Linguistik Bahasa Isyarat merupakan, kajian bahasa yang fokus pada pemberian kode-kode dengan gerakan tubuh. Studi ini dicetuskan, sebagai keilmuan yang memperhatikan kebutuhan para saudara tuli. Agar, dapat berkomunikasi secara baik dengan mereka. Terlebih, sangat relevan diterapkan oleh para Guru yang mengajar di SLB (Sekolah Luar Biasa). Agar, mempunyai metode yang tepat dalam menjelaskan materi.
Selain itu, juga dapat dipakai oleh Translator Pembawa Acara untuk tuna rungu. Sehingga, topik mengenai Linguistik Bahasa Isyarat sangat penting untuk dibahas. Selain pengertian dan definisi, juga dilengkapi dengan teori-teori dan cabangnya. Agar, bisa lebih mendalam dan terstruktur. Oke, untuk lebih jelasnya langsung cek pemaparan Ratu Eka Bkj yang di bawah Guys! Cekidot.
Pengertian Linguistik Bahasa Isyarat
Linguistik Bahasa Isyarat adalah, cabang Ilmu Linguistik yang mempelajari struktur, makna, penggunaan, dan perkembangan bahasa isyarat sebagai bahasa alami manusia. Bahasa Isyarat bukan sekadar “gerakan tangan”, atau versi visual dari bahasa lisan. Melainkan, sistem bahasa penuh yang memiliki tata bahasa, fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan pragmatik sendiri.
Bahasa Isyarat adalah, bahasa visual-gestural. Menggunakan gerakan tangan, bentuk tangan, posisi tubuh, ekspresi wajah, arah pandangan, dan ruang visual. Guna, untuk menyampaikan makna yang ingin dikomunikasikan. Bahasa ini digunakan, terutama oleh komunitas Tuli. Tetapi juga dipakai oleh Interpreter, Keluarga, Pendidik, dan Peneliti Linguistik. Tidak ada satu bahasa isyarat yang universal. Setiap negara atau komunitas, dapat memiliki bahasa isyarat berbeda. Bahasa isyarat tidak selalu mengikuti bahasa lisan, di negara yang sama. Misalnya seperti: ASL lebih dekat secara historis dengan French Sign Language daripada dengan BSL, dan BISINDO berbeda dari SIBI. Contoh bahasa isyarat yang terkenal, antara lain:
American Sign Language (ASL)
British Sign Language (BSL)
Indonesian Sign Language (BISINDO)
Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI)
Definisi Linguistik Bahasa Isyarat Menurut Para Tokoh Ahli
Para Tokoh Ahli sepakat bahwa, Linguistik Bahasa Isyarat merupakan bahasa alami, memiliki struktur yang lengkap, diproses oleh otak. Misalnya seperti bahasa lisan, dan mempunyai aturan tata bahasa yang sistematis. Perbedaannya, hanya pada medium. Bahasa lisan menggunakan bunyi. Sedangkan, bahasa isyarat memakai gerakan visual-spasial. So, untuk lebih jelasnya berikut beberapa Definisi menurut para Tokoh Ahli, antara lain:
William C. Stokoe
William C Stokoe merupakan tokoh pertama yang membuktikan bahwa, bahasa isyarat menjadi bahasa alami yang memiliki Struktur Linguistik lengkap.
Menurut Stokoe, “Bahasa Isyarat adalah, sistem bahasa yang tersusun dari unsur-unsur Linguistik. Diantaranya seperti: fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Diwujudkan melalui gerakan tangan, posisi tubuh, ekspresi wajah, dan ruang visual.”
Sebelum penelitian Stokoe, banyak orang menganggap bahasa isyarat hanyalah gerakan sederhana atau pantomim. Namun, ia menunjukkan bahwa bahasa isyarat memiliki aturan tata bahasa sendiri sebagaimana bahasa lisan. Dia juga memperkenalkan konsep seperti: handshape (bentuk tangan), location (lokasi gerakan), movement (gerakan) sebagai unsur dasar bahasa isyarat.
Noam Chomsky
Walaupun Chomsky tidak secara khusus, menciptakan teori bahasa isyarat. Tapi, teorinya tentang bahasa digunakan dalam Linguistik Bahasa Isyarat.
Menurutnya, “Bahasa Isyarat dipandang sebagai kemampuan bahasa manusia yang bersifat universal, dan dihasilkan oleh sistem tata bahasa mental.”
Berdasarkan, teori tata bahasa generatif Chomsky. Bahasa Isyarat diproses di otak. Misalnya seperti bahasa lisan, memiliki aturan sintaksis, dan dapat menghasilkan kalimat yang tidak terbatas jumlahnya. Artinya, bahasa isyarat bukan sekadar simbol visual. Tetapi, sistem bahasa manusia yang kompleks.
Ursula Bellugi
Bellugi banyak meneliti tentang, hubungan bahasa isyarat dengan fungsi otak. Dia mendefinisikan Linguistik Bahasa Isyarat, yaitu:
“Bahasa Isyarat adalah, bahasa visual-spasial yang diproses oleh mekanisme neurologis yang sama dengan bahasa lisan.”
Penelitian Bellugi menunjukkan bahwa, penderita gangguan otak tertentu dapat mengalami gangguan bahasa isyarat, sebagaimana afasia pada bahasa lisan. Bahasa Isyarat memiliki struktur gramatikal kompleks, dan penggunaan ruang memiliki fungsi Linguistik. Hal ini memperkuat bahwa, Bahasa Isyarat adalah bahasa sejati secara ilmiah.
Edward Klima
Edward Klima bekerja bersama Ursula Bellugi, dalam penelitian Linguistik Bahasa Isyarat. Mereka mendefinisikan, yakni:
“Bahasa Isyarat merupakan, sistem komunikasi alami yang memiliki aturan fonologis dan sintaksis tersendiri.”
Klima menjelaskan bahwa ekspresi wajah, arah gerakan, dan posisi tubuh memiliki makna gramatikal dalam bahasa isyarat. Bukan hanya unsur tambahan. Contohnya: perubahan ekspresi wajah dapat mengubah jenis kalimat menjadi pertanyaan, arah gerak tangan dapat menunjukkan subjek dan objek.
David Crystal
David Crystal membahas, bahasa isyarat dalam kajian Linguistik Umum. Mendefinisikan sebagai berikut:
“Bahasa Isyarat adalah, bahasa yang menggunakan media visual dan gerak tubuh sebagai sarana utama komunikasi Linguistik.”
Menurut Crystal, bahasa tidak harus berbentuk suara. Selama memiliki simbol, aturan, dan makna yang sistematis. Maka, sistem tersebut dapat disebut bahasa. Bahasa isyarat memenuhi, semua unsur tersebut.
Teori-Teori Linguistik Bahasa Isyarat dan Tokohnya!
Linguistik Bahasa Isyarat menunjukkan bahwa, bahasa manusia dapat hadir dalam bentuk visual-spasial, bukan hanya bunyi. Teori-teori Linguistik Bahasa Isyarat membahas, beberapa bidang dan fokusnya. Yaitu, Fonologi → Struktur Dasar Tanda, Morfologi → Pembentukan Tanda, Sintaksis → Susunan Kalimat, Semantik → Makna, Pragmatik → Penggunaan Dalam Konteks, Generatif → Tata Bahasa Universal, Kognitif → Pemrosesan Visual-Spasial, Sosiolinguistik → Bahasa dan Masyarakat, Neurolinguistik → Pemrosesan Otak. So, untuk lebih jelasnya berikut teori-teori dan tokohnya, antara lain:
Teori Struktural Linguistik Bahasa Isyarat
Tokoh Utama : William C. Stokoe
Teori ini muncul, ketika penelitian modern mulai membuktikan. Bahwa, bahasa isyarat memiliki struktur linguistik lengkap seperti bahasa lisan. Bahasa isyarat tersusun, dari unit-unit kecil yang sistematis. Sama seperti fonem, pada bahasa lisan. Stokoe, membagi tanda menjadi beberapa komponen. Diantaranya seperti:
Handshape → Bentuk Tangan
Location → Lokasi Isyarat
Movement → Gerakan
Kemudian berkembang menjadi orientasi telapak tangan, dan ekspresi wajah / non manual markers.
👉 Contoh : Satu perubahan kecil pada bentuk tangan atau lokasi, dapat mengubah makna. Sebagaimana, perubahan bunyi dalam bahasa lisan.
👉 Kontribusi :
Membuktikan bahasa isyarat adalah bahasa alami.
Menjadi dasar Linguistik bahasa isyarat modern.
Menghapus pandangan bahwa, bahasa isyarat hanyalah “bahasa tubuh”.
Teori Fonologi Bahasa Isyarat
Tokoh Utama : William C. Stokoe, dan Diane Brentari
Fonologi dalam bahasa isyarat tidak berbasis bunyi, melainkan fitur visual-gerak. Jika satu parameter berubah, arti mengalami perubahan pula. Contohnya seperti: Gerakan Berbeda → Arti Berbeda, Lokasi di Wajah vs Dada → Makna Berubah. Fonologi bahasa isyarat bersifat visual-spasial, simultan (beberapa unsur muncul bersamaan), berbeda dari bahasa lisan yang linear.
👉 Komponen Fonologi : Bahasa isyarat memiliki “parameter fonologis” berupa Bentuk Tangan, Lokasi Tanda, Gerakan, Orientasi Tangan, Penanda Non Manual (alis, mulut, wajah).
Teori Morfologi Bahasa Isyarat
Tokoh Utama : William C. Stokoe, dan Scott K. Liddell
Morfologi mempelajari, pembentukan kata/tanda. Dalam Bahasa Isyarat, satu tanda dapat memuat banyak informasi sekaligus. Bahasa isyarat, sering memakai morfologi spasial. Yaitu, ruang digunakan sebagai bagian tata bahasa.
👉Bentuk Morfologi :
Infleksi = Perubahan gerakan menunjukkan waktu, jumlah, arah, pelaku.
Reduplikasi = Pengulangan gerak menunjukkan jamak, intensitas, kontinuitas.
Teori Sintaksis Bahasa Isyarat
Tokoh Utama : William C. Stokoe, dan Carol Padden
Sintaksis mempelajari susunan kalimat. Bahasa Isyarat, memiliki struktur kalimat sendiri. Tidak selalu sama, dengan Bahasa Lisan. Dalam Bahasa Isyarat, wajah menjadi bagian tata bahasa. Bukan sekedar ekspresi emosional. Ekspresi wajah dapat berfungsi sebagai penanda pertanyaan, negasi, penekanan, subordinasi.
👉Contoh Pola :
Topik → Komentar
Subjek → Predikat → Objek
Variasi tergantung bahasa isyarat tertentu.
Teori Semantik dan Pragmatik
Tokoh Utama : Ferdinand de Saussure (Semantik), dan Charles Sanders Peirce (Pragmatik)
Semantik, mempelajari makna tanda. Bahasa Isyarat sangat ikonik. Tetapi, tetap arbitrer dalam banyak aspek. Ikonisitas, bentuk tanda sering menyerupai objek/aksi yang dimaksud. Namun, tidak semua tanda bersifat ikonik. Banyak tanda berkembang secara konvensional.
👉Contoh : Tanda “minum” menyerupai gerakan minum.
Pragmatik, mempelajari penggunaan bahasa dalam konteks sosial. Terdapat aspek penting yaitu: kontak mata, pengambilan giliran bicara visual, penggunaan ruang komunikasi.
Teori Generatif Pada Bahasa Isyarat
Tokoh : Noam Chomsky (Dasar Teoritis), William C. Stokoe (Tokoh Awal Bahasa Isyarat), Edward Klima dan Ursula Bellugi (Penerapan Teori Generatif)
Dipengaruhi oleh, teori Noam Chomsky. Bahasa Isyarat memiliki tata bahasa universal, aturan mental bawaan manusia, kemampuan generatif. Penutur Bahasa Isyarat dapat membentuk kalimat baru, memahami struktur kompleks, menggunakan aturan abstrak. Menunjukkan, bahasa isyarat diproses secara Linguistik penuh di otak manusia.
👉Konsep-Konsep :
Universal Grammar (Tata Bahasa Universal) = Bahasa Isyarat dan Bahasa Lisan, dianggap berasal dari kemampuan bawaan manusia. Semua manusia memiliki “perangkat bahasa” di otak. Bahasa Isyarat bukan sistem visual sederhana, tetapi bahasa penuh dengan tata bahasa.
Struktur Dalam dan Struktur Permukaan = Struktur Dalam (Deep Structure) adalah, makna dasar atau ide yang ingin disampaikan. Struktur Permukaan (Surface Structure) yaitu, bentuk isyarat yang tampak secara visual. Contohnya seperti: satu makna bisa diungkapkan dengan urutan isyarat berbeda tergantung konteks, tetapi struktur dasar tetap sama.
Parameter Bahasa = Dalam Teori Generatif, bahasa berbeda karena “parameter” yang disetel berbeda. Dalam Bahasa Isyarat, urutan kata (word order) bisa berbeda dari bahasa lisan. Penggunaan ruang (spatial grammar) menjadi parameter penting.
Fonologi Bahasa Isyarat (bukan suara, tetapi gerak) = Bahasa Isyarat memiliki “fonem” versi visual. Yaitu seperti: bentuk tangan (handshape), lokasi isyarat (location), gerakan (movement), orientasi telapak tangan, ekspresi non-manual (wajah, kepala). Menunjukkan bahwa, Bahasa Isyarat juga tersusun secara sistematis bukan acak.
Simultaneity (Kesimultanan) = Berbeda dari bahasa lisan yang linear (kata per kata). Bahasa isyarat bisa menyampaikan, banyak informasi sekaligus. Misalnya seperti: tangan + ekspresi wajah + arah pandang berjalan bersamaan.
Non-Manual Markers = Ekspresi wajah dan gerakan tubuh, berfungsi sebagai bagian dari tata bahasa. Yakni seperti: menaikkan alis → pertanyaan ya/tidak, gerakan kepala → negasi atau penekanan, ekspresi wajah → aspek emosi atau gramatikal.
Struktur Sintaksis Setara Bahasa Lisan = Penelitian oleh Klima & Bellugi menunjukkan, bahasa isyarat memiliki aturan sintaksis kompleks. Ada subjek, predikat, objek (meskipun bentuknya visual-spasial).
Teori Kognitif dan Visual-Spasial
Tokoh Utama : Jean Piaget
Teori ini melihat hubungan bahasa isyarat, dengan proses berpikir visual. Bagaimana pengguna bahasa isyarat memanfaatkan ruang, memproses informasi visual, membangun representasi mental. Menunjukkan bahwa, bahasa manusia tidak harus berbasis suara.
👉Konsep Penting :
Spatial Grammar = Ruang digunakan untuk menunjukkan subjek/objek, arah tindakan, hubungan antar entitas.
Teori Sosiolinguistik Bahasa Isyarat
Tokoh Utama : William C. Stokoe, dan William Labov
Mempelajari, hubungan bahasa isyarat dengan masyarakat dan budaya tuli. Bahasa isyarat berbeda antar negara, bahkan antar daerah. Tidak semua saling dimengerti.
👉Contoh :
American Sign Language
British Sign Language
Bahasa Isyarat Indonesia
👉Fokus Kajian :
Variasi Dialek
Identitas Komunitas Tuli
Bilingualisme
Kontak Bahasa
Kebijakan Pendidikan
Teori Neurolinguistik Bahasa Isyarat
Tokoh Utama : Ursula Bellugi, dan William C. Stokoe
Mempelajari, bagaimana otak memproses bahasa isyarat. Bahasa isyarat diproses, di area otak yang sama dengan bahasa lisan. Yaitu seperti: area Broca, dan area Wernicke.
👉Makna : Kemampuan bahasa manusia bersifat biologis, bukan tergantung suara.
Teori Ikonisitas Dalam Bahasa Isyarat
Tokoh Utama : Sharon Taub
Teori ini menyoroti, hubungan bentuk tanda dengan makna. Ikonisitas membantu pembelajaran, memori, komunikasi visual. Namun, bahasa isyarat tetap memiliki tata bahasa abstrak yang kompleks.
👉Jenis-Jenis :
Bentuk tangan menyerupai objek.
Gerakan menyerupai aksi.
Lokasi menyerupai posisi nyata.
Cabang-Cabang Linguistik Bahasa Isyarat
Linguistik Bahasa Isyarat juga terdapat cabang-cabang. Sebagai, bidang kajian yang lebih spesifik. Studi yang khusus dan mendalam. Sehingga, konsepnya semakin detail dan bisa diterapkan. So, berikut beberapa cabangnya, antara lain:
Fonologi Bahasa Isyarat
Dalam bahasa lisan, fonologi mempelajari bunyi. Dalam bahasa isyarat, fonologi mempelajari unit visual terkecil pembentuk tanda. Perubahan satu parameter saja bisa mengubah arti tanda, sama seperti perubahan fonem dalam bahasa lisan.
👉Parameter Utama Tanda :
Handshape (Bentuk Tangan) = Contohnya seperti tangan mengepal, telunjuk menunjuk, telapak terbuka.
Location (Lokasi) = Di mana tanda dilakukan dekat kepala, dada, wajah, atau ruang netral.
Movement (Gerakan) = Misalnya seperti naik, memutar, menyentuh, menggeser.
Orientation (Orientasi) = Arah telapak tangan menghadap atas, bawah, depan, tubuh.
Non-Manual Markers = Elemen non-tangan seperti ekspresi wajah, gerakan alis, posisi bibir, gerakan kepala.
Morfologi Bahasa Isyarat
Morfologi mempelajari pembentukan kata. Dalam bahasa isyarat, morfologi sangat produktif dan visual.
👉Implementasi Proses Morfologis :
Infleksi Verba = Gerakan tanda dapat berubah untuk menunjukkan subjek, objek, arah tindakan. Misalnya: “saya memberi kamu” dan “kamu memberi saya” dapat dibedakan melalui arah gerakan tangan.
Reduplikasi = Pengulangan gerakan dapat menunjukkan aspek kontinu, kebiasaan, atau intensitas.
Classifier = Classifier adalah bentuk tangan khusus yang mewakili manusia, kendaraan, benda panjang, hewan, dan lain sebagainya. Classifier sangat penting, karena memungkinkan representasi visual yang kompleks.
Sintaksis Bahasa Isyarat
Sintaksis mempelajari struktur kalimat. Bahasa isyarat memiliki, pola sintaksis unik. Tidak selalu sama, dengan bahasa lisan. Topik biasanya, diberi penanda non manual. Diantaranya seperti: alis terangkat, jeda, arah kepala.
👉Contoh Ciri Sintaksis :
Penggunaan topik-komentar.
Pemanfaatan ruang.
Simultanitas informasi.
👉Contoh Struktur Topik-Komentar :
Misalnya = “Buku, Saya Suka”
Artinya = “Buku yang itu, Saya suka.”
Semantik dan Ikonisitas
Semantik mempelajari makna. Dalam bahasa isyarat, makna sering bersifat ikonik. Tetapi, tetap arbitrer secara Linguistik. Ikonisitas, banyak tanda menyerupai bentuk atau aksi nyata. Namun, tidak semua tanda ikonik. Terlebih, ikonisitas tidak menghilangkan sifat kebahasaan.
👉Contoh : Tanda “makan” menyerupai gerakan makan.
Pragmatik
Pragmatik mempelajari, penggunaan bahasa dalam konteks sosial. Dalam bahasa isyarat, pragmatik melibatkan kontak mata, pengaturan giliran bicara, penggunaan ruang, ekspresi wajah sosial. Karena bersifat visual, perhatian visual sangat penting.
Ciri Khusus Linguistik Bahasa Isyarat
Linguistik Bahasa Isyarat memiliki ciri khusus. Sehingga, dapat menjadi pembeda dengan studi lain. Perlu diketahui oleh pembaca. Agar, tidak salah paham dalam mengkajinya. Terlebih, supaya bisa tepat sasaran. So, berikut beberapa ciri khususnya, antara lain:
Modalitas Visual-Spasial
Bahasa lisan, berbasis audio-vokal. Bahasa isyarat, berbasis visual-spasial. Akibatnya, ruang menjadi bagian tata bahasa. Arah gerakan memiliki makna. Beberapa informasi dapat disampaikan simultan.
Simultanitas
Bahasa lisan cenderung linear, yaitu kata demi kata. Bahasa isyarat, dapat menyampaikan banyak informasi sekaligus. Yaitu seperti: bentuk tangan, ekspresi wajah, arah tubuh, gerakan.
👉Contoh : Satu tanda dapat sekaligus menunjukkan siapa pelaku, arah tindakan, emosi, aspek waktu.
Penggunaan Ruang Gramatikal
Penutur bahasa isyarat, dapat “menempatkan” referen di ruang tertentu. Contohnya seperti: Orang A di kiri, dan Orang B di kanan. Kemudian, arah gerakan digunakan untuk menunjukkan interaksi antara keduanya.
Istilah Penting Pada Linguistik Bahasa Isyarat
Istilah | Penjelasan |
Fonologi | Struktur Dasar Tanda |
Handshape | Bentuk Tangan |
Non Manual Marker | Ekspresi Wajah/Gerak Tubuh |
Classifier | Bentuk Tangan Representasional |
Ikonisitas | Kemiripan Tanda dengan Objek |
Signing space | Ruang Gramatikal |
Fingerspelling | Mengeja Huruf dengan Tangan |
Gloss | Penulisan Teks Untuk Tanda |
Perbedaan Linguistik Bahasa Isyarat dan Gestur
Gestur | Bahasa Isyarat |
Tidak Selalu Punya Tata Bahasa | Memiliki Tata Bahasa Lengkap |
Bersifat Tambahan | Sistem Bahasa Utama |
Tidak Stabil | Sistematis |
Universal Sebagian | Berbeda Antar Komunitas |
Linguistik Bahasa Isyarat mempelajari, bagaimana bahasa visual bekerja sebagai sistem komunikasi manusia yang lengkap dan kompleks. Bahasa isyarat memiliki fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, pragmatik, variasi sosial, dan perkembangan historis, sama seperti bahasa lisan. Namun, bahasa isyarat juga memiliki karakteristik unik. Diantaranya seperti: visual-spasial, simultan, dan sangat bergantung pada penggunaan ruang serta ekspresi non manual. Karena itu, Linguistik bahasa isyarat tidak hanya penting bagi komunitas Tuna Rungu. Namun, untuk memahami hakikat bahasa manusia secara umum.
Demikianlah artikel dari Kami EKA BKJ yang membahas tentang, Linguistik Bahasa Isyarat. Berkaitan dengan Pengertian, Definisi Menurut Para Tokoh Ahli, Teori-Teori dan Tokohnya, Cabang-Cabang, Ciri Khusus, Istilah Penting, Perbedaan Dengan Gestur. Sehingga, berguna bagi Anda para Readers. Baik sebagai penambah wawasan, dan kajian studi Linguistik. Maupun, untuk referensi di dunia akademis dan membuat karya tulis. Ataupun, sebagai tuntutan praktis. Oke Guys, sekian dari Ratu Eka Bkj dan terimakasih.
BAGI ANDA YANG SUDAH MEMBACA KONTEN & ARTIKEL DI ATAS, SILAHKAN UNTUK MEMBAYAR SEIKHLASNYA KE REKENING KAMI BERIKUT, UNTUK MENDUKUNG SITUS INI =
0481723808
EKA APRILIA.... BCA
0895367203860
EKA APRILIA, OVO

Komentar