Konteks Berbahasa sangatlah penting untuk dipelajari. Karena, berguna untuk melakukan interpretasi kalimat. Agar, bisa menyesuaikan kontekstual situasi. Tidak tekstual dan dangkal. Sehingga, lebih cerdas dan tafsir yang mendalam. Dengan begitu, komunikasi menjadi berisi. Bobot dan kualitas pembicaraan semakin bagus.
Pemahaman terhadap suatu teks, bisa lebih cermat dan smart. So, sebab begitu pentingnya Konteks Berbahasa digunakan. Baik, secara teoritis maupun praktis. Entah dalam interpretasi komunikasi, maupun penafsiran naskah. Langsung saja, cek berikut penjelasan lengkapnya dari Ratu Eka Bkj! Cekidot.
Pengertian Konteks Berbahasa
Konteks Berbahasa adalah, segala sesuatu di luar tekstual atau ujaran itu sendiri, yang mempengaruhi makna suatu komunikasi. Dalam kajian Linguistik, konteks menjadi kunci untuk memahami maksud sebenarnya. Mulai dari kata, kalimat, dan percakapan. Secara sederhana, konteks berbahasa merupakan situasi, latar, dan kondisi yang menyertai penggunaan bahasa. Sehingga, makna yang dihasilkan bisa dipahami dengan tepat. Contoh :
Kalimat: “Dingin banget.”
Maknanya bisa berbeda, tergantung konteks:
Di Gunung → suhu udara dingin.
Di Ruang Kelas → bisa sindiran (suasana tidak akrab).
Person/Subject → dapat berarti sikap yang acuh.
Jenis-Jenis Konteks Berbahasa
Konteks Berbahasa mempunyai, berbagai jenis-jenis yang penting diketahui. Sebagai variasi, dari tipe berkontekstual. Baik digunakan dalam situasi, komunikasi, sosial, budaya, linguistik, teoritis, penafsiran, kognitif, dan semacamnya. Kita dapat memilihnya dan menerapkan, sesuai dengan kebutuhan. So, berikut beberapa jenisnya, antara lain :
Konteks Situasional
Konteks yang berkaitan dengan, situasi saat komunikasi berlangsung.
Meliputi :
Waktu (pagi, malam)
Tempat (rumah, kantor)
Suasana (formal, santai)
Contoh :
“Silahkan duduk.”
→ Di kantor: formal
→ Di rumah: santai
Konteks Sosial
Berkaitan dengan, hubungan sosial antara penutur dan lawan bicara.
Meliputi :
Status (Guru-Murid, Atasan-Bawahan)
Usia
Kedekatan Bubungan
Contoh :
Kepada Teman Bergaul: “Kau lagi apa?”
Kepada Rekan Kerja: “Kamu sedang apa?”
Kepada Atasan: “Apakah Anda ada waktu?”
Konteks Budaya
Dipengaruhi oleh nilai, norma, dan kebiasaan budaya.
Contoh :
Di Indonesia: Berbicara sopan kepada orang tua itu penting, dan cenderung masih feodalisme.
Budaya di Amerika: Bisa berbicara langsung dan egaliter, dianggap biasa dan tidak kasar.
Konteks Linguistik (Koteks)
Disebut juga Koteks, yaitu bagian bahasa yang mengelilingi suatu kata dan kalimat.
Contoh :
“Dia ambil bunga di bank.”
→ “bunga” bisa berarti:
bunga tanaman
bunga uang
→ tergantung kalimat sekitarnya
Konteks Kognitif
Berkaitan, dengan pengetahuan dan pengalaman. Tentunya, yang dimiliki penutur dan pendengar. Penafsiran didasarkan, pola berpikir dan berfilsafat yang mendalam. Mengetahui, alur cerita dan isi.
Contoh :
“Filmnya kayak yang kemarin.”
→ Hanya dipahami, jika kedua orang tahu film yang dimaksud.
Fungsi Konteks Berbahasa
Konteks Berbahasa juga memiliki fungsi, yang urgent buat dipahami. Agar, kita dapat memanfaatkan kegunaan-nya secara tepat. Dengan begitu, penggunaan ini sesuai sasaran. Baik, implementasi di dunia karier dan kehidupan nyata. Maupun, kajian secara teoritis di akademis. So, berikut beberapa fungsinya, antara lain:
Menentukan Makna
Tanpa konteks, makna bisa ambigu (ganda).
Contoh :
“Bisa tolong tutup pintu?”
→ Secara literal: pertanyaan
→ Secara konteks: perintah halus
Menghindari Kesalahpahaman
Konteks membantu memahami maksud sebenarnya.
Menyesuaikan Gaya Bahasa
Bahasa berubah sesuai konteks:
Formal → rapat, presentasi
Informal → teman sebaya
Menentukan Implikatur
Dalam pragmatik, konteks digunakan untuk memahami makna tersirat (implikatur).
Contoh :
A: “Udah jam 12 malam.”
B: “Oh, iya.”
→ Maksud: ajakan untuk pulang/tidur
Unsur-Unsur Konteks (Model SPEAKING oleh Dell Hymes)
Konteks Berbahasa terdapat, beragam unsur-unsur yang ditemui. Sebagai, elemen yang ada di dalamnya. Agar, kita dapat lebih mengenal indikator dari point ini. So, langsung saja berikut beberapa unsur-nya, antara lain:
Dell Hymes mengembangkan model analisis konteks komunikasi
S (Setting & Scene) → tempat dan suasana
P (Participants) → penutur dan lawan bicara
E (Ends) → tujuan komunikasi
A (Act Sequence) → bentuk dan isi pesan
K (Key) → nada atau cara penyampaian (serius, santai)
I (Instrumentalities) → media (lisan, tulisan)
N (Norms) → aturan sosial
G (Genre) → jenis komunikasi (cerita, pidato)
Contoh Penerapan Konteks Berbahasa
Konteks Berbahasa dapat kalian terapkan. Tentunya, dengan mengikuti prosedur yang ada. Dimana, telah kita bahas di atas unsur-unsurnya. Maka, langsung saja berikut untuk contoh praktisnya, yaitu:
Contoh 1 : Di Kelas
Guru: “Coba dibaca.”
→ Perintah kepada Siswa, bukan sekadar saran
Contoh 2 : Di Warung
Penjual: “Mau yang biasanya?”
→ Mengacu pada pesanan langganan (konteks pengalaman)
Contoh 3 : Chat Online
“Ok.”
→ Bisa berarti:
Setuju
Marah (kalau konteksnya dingin)
Hubungan Konteks Berbahasa dengan Cabang Ilmu Bahasa
Konteks Berbahasa mempunyai hubungan dengan, Cabang Ilmu Bahasa. Wajib untuk dipelajari secara seksama. Karena, akan menjadi kajian dalam bidang Linguistik. So, berikut hubungan lengkapnya, yaitu:
Konteks Berbahasa sangat penting dalam beberapa Cabang Ilmu Bahasa, berikut:
Pragmatik → makna berdasarkan situasi
Sosiolinguistik → bahasa dalam masyarakat
Semantik → makna kata (meski lebih fokus pada makna literal)
Konteks Berbahasa menjadi faktor penting, yang menentukan makna komunikasi. Tanpa konteks, maka bahasa bisa menjadi ambigu. Bahkan dapat disalahartikan, dan kehilangan maksud sebenarnya. Dengan memahami kontekstual, kita dapat memperoleh banyak manfaat. Diantaranya seperti: berkomunikasi lebih efektif, menyesuaikan bahasa dengan situasi, memahami makna tersirat.
Demikianlah artikel dari Kami EKA BKJ yang membahas tentang, Konteks Berbahasa. Berkaitan dengan pengertian, jenis-jenis, fungsi, unsur-unsur, contoh, hubungan. Sehingga, dapat berguna bagi Anda semuanya para readers. Baik, sebagai referensi teoritis dan kajian akademis. Maupun, guna diterapkan dalam implementasi nyata. Oke Guys, sekian dari RATU EKA BKJ dan terimakasih.
Owner, Founder, CEO
= 085704703039
Customer Service
BAGI ANDA YANG SUDAH MEMBACA KONTEN & ARTIKEL DI ATAS, SILAHKAN UNTUK MEMBAYAR SEIKHLASNYA KE REKENING KAMI BERIKUT, UNTUK MENDUKUNG SITUS INI =
0481723808
EKA APRILIA.... BCA
0895367203860
EKA APRILIA, OVO

Komentar