Penulis_@Ratu Eka Bkj
CEO, Owner, Founder “EKA BKJ”
Sintaksis menjadi bagian, yang sangat penting dalam Linguistik. Karena, merupakan grammar yang urgent digunakan. Tentunya, untuk membentuk struktur kalimat yang utuh dan baku. Agar, bahasa bisa lebih dipahami. Tersusun, secara tepat dan benar. Agar, menghasilkan komunikasi yang selaras dan bagus.
Mendapatkan, runtutan kata yang formal. Membuat, kalimat yang sempurna dan runtut. Dengan berbagai maksud, dan makna yang berarti. So, untuk lebih jelasnya mengenai Sintaksis. Yukz, langsung cek pemaparan Ratu Eka Bkj yang di bawah Guys! Cekidot.
Pengertian Sintaksis dan Definisinya Menurut Para Tokoh!
Sintaksis merupakan, bagian dari tata bahasa (grammar). Berfungsi, untuk menjelaskan bagaimana kata-kata disusun dan digabungkan. Guna, dalam membentuk unit gramatikal yang lebih besar. Misalnya seperti frasa, klausa, dan kalimat. Mengatur, pola hubungan antar unsur bahasa. Agar, membentuk satuan makna yang benar secara tata bahasa.
Sintaksis sebagai, cabang ilmu linguistik. Mempelajari struktur, aturan, dan cara penyusunan kata. Agar menjadi frasa, klausa, dan kalimat dalam suatu bahasa. Istilah “Sintaksis”, berasal dari bahasa Yunani. Yaitu, “syntaxis” yang berarti "pengaturan bersama" atau "penyusunan secara teratur".
So, berikut beberapa Definisi Sintaksis Menurut Para Tokoh, antara lain :
Verhaar (2001)
Sintaksis adalah, cabang linguistik yang mempelajari struktur frasa, klausa, dan kalimat, serta hubungan antara unsur-unsur di dalamnya. Verhaar menekankan bahwa, sintaksis membahas bagaimana kata-kata digabungkan menjadi satuan-satuan yang lebih besar. Menjadi, jembatan antara morfologi (bentuk kata) dan semantik (makna kalimat).
Ramlan (1987)
Sintaksis merupakan, bagian dari tata bahasa yang membicarakan hubungan antar kata dalam tuturan. Baik berupa frasa, klausa, maupun kalimat. Ramlan menyoroti, struktur dan pola hubungan antar kata. Ia melihat, sebagai sistem penyusunan kata menjadi bentuk-bentuk ujaran yang bermakna.
Chaer (2009)
Yaitu, ilmu yang mempelajari seluk-beluk struktur kalimat, bagaimana kata disusun menjadi frasa, klausa, dan kalimat. Chaer memperluas cakupan sintaksis, hingga mencakup proses pembentukan dan fungsi setiap satuan sintaksis dalam kalimat. Membahas, tentang fungsi gramatikal. Misalnya seperti subjek, predikat, objek, dan keterangan.
Noam Chomsky (1957, 1965)
Yakni, bagian dari tata bahasa yang mengatur dan menjelaskan struktur kalimat secara formal. Melalui, aturan transformasi dan struktur frasa (phrase structure rules). Chomsky merupakan, tokoh utama dalam linguistik modern. Dalam teorinya, dia membagi sintaksis menjadi dua, antara lain :
Sintaksis Permukaan (Surface Structure)
Menurut Noam Chomsky, Surface Structure (Struktur Permukaan) adalah, bentuk akhir dari suatu kalimat setelah melalui proses transformasi dari Struktur Dalam (Deep Structure). Merupakan, bentuk kalimat yang diucapkan atau dituliskan. Tampak secara nyata, dalam bahasa sehari-hari. Chomsky menjelaskan bahwa, struktur permukaan menjadi representasi sintaksis dari kalimat. Setelah diterapkan, berbagai aturan transformasi dari struktur dalam.
Sintaksis Dalam (Deep Structure)
Sintaksis menurut Chomsky, menjelaskan bagaimana kalimat dapat dihasilkan dari seperangkat aturan gramatikal. Struktur mendalam dari sebuah kalimat, yang mencerminkan makna dasar atau inti semantik. Yakni, dari kalimat tersebut sebelum mengalami proses transformasi. Menuju bentuk kalimat, yang bisa diucapkan atau dituliskan (Permukaan). Deep Structure merupakan, representasi abstrak yang bersifat universal dan sama untuk semua bahasa. Menunjukkan, relasi gramatikal dan semantis dasar antara unsur-unsur dalam kalimat. Misalnya seperti subjek, predikat, dan objek.
Lyons (1968)
Sintaksis, studi tentang kaidah-kaidah atau prinsip-prinsip yang mengatur struktur kalimat dalam bahasa. Lyons menekankan pada, peran sintaksis sebagai sistem aturan dalam bahasa. Bertugas, menyusun kata ke dalam urutan dan struktur yang dapat dipahami secara logis dan komunikatif.
Bloomfield (1933)
Ialah, tata hubungan antara bentuk-bentuk linguistik yang lebih besar dari kata. Bloomfield menjadi, tokoh aliran Strukturalisme. Dia melihat Sintaksis sebagai, analisis hubungan formal antar satuan linguistik yang lebih besar dari kata. Misalnya seperti frasa dan kalimat, tanpa terlalu memperdulikan makna.
Abdul Chaer dan Leonie Agustina (2010)
Adalah, bidang linguistik yang mengkaji bagaimana kata-kata digabungkan menjadi satuan-satuan lebih besar. Yaitu disebut frasa, klausa, dan kalimat. Menekankan, bahwa berkaitan erat dengan struktur dan fungsi satuan-satuan sintaksis. Terlebih, juga mengkaji posisi kata dan relasi antar kata dalam struktur kalimat.
Dari berbagai pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa: Sintaksis merupakan, cabang linguistik yang mempelajari struktur dan hubungan antar kata dalam satuan-satuan yang lebih besar (frasa, klausa, dan kalimat). Mempelajari fungsi-fungsi gramatikal. Diantaranya seperti : subjek, predikat, objek, dan keterangan. Tokoh seperti Chomsky, memperkenalkan pendekatan Generatif-Transformasional. Sedangkan Bloomfield, lebih ke arah Strukturalisme formal.
Objek Kajian Sintaksis
Sintaksis memiliki, berbagai objek kajian yang penting. Tentunya, sebagai indikator dalam mengkonsep dan membentuk teori. Agar, utuh dan dapat dikaji secara ilmiah. So, mencakup terhadap satuan-satuan gramatikal, sebagai berikut :
Kata
Merupakan, satuan terkecil dan dasar dalam sintaksis. Walaupun, kata sendiri lebih menjadi objek morfologi. Sintaksis mempelajari fungsi, dan posisi kata dalam struktur kalimat.
Frasa
Gabungan dua kata atau lebih, yang tidak memiliki predikat. Berfungsi, sebagai satu unit dalam kalimat. Contohnya : rumah besar, sangat indah, akan pergi.
Klausa
Gabungan kata, yang mengandung subjek dan predikat. Lalu, bisa dilengkapi objek atau keterangan. Contohnya seperti :
Dia makan siang.
Ketika hujan turun, kami tetap belajar.
Kalimat
Satuan bahasa yang paling lengkap. Terdiri dari, minimal satu klausa. Lalu, dapat berdiri sendiri menyampaikan makna. Contohnya :
Anak itu sedang belajar.
Ayah pergi ke pasar karena ingin membeli buah.
Aspek Kajian Sintaksis
Sintaksis dalam kajiannya, menggunakan berbagai aspek-aspek. Tentunya, yang sangat penting dalam mendukung. Demi, cakupan yang lebih terarah dan terkonsep. So, berikut beberapa aspeknya, antara lain :
Struktur Kalimat
Menjelaskan bagaimana unsur kalimat (subjek, predikat, objek, pelengkap, keterangan) disusun. Contoh struktur dasar kalimat bahasa Indonesia, seperti :
S-P : Dia tidur.
S-P-O : Bapak memasak nasi.
S-P-K : Dia pergi ke pasar.
Kategori
Sedangkan untuk kategori, yang dipakai dalam menjelaskan jenis frasa atau klausa, seperti :
Frasa Nomina (FN) : anak kecil
Frasa Verba (FV) : sedang makan
Frasa Adjektiva (FA) : sangat pintar
Fungsi
Fungsi Sintaksis dalam setiap frasa, berbeda-beda dalam kalimat. Misalnya, frasa nomina biasanya berfungsi sebagai subjek atau objek. Setiap unsur kalimat, mempunyai kegunaan yang signifikan, seperti :
Subjek : Pelaku / yang dibicarakan → Ali menulis surat.
Predikat : Kegiatan / keadaan → Ali menulis surat.
Objek : Sasaran tindakan → Ali menulis surat.
Keterangan : Waktu / tempat / cara → Ali menulis surat di rumah.
Hubungan Sintaksis Antar Unsur
Hubungan Sintaksis antar unsur, juga mempelajari jenis hubungan komponen. Diantaranya seperti :
Koordinatif
Hubungan sejajar, setara. Contohnya : Eca dan Farhan belajar bersama.
Subordinatif
Hubungan tidak setara, dimana satu unsur tergantung pada unsur lainnya. Contohnya : Dia datang ketika hujan turun.
Proses Sintaksis (Transformasi)
Sintaksis juga membahas transformasi kalimat, seperti :
Kalimat Aktif ↔ Kalimat Pasif
Aktif : Ibu membaca buku.
Pasif : Buku dibaca oleh Ibu.
Kalimat langsung ↔ Tidak Langsung
Langsung : Ibu berkata, “Saya sedang menulis.”
Tidak Langsung : Ibu berkata bahwa ia sedang menulis.
Satuan Sintaksis
Kajian Sintaksis mengamati satuan-satuan dalam struktur kalimat, yaitu:
Kata : Satuan terkecil, yang bisa berdiri sendiri.
Frasa : Gabungan kata yang tidak melebihi, satu fungsi sintaksis.
Klausa : Satuan yang terdiri dari, subjek dan predikat.
Kalimat : Satuan sintaksis lengkap yang bisa berdiri sendiri, dan menyampaikan makna utuh.
Paragraf (dalam konteks tertentu) : Kumpulan kalimat, yang saling terkait.
Contoh Analisis Sintaksis
Sintaksis mempunyai berbagai contoh-contoh. Sebagai sarana, penerapan dan implementasi. Tentunya, dalam membentuk kalimat dan kata yang utuh. So, berikut contohnya, yaitu:
Kalimat : Anak itu sedang membaca buku di perpustakaan.
1). Unsur Kalimat = Anak itu
Frasa = Frasa Nomina (FN)
Fungsi = Subject
2). Unsur Kalimat = sedang membaca
Frasa = Frasa Verba (FV)
Fungsi = Predikat
3). Unsur Kalimat = buku
Frasa = Frasa Nomina (FN)
Fungsi = Objek
4). Unsur Kalimat = di perpustakaan
Frasa = Frasa Preposisional (FP)
Fungsi = Keterangan
Sintaksis bukan hanya sekedar teori. Tetapi, telah menjadi dasar yang penting dalam berbagai penerapan praktis. Menyentuh kehidupan sehari-hari, pada era digital. Tentunya, sebagai ilmu penting dalam linguistik. Mengatur bagaimana kata-kata digabungkan. Secara sistematis menjadi frasa, klausa, dan kalimat. Tanpa pemahaman sintaksis, komunikasi verbal dan tertulis akan menjadi tidak terstruktur dan membingungkan. Oke Guys, sekian dari Kami EKA BKJ dan terimakasih.
Owner, Founder, CEO
= 085704703039
Customer Service
BAGI ANDA YANG SUDAH MEMBACA KONTEN & ARTIKEL DI ATAS, SILAHKAN UNTUK MEMBAYAR SEIKHLASNYA KE REKENING KAMI BERIKUT, UNTUK MENDUKUNG SITUS INI =
0481723808
EKA APRILIA.... BCA
0895367203860
EKA APRILIA, OVO