Multibahasa Dalam Linguistik, Nih Penjelasan Lengkapnya! -->

Multibahasa Dalam Linguistik, Nih Penjelasan Lengkapnya!

Ratu Eka Bkj
Monday, May 18, 2026

Multibahasa Dalam Linguistik

Penulis : @Ratu Eka Bkj 
CEO, Owner, Founder “EKA BKJ



RATU EKA BKJ - Multibahasa menjadi studi, yang penting dalam Linguistik. Bukan hanya sekedar mengkaji tentang, macam-macam bahasa yang digunakan. Tapi, juga meneliti terkait sumber bahasa yang didapatkan. Adanya, fenomena campur bahasa. Maupun, fungsional dalam menggunakan jenis language sesuai situasi dan ruang. 


Misalnya, jika di rumah menggunakan Bahasa Daerah. Sedangkan, di Sekolah dan Kantor memakai Bahasa Indonesia. Pembahasan akan dijabarkan, secara lengkap dan runtut. Dilengkapi dengan teori-teori dan tokoh ahlinya. So, untuk lebih jelasnya tentang Multibahasa dalam Linguistik. Yukz, langsung cek pemaparan RATU EKA BKJ yang di bawah Guys! Cekidot. 



Pengertian Multibahasa Dalam Linguistik

Multibahasa (Multilingualisme) dalam bidang Linguistik adalah kemampuan individu, kelompok, atau masyarakat untuk menggunakan lebih dari satu bahasa dalam komunikasi. Dalam Linguistik, multibahasa tidak hanya membahas “bisa berbicara banyak bahasa”. Tetapi, juga mencakup bagaimana bahasa digunakan, dipelajari, dipertahankan, bercampur, berubah, dan mempengaruhi identitas sosial maupun budaya.

Secara umum Monolingual, menggunakan satu bahasa. Bilingual, memakai dua bahasa. Multilingual, memiliki tiga bahasa atau lebih. Contoh nyata di Indonesia: Seseorang dapat menggunakan Bahasa Jawa di rumah, Bahasa Indonesia di sekolah dan kantor, Bahasa Inggris untuk internet. Sehingga, bentuk multibahasa yang sangat umum dalam masyarakat modern.



Definisi Multibahasa Dalam Linguistik Menurut Para Tokoh Ahli!

Multibahasa dalam Linguistik, juga didefinisikan oleh para Tokoh Ahli. Sebagai pemaparan yang lebih terperinci, daripada pengertian. Disertai pandangan khusus, dari perspektif masing-masing tokoh. So, langsung saja berikut beberapa Definisinya, antara lain:


Leonard Bloomfield

Dalam karya Language (1933), Bloomfield menyatakan bahwa bilingualisme atau kemampuan multibahasa adalah:

“Native-like control of two languages.”

Menurut Bloomfield, seseorang disebut bilingual atau multibahasa apabila mampu menguasai dua atau lebih bahasa seperti penutur asli. Definisi ini, termasuk sangat ketat. Karena, menuntut penguasaan penuh. Terhadap tata bahasa, pengucapan, dan penggunaan bahasa. Dalam Linguistik Modern, pandangan Bloomfield dianggap terlalu ideal. Karena, kenyataannya banyak individu multibahasa tidak memiliki kemampuan sama sempurna, pada semua bahasa yang mereka kuasai.


Einar Haugen

Haugen (1953) mendefinisikan bilingualisme sebagai:

“The point where a speaker can first produce complete meaningful utterances in another language.”

Menurut Haugen, seseorang sudah dapat disebut bilingual atau multibahasa, ketika mampu menghasilkan ujaran bermakna dalam bahasa lain, walaupun belum sempurna. Pandangan ini, lebih fleksibel dibanding Bloomfield. Karena, menekankan fungsi komunikasi daripada kesempurnaan penguasaan bahasa.


Uriel Weinreich

Dalam Languages in Contact (1953), Weinreich menyatakan:

“The practice of alternately using two languages.”

Weinreich melihat multibahasa sebagai, praktik penggunaan dua atau lebih bahasa secara bergantian, dalam kehidupan sehari-hari. Fokus definisi ini, ada pada penggunaan nyata bahasa dalam masyarakat, bukan tingkat kefasihan. Pendekatan ini, penting dalam kajian Sosiolinguistik. Karena, berkaitan dengan kontak bahasa dan peralihan kode (code-switching).


Joshua Fishman

Fishman menjelaskan bahwa:

“Who speaks what language to whom and when.”

Fishman menekankan, aspek sosial penggunaan bahasa. Menurutnya, multibahasa berkaitan erat dengan situasi sosial, identitas, dan fungsi bahasa dalam masyarakat. Pendekatan Fishman sangat berpengaruh, dalam Sosiolinguistik dan perencanaan bahasa.

👉Contoh :

Bahasa Daerah digunakan di rumah.

Bahasa Nasional digunakan di sekolah dan kantor.

Bahasa Asing digunakan untuk pekerjaan internasional.


François Grosjean

Grosjean menyatakan: “Bilinguals are not two monolinguals in one person.”

Menurut Grosjean, individu multibahasa tidak harus memiliki kemampuan yang sama pada semua bahasa. Setiap bahasa digunakan untuk, kebutuhan dan konteks yang berbeda. Pandangan ini menjadi dasar modern, dalam Psikologi Bahasa dan Pendidikan Bilingual.

👉Contoh :

Bahasa Ibu untuk keluarga.

Bahasa Nasional untuk pendidikan.

Bahasa Inggris untuk teknologi.


Mackey William Francis

Mackey menyebut bilingualisme sebagai:

“The alternate use of two or more languages by the same individual.”

Menurut Mackey, inti multibahasa adalah kemampuan menggunakan lebih dari satu bahasa secara bergantian, oleh individu yang sama. Pendekatan ini banyak digunakan, dalam penelitian pendidikan bahasa.

👉Aspek-Aspek : Tingkat kemampuan, fungsi penggunaan, pergantian bahasa, pengaruh antarbahasa.



Teori-Teori Multibahasa dan Tokohnya!

Teori Multibahasa (Multilingualisme) berkembang, dari berbagai sudut pandang. Yaitu seperti: biologis, psikologis, sosial, hingga pendidikan. Tokoh-tokoh antara lain: Noam Chomsky, Lev Vygotsky, Jim Cummins, dan Ofelia García. Memberikan dasar penting, untuk memahami bagaimana manusia dapat menggunakan lebih dari satu bahasa, dalam kehidupan sehari-hari. Pada kajian Linguistik dan Pendidikan Bahasa, teori Multibahasa membahas bagaimana seseorang memperoleh, menggunakan, dan mengelola lebih dari satu bahasa. So, selengkapnya berikut beberapa teori-teori, antara lain:


Teori Behaviorisme

Tokoh : B.F. Skinner

Skinner menyatakan bahwa, bahasa dipelajari melalui kebiasaan, imitasi, pengulangan, dan penguatan (reward). Dalam konteks multibahasa, seseorang dapat menguasai banyak bahasa. Melalui, latihan terus-menerus dan lingkungan yang mendukung. Penggunaan bahasa, dianggap hasil pembiasaan. Kelebihan dari teori ini, efektif untuk latihan pengucapan dan kosakata. Sedangkan kelemahannya yaitu, kurang menjelaskan kreativitas manusia dalam menggunakan bahasa.

👉Contoh : 

Anak yang tumbuh di keluarga Jawa-Indonesia-Inggris, akan terbiasa memakai ketiga bahasa karena sering mendengarnya.


Teori Nativisme

Tokoh : Noam Chomsky

Chomsky berpendapat bahwa, manusia memiliki kemampuan bawaan untuk belajar bahasa. Disebut dengan, Language Acquisition Device (LAD). Dalam multibahasa, otak manusia secara alami mampu mempelajari lebih dari satu bahasa sejak kecil. Multilingualisme dianggap, sebagai kemampuan biologis manusia. Kelebihan dari teori ini yakni, menjelaskan mengapa anak dapat belajar beberapa bahasa dengan cepat. Sedangkan kelemahannya, kurang memperhatikan pengaruh lingkungan sosial.

👉Konsep Penting :

f (x) = Kemampuan bahasa bawaan manusia f (x) = \ text {Kemampuan bahasa bawaan manusia} f (x) = Kemampuan bahasa bawaan manusia.

(Widget ini, hanya ilustrasi konsep abstrak kemampuan bawaan)


Teori Kognitif

Tokoh : Jean Piaget

Bahasa berkembang, sesuai perkembangan kognitif manusia. Dalam multibahasa, kemampuan menggunakan banyak bahasa dipengaruhi perkembangan berpikir dan pemahaman konsep. Anak belajar bahasa, ketika kemampuan mentalnya berkembang. Kajian ini fokus pada, hubungan antara bahasa dan perkembangan intelektual.

👉Contoh :

Anak memahami konsep “waktu” dulu, sebelum dapat menggunakan bentuk tata bahasa masa lampau dalam beberapa bahasa.


Teori Sosiokultural

Tokoh : Lev Vygotsky

Bahasa berkembang melalui, interaksi sosial dan budaya. Dalam multilingualisme, lingkungan sosial sangat menentukan penguasaan banyak language. Bahasa dipelajari melalui komunikasi dengan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

👉Konsep Penting :

Zone of Proximal Development (ZPD), yaitu anak belajar bahasa baru dengan bantuan orang yang lebih ahli.

👉Contoh :

Siswa belajar bahasa Inggris lebih cepat, ketika sering berdiskusi dengan Guru atau Teman.


Teori Interdependensi Bahasa

Tokoh : Jim Cummins

Cummins menyatakan bahwa, kemampuan bahasa pertama dapat membantu penguasaan bahasa kedua. Teori ini dikenal dengan, Common Underlying Proficiency (CUP). Artinya yaitu keterampilan berpikir, membaca, dan menulis dalam satu bahasa dapat ditransfer ke bahasa lain.

👉Contoh :

Anak yang pandai membaca bahasa Indonesia, cenderung lebih mudah belajar membaca bahasa Inggris.

👉Konsep Visual :

L1→L2L_1 \rightarrow L_2L1​→L2​


Teori Translanguaging

Tokoh : Ofelia García

Teori ini melihat bahwa, penutur multibahasa tidak memisahkan bahasa secara kaku. Mereka mencampur, berpindah, dan menggunakan semua kemampuan bahasa secara fleksibel. Dalam teori ini, campuran bahasa bukan kesalahan, tetapi strategi komunikasi.

👉Contoh :

Mahasiswa berkata, “Aku tadi submite tugas pakai English language, karena Dosennya dari luar negeri.”


Teori Code Switching

Tokoh : John J. Gumperz

Code Switching adalah, perpindahan dari satu bahasa ke bahasa lain dalam percakapan. Teori ini penting, dalam kajian masyarakat multibahasa.

Jenis-Jenis : Antar kalimat, dalam kalimat, sesuai situasi sosial.

👉Contoh : “Nanti malam kita meeting, jangan lupa ya.”


Teori Kompetensi Komunikatif

Tokoh : Dell Hymes

Menguasai bahasa, bukan hanya mengetahui tata bahasa. Tetapi juga tentang kapan digunakan, kepada siapa, dan dalam situasi apa. Dalam masyarakat multibahasa, seseorang harus mampu memilih bahasa yang sesuai konteks sosial.

👉Contoh :

Menggunakan Bahasa Daerah di rumah, dan Bahasa Indonesia formal di sekolah.



Jenis-Jenis Multibahasa Dalam Linguistik

Multibahasa dalam Linguistik, membagi beberapa jenis-jenisnya. Sebagai, variasi dalam kajian ini. Agar, bisa mempelajari dengan lebih khusus dan spesialis. So, langsung saja berikut beberapa jenisnya, antara lain:


Multibahasa Individual

Terjadi ketika satu individu, menguasai beberapa bahasa. Tingkat kemampuan dari jenis ini, tidak semua bahasa dikuasai secara sama. Biasanya, ada salah satu bahasa lebih dominan, bahasa pasif, dan bahasa aktif.

👉Contoh : Diplomat, Penerjemah, Anak dari keluarga campuran budaya.


Multibahasa Sosial

Terjadi ketika masyarakat menggunakan banyak bahasa, dalam kehidupan sehari-hari. Pada masyarakat seperti ini, pemilihan bahasa bergantung pada beberapa faktor. Diantaranya seperti: situasi, status sosial, lawan bicara, konteks formal/informal.

👉Contoh : Indonesia, India, Swiss, Singapura.


Multibahasa Institusional

Bahasa digunakan secara resmi dalam lembaga negara, pendidikan, hukum, atau media.

👉Contoh :
Di Switzerland terdapat beberapa bahasa resmi. Diantaranya seperti: Bahasa Jerman, Prancis, Italia, Romansh.



Konsep-Konsep Multibahasa Dalam Linguistik

Multibahasa dalam Linguistik, memiliki konsep-konsep yang penting dipelajari. Agar, dapat memahami secara dalam. Dengan begitu, bisa menerapkannya dengan tepat. So, berikut beberapa konsepnya, antara lain:


Kedwibahasaan (Bilingualisme)

Dasar dari multilingualisme. Seseorang dapat memahami dua bahasa, berbicara dua bahasa, menulis dua bahasa. 

👉Jenis-Jenis :

Simultan (dipelajari sejak kecil bersamaan).

Sekuensial (bahasa kedua dipelajari setelah bahasa pertama).


Alih Kode (Code Switching)

Perpindahan dari satu bahasa, ke bahasa lain dalam percakapan. Berfungsi dalam menunjukkan identitas, memperjelas makna, menyesuaikan lawan bicara, menunjukkan status sosial. Fenomena ini, umum dalam komunitas urban dan profesional.

👉Contoh :

“Aku nanti meeting dulu, habis itu kita makan.”


Campur Kode (Code Mixing)

Pencampuran unsur bahasa lain, dalam satu kalimat. Berbeda dengan alih kode. Karena, campur kode biasanya terjadi pada tingkat kata atau frasa.

👉Contoh :

“Tugasnya sudah aku submite kemarin.”


Diglosia

Situasi ketika dua bahasa atau dua variasi bahasa, memiliki fungsi sosial berbeda. Konsep ini, banyak dikaji dalam Sociolinguistics.

👉Contoh :

Bahasa Formal, untuk dunia pendidikan di sekolah dan profesional kerja di kantor.

Bahasa Lokal, untuk percakapan sehari-hari.


Interferensi Bahasa

Pengaruh satu bahasa, terhadap bahasa lain.

👉Contoh :

Penutur Bahasa Daerah mungkin membawa struktur Bahasa Ibu, ketika berbicara Bahasa Indonesia.

Misalnya:

“Aku udah makan tadi pagi banget.”

Struktur tertentu, bisa dipengaruhi pola Bahasa Lokal.


Peminjaman Bahasa (Borrowing)

Bahasa sering meminjam kosakata, dari bahasa lain. Fenomena ini menunjukkan, kontak bahasa dalam masyarakat multibahasa.

👉Contoh :

Beberapa kosakata Bahasa Indonesia menyerap diksi dari Bahasa Inggris. Misalnya seperti: Komputer, Internet, Restoran, Televisi.



Multibahasa Dalam Perspektif Sosiolinguistik

Pada studi Sosiolinguistik, kajian Multibahasa dipandang sebagai fenomena sosial. Bahasa dapat menunjukkan identitas etnis, kelas sosial, pendidikan, solidaritas kelompok, kekuasaan. Faktor pemilihan bahasa yaitu, penutur memilih bahasa berdasarkan beberapa hal. Diantaranya seperti: siapa lawan bicara, tempat, tujuan komunikasi, hubungan sosial, emosi.

👉Contoh :

Seseorang bisa memakai Bahasa Daerah dengan keluarga, Bahasa Indonesia di kantor, dan Bahasa Inggris dalam presentasi internasional.



Pemerolehan Bahasa Pada Multibahasa

Multibahasa dapat diperoleh, dari berbagai sumber. Baik dari rujukan pertama, maupun tambahan. Digunakan sebagai bahasa utama di ruang publik, kerja, sekolah. Maupun untuk bahasa sehari-hari, di rumah dengan orang tua dan keluarga. So, berikut ada dua cara pemerolehan bahasa, yaitu:


Pemerolehan Simultan

Anak belajar dua, atau lebih bahasa sejak kecil.

👉Contoh : 

Orang Tua berbicara dengan Bahasa Jawa.

Teman menggunakan Bahasa Indonesia.

Sekolah berkomunikasi dengan Bahasa Inggris.


Pemerolehan Sekuensial

Bahasa kedua dipelajari, setelah bahasa pertama berkembang.



Multibahasa di Indonesia

Indonesia adalah, salah satu negara paling Multibahasa di dunia. Indonesia memiliki ratusan Bahasa Daerah, yang paling terkenal seperti: Bahasa Jawa (Jawa Kawi / Sansekerta, Jawa Ngoko, Jawa Krama Alus dan Krama Inggil), Bahasa Bali, Bahasa Melayu (Melayu Kuno dan Melayu Modern/Medan), Bahasa Betawi, dan masih banyak lagi. Lalu, Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional. Kemudian, ditambah penggunaan Bahasa Asing seperti: Inggris, Amerika, Arab, Belanda, Korea, Mandarin, Jepang, dan semacamnya.

Situasi dalam Bahasa di Indonesia, umumnya masyarakat memakai Bahasa Daerah di rumah. Menggunakan, Bahasa Indonesia di ruang publik dan kantor. Berkomunikasi dengan Bahasa Asing, untuk pendidikan berbasis internasional, atau meeting dengan client business dari luar negeri. Sehingga, menciptakan masyarakat multilingual yang sangat dinamis.



Multibahasa Globalisasi & Digital, Lengkap Dengan Konsep Translanguaging!

Multibahasa dalam Globalisasi mempercepat kontak bahasa, penyebaran bahasa internasional, munculnya bahasa campuran, komunikasi digital lintas negara. Bahasa Inggris menjadi, lingua franca global. Tentunya dalam komunikasi bisnis, teknologi, pendidikan, diplomasi. Namun, globalisasi juga dapat mengancam bahasa minoritas.

Internet menciptakan,  bentuk baru multilingualisme. Diantaranya seperti: translanguaging, campuran bahasa media sosial, komunikasi lintas negara real-time. Contoh : “Aku lagi download file buat meeting besok.” Fenomena ini sangat umum, dalam komunikasi digital modern.

Translanguaging adalah, penggunaan berbagai sumber bahasa secara fleksibel dalam komunikasi. Konsep ini berkembang, dalam Applied Linguistics. Penutur tidak selalu memisahkan, bahasa secara ketat. Melainkan, menggunakan seluruh repertoar Linguistik mereka untuk berkomunikasi efektif.



Perbedaan Multibahasa, Bilingual, dan Polyglot

Istilah

Makna

Monolingual

Satu Bahasa

Bilingual

Dua Bahasa

Multilingual

Banyak Bahasa

Poliglot

Individu yang menguasai banyak bahasa dengan tingkat tinggi



Multibahasa dalam Linguistik, menjadi kajian tentang penggunaan lebih dari satu bahasa, oleh individu maupun masyarakat. Fenomena ini melibatkan aspek sosial, budaya, psikologis, pendidikan, politik, kognitif. Bukan sekedar, kemampuan berbicara banyak bahasa. Tetapi juga mencerminkan identitas, hubungan sosial, kekuasaan, sejarah budaya, perkembangan globalisasi. Pada era modern, Multilingualisme menjadi kemampuan yang semakin penting. Karena, dunia semakin terhubung secara global dan digital.



Demikianlah artikel dari Kami EKA BKJ yang membahas tentang, Multibahasa. Berkaitan dengan Pengertian, Definisi Menurut Para Tokoh Ahli, Teori-Teori dan Tokohnya, Jenis-Jenis, Konsep-Konsep, Multibahasa Dalam Perspektif Sosiolinguistik, Pemerolehan Bahasa, Multibahasa di Indonesia, Multibahasa Globalisasi & Digital serta Konsep Translanguaging, Perbedaan-Perbedan (Multibahasa, Bilingual, dan Polyglot). Sehingga, dapat berguna bagi Anda para Pembaca. Guna, sebagai referensi akademis dan membuat karya tulis. Menambah wawasan, maupun panduan secara praktis dalam industri media. Oke Guys, sekian dari RATU EKA BKJ dan terimakasih. 






KERJASAMA BISNIS, Mulai Klik Hubungi Kami via Whatshap 
Owner, Founder, CEO
Customer Service

BAGI ANDA YANG SUDAH MEMBACA KONTEN & ARTIKEL DI ATAS, SILAHKAN UNTUK MEMBAYAR SEIKHLASNYA KE REKENING KAMI BERIKUT, UNTUK MENDUKUNG SITUS INI = 

0481723808

EKA APRILIA.... BCA

0895367203860

EKA APRILIA, OVO