Pragmatik Dalam Linguistik, Nih Teori-Teori Lengkap Dengan Tokohnya! -->

Pragmatik Dalam Linguistik, Nih Teori-Teori Lengkap Dengan Tokohnya!

Ratu Eka Bkj
Thursday, April 2, 2026

Pragmatik

Penulis : @Ratu Eka Bkj 
CEO, Owner, Founder “EKA BKJ


Pragmatik menjadi, kajian penting dalam Linguistik. Pasalnya, membahas tentang bagaimana cara memaknai makna tersirat yang ada dalam suatu kalimat. Sebab, makna ucapan tidak selalu sama dengan kata-kata yang disampaikan. Nggak selalu mencerminkan arti secara tekstual. Justru, banyak sebagian komunikasi dilakukan secara satire.


Sehingga, seseorang harus mampu mengerti maksudnya secara kontekstual. Apakah kalimat tersebut benar-benar senyatanya, atau hanya sekedar sindiran. Nah, kajian mengenai demikian terdapat dalam teori Pragmatik. So, untuk lebih jelasnya langsung cek pemaparan dari RATU EKA BKJ yang di bawah Guys! Cekidot



Pengertian Pragmatik

Pragmatik dalam Linguistik adalah, cabang ilmu bahasa yang mempelajari bagaimana makna dipahami dalam konteks penggunaan nyata, bukan hanya dari struktur kata atau kalimat itu sendiri. Kalau Semantik, fokus pada arti “secara literal”. Sedangkan, Pragmatik melihat apa yang sebenarnya dimaksud oleh penutur dalam situasi tertentu.


Pragmatik, menjadi cabang ilmu bahasa yang mempelajari makna ujaran, berdasarkan konteks penggunaan. Artinya, tidak hanya melihat arti kata atau kalimat secara tekstual. Tetapi, juga mempertimbangkan siapa yang berbicara, kepada siapa, kapan, di mana, dan dalam situasi apa.


Pragmatik merupakan, studi tentang bagaimana makna dipahami dalam komunikasi nyata. Termasuk, maksud pembicara dan interpretasi pendengar. Secara umum, Pragmatik merupakan cabang ilmu linguistik yang mempelajari makna bahasa berdasarkan konteks penggunaannya. 


Bukan hanya makna literal kata, atau struktur kalimat. Namun, kajian tentang hubungan antar bahasa dan konteks, cara penutur dan pendengar menafsirkan makna, dan bagaimana makna bisa berubah tergantung situasi. 

Contoh Kalimat : “Disini panas ya.”

Artinya : 

Secara Semantik (makna literal) = Menyatakan suhu panas.

Secara Pragmatik = Bisa berarti permintaan tidak langsung, untuk menyalakan kipas atau AC.



Definisi Pragmatik Menurut Para Tokoh Ahli

Pragmatik juga didefinisikan secara logis, oleh para tokoh ahli. Mereka memaparkan dengan gamblang, sesuai dengan baground masing-masing. Tentunya, mengandung subjektivitas yang rasional. So, berikut beberapa definisinya, antara lain: 


George Yule

Menurut Yule dalam bukunya Pragmatics:

Pragmatik adalah, studi tentang makna yang disampaikan oleh penutur dan ditafsirkan oleh pendengar.

Fokus pada niat penutur (speaker meaning). Tidak hanya melihat kata-kata. Tetapi, apa yang sebenarnya ingin disampaikan. 

Contoh : “Dingin ya…” → bisa berarti minta ditutup jendelanya.


Stephen C. Levinson

Levinson menyatakan:

Pragmatik yaitu, studi tentang hubungan antara bahasa dan konteks yang menjadi dasar pemahaman makna.

Menekankan, hubungan bahasa dengan situasi. Tanpa konteks, makna bisa salah dipahami.

Contoh : “Saya lapar” → bisa berarti permintaan makan, bukan sekadar informasi.


Geoffrey Leech

Leech mendefinisikan:

Pragmatik merupakan, studi tentang makna dalam hubungannya dengan situasi ujar (speech situation).

Fokus pada siapa yang berbicara, kepada siapa, kapan dan di mana. Berkaitan erat dengan kesopanan (politeness).

Contoh : Cara meminta ke Dosen berbeda dengan ke teman.


Charles W. Morris

Morris (dalam semiotika) menyatakan:

Pragmatik ialah, studi tentang hubungan antara tanda (sign) dan penggunanya.

Bahasa dianggap, sebagai sistem tanda. Menekankan, bagaimana manusia menggunakan tanda tersebut. Point ini menjadi definisi paling awal, dan bersifat filosofis.


H. P. Grice

Grice tidak mendefinisikan secara langsung, tetapi melalui konsep:

Pragmatik berkaitan dengan bagaimana makna tersirat (implicature) dipahami.

Mengenalkan Prinsip Kerjasama (Cooperative Principle) : Maksim Kuantitas, Maksim Kualitas, Maksim Relevansi, Maksim Cara.

Contoh :

A = “Kamu suka film itu?”

B = “Lumayan.” → berarti tidak terlalu suka


Jenny Thomas

Menurut Thomas:

Pragmatik adalah, makna dalam interaksi (meaning in interaction).

Menekankan bahwa, makna muncul dari beberapa hal. Diantaranya seperti: interaksi penutur dan pendengar, konteks sosial, tidak bisa dipisahkan dari komunikasi nyata.


Jacob L. Mey

Mey menyatakan:

Pragmatik yaitu, studi tentang penggunaan bahasa dalam komunikasi manusia yang sebenarnya.

Fokus pada penggunaan nyata (real-life use). Tidak hanya teori, tetapi praktek komunikasi sehari-hari.



Teori-Teori Pragmatik Dalam Linguistik dan Tokohnya! 

Pragmatik juga disampaikan, secara detail dan ilmiah. Berdasarkan, beberapa teori-teori yang dicetuskan. Tentunya, lengkap dengan tokoh yang mengkaji dan menelitinya. Guna, sebagai rujukan akademis dalam melakukan tafsir dan interpretasi pada teks yang mengandung makna tersirat. So, berikut beberapa teori-teorinya, antara lain: 


Teori Tindak Tutur (Speech Act Theory)

Tokoh Utama : J.L. Austin dan John Searle

Menurut J.L. Austin

Dalam bukunya How to Do Things with Words, Austin menyatakan bahwa berbicara bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga melakukan tindakan.

Ia membagi tindak tutur menjadi tiga :

Lokusi (locutionary act) = Ujaran secara literal

→ Contoh : “Pintu itu terbuka.”

Ilokusi (illocutionary act) = Maksud di balik ujaran

→ Bisa berupa perintah, permintaan, janji

Perlokusi (perlocutionary act) = Efek ujaran terhadap pendengar

→ Misalnya membuat seseorang takut atau bertindak

Menurut John Searle

Searle mengembangkan teori Austin, dengan klasifikasi tindak ilokusi :

Representatif = Menyatakan fakta (melaporkan, menyimpulkan)

Direktif = Mempengaruhi tindakan orang lain (memerintah, meminta)

Komisif = Berjanji atau berkomitmen

Ekspresif = Mengungkapkan perasaan (terima kasih, maaf)

Deklaratif = Mengubah status (misalnya “Saya nikahkan…”)


Prinsip Kerja Sama (Cooperative Principle)

Tokoh Ahli : H.P. Grice

Grice menyatakan bahwa, komunikasi efektif terjadi karena penutur dan pendengar bekerja sama. 

Dia merumuskan 4 Maksim, yaitu :

Maksim Kuantitas = Berikan informasi secukupnya

Maksim Kualitas = Katakan yang benar

Maksim Relevansi = Tetap relevan

Maksim Cara (Manner) = Jelas dan tidak ambigu

Implikatur : Ketika maksim dilanggar secara sengaja, muncul makna tersirat (implikatur).

Contoh : “Udara disini panas ya…”

→ Implikatur : Minta buka jendela


Teori Kesantunan (Politeness Theory)

Tokoh : Penelope Brown dan Stephen Levinson

Teori ini menjelaskan, bagaimana orang menjaga hubungan sosial melalui bahasa.

Konsep Utama : “Face”

Positive Face = Keinginan dihargai

Negative Face = Keinginan tidak diganggu

Strategi Kesantunan :

Bald on Record = Langsung (tanpa basa-basi)

Positive Politeness = Akrab, Ramah

Negative Politeness = Sopan, Menjaga Jarak

Off Record = Tidak langsung (implisit)


Teori Relevansi (Relevance Theory)

Tokoh : Dan Sperber dan Deirdre Wilson

Teori ini menekankan bahwa :

Komunikasi terjadi berdasarkan, pencarian relevansi maksimal dengan usaha minimal.

Prinsip Utama :

Manusia cenderung memilih interpretasi, yang paling relevan. 

Konteks sangat menentukan makna

Contoh : “Sudah jam 10.”

→ Bisa Berarti = “Ayo pulang” (mengajak pulang) tergantung konteks


Teori Deiksis (Deixis Theory)

Tokoh : Charles J. Fillmore

Deiksis adalah, kata yang maknanya bergantung pada konteks.

Jenis-Jenis :

Deiksis Persona = Saya, Anda, Aku, Kamu

Deiksis Tempat = di sini, di sana

Deiksis Waktu = Sekarang, Besok

Deiksis Sosial = Penggunaan bahasa berdasarkan status sosial

Deiksis Wacana = Merujuk bagian teks


Teori Presuposisi (Presupposition)

Tokoh : Robert Stalnaker

Presuposisi adalah, asumsi yang sudah dianggap benar sebelum ujaran diucapkan.

Contoh : “Dia berhenti merokok.”

→ Presuposisi : Dia dulu merokok

Jenis-Jenis : 

Eksistensial

Faktif

Leksikal

Struktural

Non-Faktif

Kontrafaktual


Teori Konteks Dalam Pragmatik

Tokoh : Dell Hymes

Teori ini menekankan bahwa, makna sangat bergantung pada situasi sosial. Hymes mengembangkan model SPEAKING, yaitu :

Setting

Participants

Ends (tujuan)

Act Sequence

Key (nada)

Instrumentalities

Norms

Genre


Teori Inferensi Pragmatik

Tokoh : Herbert Clark

Menjelaskan bagaimana pendengar menafsirkan maksud penutur, dan menggunakan konteks serta pengetahuan bersama (common ground). 



Konsep-Konsep Pragmatik

Pragmatik juga menyampaikan berbagai konsep-konsep, yang penting untuk diketahui. Tentunya, sebagai pedoman dalam berbahasa. Menganalisis language dan kalimat. Mencari makna yang terkandung di dalamnya. So, berikut beberapa konsep-konsep yang harus diperhatikan, antara lain: 


Konteks (Context)

Makna ujaran bergantung pada, beberapa hal context. Diantaranya seperti: Konteks Situasi (tempat, waktu, kondisi), Konteks Sosial (hubungan penutur-pendengar), Konteks Budaya. 

Contoh : “Dingin ya.”

artinya 

→Bisa berarti observasi suhu

→Bisa juga permintaan untuk menutup jendela


Deiksis (Deixis)

Kata-kata yang maknanya, bergantung pada konteks. Terdapat beberapa jenis-jenis dari Deiksis, antara lain:

Persona = Saya, Anda, Aku, Kamu, Mereka, Kita, Kami, Dia, Beliau

Tempat = di sini, di sana

Waktu = Sekarang, Kemarin

Contoh : “Saya akan kesana besok.”

→Maknanya berubah tergantung siapa yang bicara, kapan, dan di mana.


Tindak Tutur (Speech Act)

Diperkenalkan oleh, J. L. Austin, dan dikembangkan oleh John Searle. Membagi menjadi 3 jenis, antara lain :

Lokusi → apa yang diucapkan

Ilokusi → maksud di balik ucapan

Perlokusi → efek pada pendengar

Contoh : “Tolong tutup pintunya.”

→Lokusi = kalimat permintaan

→Ilokusi = menyuruh

→Perlokusi = seseorang menutup pintu


Implikatur (Implicature)

Konsep dari H. P. Grice.

Makna yang tidak diucapkan secara langsung, tapi dipahami. 

Contoh :

A = “Kamu nanti datang ke night party?”

B = “Aku harus bangun pagi, besok masuk kerja.”

➡ Implikatur : B tidak akan datang


Prinsip Kerjasama (Cooperative Principle)

Dikemukakan oleh H. P. Grice.

Penutur biasanya mengikuti 4 Maksim :

Kuantitas → cukup informasi

Kualitas → jujur

Relevansi → sesuai topik

Cara → jelas dan tidak ambigu


Kesantunan (Politeness Theory)

Dikembangkan oleh : Penelope Brown dan Stephen Levinson

Fokus pada bagaimana orang menjaga “Muka” (Face) :

Face Positif → ingin dihargai

Face Negatif → ingin bebas dari paksaan

Contoh : “Bisa tolong tutup pintu?” (lebih sopan daripada “Tutup pintu!”)



Fungsi Pragmatik Dalam Kehidupan Nyata! 

Pragmatik bukan hanya digunakan dalam, akademis dan keilmuan ilmiah saja. Namun, juga bisa diterapkan dalam kehidupan nyata. Baik kebutuhan sehari-hari dalam bercakap. Bahkan, implementasi pada industri publishing dan penerjemah. Selengkapnya, berikut beberapa fungsi dari Pragmatik, antara lain:

Komunikasi Sehari-Hari → Memahami maksud tersirat

Pendidikan Bahasa → Memahami penggunaan alami

Penerjemahan → Menjaga makna kontekstual

AI & NLP → Memahami niat pengguna

Interaksi Sosial → Menjaga kesopanan



Contoh Kasus Pragmatik

Pragmatik dapat diterapkan, dalam sebuah kalimat. Berikut, akan Kami berikan contohnya untuk Anda. Agar, lebih jelas dan bisa dipahami dengan seksama. Maka, example kasusnya, yaitu:

Contoh Kalimat : “Wah, rapi sekali kamarmu.”

Makna Bisa Berbeda :

→Pujian (jika kamar memang rapi)

→Sindiran (jika kamar berantakan)

➡ Inilah Inti Pragmatik : Makna tidak selalu sama dengan kata-kata. 



Pragmatik menjadi, studi tentang makna yang hidup dalam konteks nyata. Ia membantu kita memahami bahwa, bahasa bukan hanya soal kata dan tata bahasa. Tetapi juga niat, situasi, dan hubungan sosial. Pragmatik dapat menjawab berbagai pertanyaan, seperti :

Apa maksud sebenarnya?

Mengapa orang mengatakan itu?

Bagaimana konteks mempengaruhi makna?



Demikianlah artikel dari Kami EKA BKJ yang membahas tentang, Pragmatik Dalam Linguistik. Berkaitan dengan Pengertian, Definisi Menurut Para Tokoh Ahli, Teori-Teori dan Tokohnya, Konsep-Konsep, Fungsi, Contoh Kasus. Sehingga, dapat berguna bagi kalian semuanya para readers. Baik, untuk menambah wawasan di bidang Bahasa. Maupun, sebagai referensi serta kajian akademis dan ilmiah. Ataupun, sebagai landasan dan implementasi dalam dunia komunikasi serta publikasi naskah. Oke Guys, sekian dari RATU EKA BKJ dan terimakasih. 




KERJASAMA BISNIS, Mulai Klik Hubungi Kami via Whatshap 
0895367203860 
Owner, Founder, CEO
= 085704703039 
Customer Service

BAGI ANDA YANG SUDAH MEMBACA KONTEN & ARTIKEL DI ATAS, SILAHKAN UNTUK MEMBAYAR SEIKHLASNYA KE REKENING KAMI BERIKUT, UNTUK MENDUKUNG SITUS INI = 


0481723808

EKA APRILIA.... BCA


0895367203860

EKA APRILIA, OVO