahasa Transformasional Generatif
Tokoh : Noam Chomsky
Mengubah fokus Linguistik, dari perilaku bahasa menuju proses mental, dalam penggunaan bahasa.
👉Pokok Pikiran :
Manusia memiliki kemampuan bawaan, untuk memperoleh bahasa (Language Acquisition Device/LAD).
Bahasa terdiri atas, Struktur Dalam (Deep Structure) dan Struktur Permukaan (Surface Structure).
Kalimat-kalimat yang tak terbatas dapat dihasilkan, dari sejumlah aturan terbatas.
Teori Behaviorisme
Tokoh : B. F. Skinner
Menjelaskan, peran lingkungan dalam pemerolehan bahasa. Namun, teori ini dikritik oleh Chomsky. Karena, dianggap tidak mampu menjelaskan kreativitas berbahasa manusia.
👉Pokok Pikiran :
Bahasa dipelajari melalui kebiasaan, imitasi, dan penguatan (reinforcement).
Anak memperoleh bahasa karena, meniru lingkungan dan mendapat respons positif.
Teori Mentalisme (Nativisme)
Tokoh : Noam Chomsky
Menjadi dasar penelitian modern, tentang pemerolehan bahasa.
👉Pokok Pikiran :
Kemampuan berbahasa sudah dimiliki, oleh manusia sejak lahir.
Anak dapat menguasai, bahasa dengan cepat. Karena, memiliki perangkat biologis khusus untuk bahasa.
Teori Fungsionalisme
Tokoh : M. A. K. Halliday
Melahirkan Linguistik Fungsional Sistemik (Systemic Functional Linguistics/SFL), yang banyak digunakan dalam analisis wacana.
👉Pokok Pikiran :
Bahasa dipelajari, berdasarkan fungsi sosialnya.
Bahasa digunakan untuk menyampaikan informasi, membangun hubungan sosial, mengekspresikan pengalaman.
Teori Sosiolinguistik
Tokoh : William Labov
Menjelaskan, hubungan antara bahasa dan masyarakat.
👉Pokok Pikiran :
Bahasa dipengaruhi, oleh faktor sosial. Diantaranya seperti usia, pendidikan, kelas sosial, dan gender.
Variasi bahasa merupakan, fenomena yang wajar dalam masyarakat.
Teori Pragmatik
Tokoh : J. L. Austin, dan John Searle
Menurutnya, makna bahasa tidak hanya ditentukan oleh kata-kata. Tetapi, juga konteks penggunaan. Setiap ujaran dapat berfungsi, sebagai tindakan (speech act).
👉Contoh :
"Bisa tutup pintunya?"
Kalimat tersebut, secara gramatikal merupakan pertanyaan. Tetapi, secara pragmatik merupakan permintaan.
Teori Kognitif
Tokoh : George Lakoff, dan Ronald Langacker
Menghubungkan, kajian Linguistik dengan Ilmu Kognitif dan Psikologi.
👉Pokok Pikiran :
Bahasa berkaitan erat dengan, cara manusia berpikir dan memahami dunia.
Makna menjadi, pusat kajian bahasa.
Metafora dianggap sebagai, bagian penting dari cara berpikir manusia.
Teori Semiotik
Tokoh : Ferdinand de Saussure, dan Charles Sanders Peirce
Menjadi dasar kajian tanda, simbol, dan komunikasi.
👉Pokok Pikiran :
Bahasa adalah sistem tanda.
Tanda terdiri atas, Penanda (Signifier) dan Petanda (Signified).
Ringkasan Singkat
Teori | Tokoh Utama | Fokus Kajian |
Strukturalisme | Ferdinand de Saussure | Bahasa sebagai sistem. |
Struktural Amerika | Leonard Bloomfield | Bentuk dan distribusi bahasa. |
Transformasional Generatif | Noam Chomsky | Tata bahasa dan kemampuan bawaan. |
Behaviorisme | B. F. Skinner | Bahasa sebagai hasil belajar. |
Mentalisme/Nativisme | Noam Chomsky | Kemampuan bahasa bawaan. |
Fungsionalisme | M. A. K. Halliday | Fungsi sosial bahasa. |
Sosiolinguistik | William Labov | Bahasa dan masyarakat. |
Pragmatik | J. L. Austin, John Searle | Makna dalam konteks. |
Kognitif | George Lakoff, Ronald Langacker | Bahasa dan proses berpikir. |
Semiotik | Saussure, Charles S. Peirce | Bahasa sebagai sistem tanda. |
Hubungan Kognisi dan Linguistik
Kognisi yaitu, mempelajari proses mental dan berpikir manusia. Sedangkan, Linguistik adalah ilmu yang mempelajari bahasa. Hubungan keduanya, melahirkan bidang Linguistik Kognitif. Bidang ini memandang bahwa, bahasa bukan sistem yang berdiri sendiri. Melainkan, bagian dari sistem kognitif manusia. Artinya, bahasa sangat dipengaruhi oleh cara manusia berpikir, cara seseorang mengkategorikan dunia, pengalaman tubuh (embodiment), interaksi sosial, dan persepsi terhadap lingkungan.
Sejarah Kognisi Dalam Linguistik
Kognisi dalam Linguistik dapat lahir, sebagai kajian ilmiah. Tentunya, memiliki perjalanan terkait sejarahnya. Baik mulai awal dicetuskan, berkembang, hingga maju sampai sekarang. Perlu kita ketahui, agar memahami rekam jejaknya. Sehingga, bisa mengambil makna dan perbedaan pada setiap masa. So, berikut beberapa tahapan sejarahnya, antara lain:
Era Strukturalisme
Tokoh : Ferdinand de Saussure
Pada tahap awal sejarah ini, bahasa dipelajari sebagai sistem tanda. Fokus pada struktur bahasa. Proses mental, belum menjadi perhatian utama.
Revolusi Kognitif
Tokoh : Noam Chomsky
Pada tahun 1950-1960an muncul kritik, terhadap pandangan Behaviorisme. Chomsky berargumen bahwa, manusia memiliki kemampuan bawaan untuk berbahasa. Bahasa berasal dari, kapasitas mental internal. Otak memiliki, mekanisme khusus untuk bahasa.
👉Konsep Terkenal :
Competence = Pengetahuan bahasa, yang ada dalam pikiran.
Performance = Penggunaan bahasa, dalam situasi nyata.
Munculnya Linguistik Kognitif
Tokoh : George Lakoff, Ronald Langacker, Leonard Talmy
Berikutnya, era munculnya kajian Linguistik Kognitif pada tahun 1980-an. Mereka menolak gagasan bahwa, bahasa merupakan modul yang terpisah dari sistem kognitif lainnya. Menurutnya, bahasa adalah refleksi cara manusia memahami dunia.
Pembelajaran Kognisi Dalam Linguistik
Kognisi dalam Linguistik mempelajari tentang banyak hal, berkaitan dengan bahasa. Tentunya, terhubung dengan proses berpikir. Bagaimana manusia memahami, menghasilkan, dan menyimpan pengetahuan tentang bahasa. So, berikut beberapa point penting tersebut, antara lain:
Memahami Bahasa
👉Contoh Kalimat : "Kucing mengejar tikus"
Otak secara otomatis mengetahui beberapa hal terkait, yaitu:
Pelaku = Kucing
Tindakan = Mengejar
Sasaran = Tikus
Walaupun tidak pernah, diajarkan secara eksplisit. Tapi, setiap kali mendengar kalimat baru akan langsung memahami secara spontan.
Menghasilkan Bahasa
Sebelum berbicara, otak melakukan proses beberapa hal. Diantaranya seperti: Menentukan ide, memilih kata, menyusun struktur kalimat, menggerakkan organ bicara. Semua berlangsung, dalam hitungan milidetik.
Menyimpan Pengetahuan Bahasa
Pengetahuan bahasa tersimpan, dalam memori jangka panjang. Meliputi beberapa hal, seperti: Kosakata, Tata Bahasa, Makna, Ungkapan Idiomatik.
👉Contoh :
Ketika mendengar kata "Sekolah". Maka berbagai konsep terkait, bisa langsung aktif. Yaitu berhubungan dengan Guru, Murid, Kelas, Buku, Belajar. Fenomena ini, disebut aktivasi jaringan semantik.
Kognisi dalam Linguistik yaitu, kajian tentang bagaimana proses berpikir manusia memungkinkan bahasa dipahami, diproduksi, dipelajari, dan digunakan. Pendekatan ini melihat bahasa sebagai, bagian dari sistem kognitif yang luas. Bukan sekedar, kumpulan aturan gramatikal. Konsep-konsep utama yang dipelajari meliputi kategorisasi, prototipe, metafora konseptual, frame, skema, mental lexicon, pemerolehan bahasa, pemrosesan bahasa, serta hubungan bahasa dengan otak. Maka, berusaha menjawab pertanyaan mendasar. Tentang, bagaimana manusia dapat menggunakan bahasa. Guna untuk membangun, menyimpan, dan mengkomunikasikan pengetahuan tentang dunia melalui proses mental yang kompleks.
Demikianlah artikel dari Kami EKA BKJ yang membahas tentang, Kognisi. Berkaitan dengan Pengertian, Definisi Menurut Para Tokoh Ahli, Teori-Teori, Hubungan Kognisi dan Linguistik, Sejarah, Pembelajaran. Sehingga, dapat berguna bagi Anda para khalayak publik. Guna, menambah wawasan dan pengetahuan. Terlebih, sebagai referensi dan rujukan dalam karya tulis. Maupun, untuk kajian akademis dan riset. Terlebih, untuk dipakai dalam ranah praktis. Oke Guys, sekian dari RATU EKA BKJ dan terimakasih.
BAGI ANDA YANG SUDAH MEMBACA KONTEN & ARTIKEL DI ATAS, SILAHKAN UNTUK MEMBAYAR SEIKHLASNYA KE REKENING KAMI BERIKUT, UNTUK MENDUKUNG SITUS INI =
0895367203860
EKA APRILIA.... DANA
0895367203860
EKA APRILIA, OVO

Komentar