Penulis_@Ratu Eka Bkj
CEO, Owner, Founder “EKA BKJ”
Morfologi menjadi salah satu, kajian penting dalam Linguistik. Pasalnya, berhubungan dengan pembentukan suatu kata. Agar, diksi terbentuk secara utuh dan baku. Kemudian, dapat mempunyai makna yang berarti. Sehingga, bisa diimplementasikan dalam komunikasi praktis. Pasalnya, dapat menghasilkan Morfem.
Merupakan, bagian terkecil dari pecahan suatu diksi. Karena, tercetusnya kata tertentu berawal dari unsur terkecil. Baik awalan, tengah, akhiran, dan imbuhan. Kemudian, terbentuk hasil kata yang utuh. So, untuk lebih jelasnya tentang Morfologi. Langsung cek pemaparan Ratu Eka Bkj, yang di bawah Guys! Cekidot.
Pengertian Morfologi
Morfologi adalah, cabang ilmu linguistik yang mempelajari tentang struktur internal kata. Termasuk, bagaimana kata dibentuk dan bagaimana bagian-bagiannya (Morfem) saling berinteraksi.
Kata "Morfologi" berasal dari bahasa Yunani. Yaitu, “Morphe” artinya “Bentuk” dan “Logos” berarti “ Ilmu”. Sehingga, secara harfiah dapat didefinisikan sebagai, ilmu linguistik yang membahas tentang bentuk kata.
Objek Kajian Utama Morfologi
Objek utama dalam Morfologi adalah, Morfem. Yaitu, satuan terkecil dari suatu kata yang memiliki makna.
Contoh:
Kata berlari terdiri dari Morfem: ber- dan lari.
ber- = Morfem Terikat
lari = Morfem Bebas
Jenis-Jenis Morfem Pada Morfologi
Morfologi mempunyai, berbagai jenis Morfem. Berguna, untuk menunjukkan pecahan kata yang terkecil dan mempunyai arti. Sangat penting, diterapkan dalam teknik Linguistik. So, berikut beberapa jenis-jenisnya, antara lain:
Berdasarkan Kemampuan Berdiri Sendiri
Morfem Bebas : Dapat berdiri sendiri sebagai kata. Contoh : buku, makan, rumah.
Morfem Terikat : Tidak dapat berdiri sendiri, dan harus melekat pada Morfem lain. Contohnya : me-, ber-, -kan, -an.
Berdasarkan Makna dan Fungsi
Morfem Leksikal : Membawa makna leksikal (makna nyata). Contoh : makan, jalan, rumah.
Morfem Gramatikal : Menunjukkan fungsi tata bahasa. Contoh: di-, ke-, -an, -kan.
Proses Morfologi (Pembentukan Kata)
Proses Morfologi melibatkan, pembentukan kata baru. Bahkan, perubahan bentuk kata melalui proses. Sebagai langkah dalam membuat suatu diksi. Agar, menjadi utuh dan dapat mempunyai makna. Sehingga, bisa dipakai dalam komunikasi. So, berikut beberapa prosesnya, antara lain:
Afiksasi (Affixation)
Penambahan afiks (imbuhan), pada kata dasar. Jenis-jenis afiks, dalam Bahasa Indonesia seperti:
Prefiks (Awalan): me-, ber-, di-, ter-. Contohnya : me + lihat = melihat.
Sufiks (Akhiran) : -kan, -i, -an. Contohnya : tulis + -an = tulisan.
Infiks (Sisipan): -em-, -el-, -er-. Contohnya : gemetar (dari kata dasar getar).
Konfiks (Awalan dan Akhiran Sekaligus): ke- -an, per- -an. Contoh: ke + indah + -an = keindahan.
Reduplikasi (Pengulangan)
Pengulangan sebagian, atau seluruh kata dasar. Berikutnya beberapa jenisnya, antara lain :
Reduplikasi Penuh : buku-buku, anak-anak
Reduplikasi Sebagian : lelembut (dari lembut)
Reduplikasi Berubah Bunyi : sayur-mayur
Reduplikasi Semu : lala-lala (tidak berasal dari kata dasar yang nyata).
Komposisi (Penggabungan)
Penggabungan dua kata dasar, untuk membentuk makna baru.
Contoh : rumah sakit, kambing hitam, matahari.
Konversi (Perubahan Kelas Kata)
Perubahan kelas kata, tanpa perubahan bentuk.
Contoh : makan (verba) → makan malam (nomina).
Morfologi Derivatif vs. Infleksional
Morfologi terbagi, menjadi dua kategori. Yakni, Derivatif dan Infleksional. Keduanya, mempunyai makna dan perbedaan. Tentunya, dengan kegunaan tersendiri dalam pembentukan suatu kata. So, berikut perbedaannya, antara lain:
Morfologi Derivatif
Menghasilkan kata baru, dengan makna dan kelas yang berbeda.
Contoh : ajar → mengajar (verba), pelajar (nomina).
Morfologi Infleksional
Menghasilkan bentuk gramatikal baru, dari kata yang sama. Tidak mengubah kelas kata.
Contoh dalam bahasa Inggris : walk → walks, walked, walking
Catatan : Bahasa Indonesia lebih kaya derivasi, daripada infleksi.
Fungsi Morfologi
Morfologi mempunyai beragam kegunaan, yang sangat penting. Tentunya, dalam membuat suatu diksi atau kata. Agar, terbentuk dengan utuh dan baku. Kemudian, mempunyai makna yang berarti. So, berikut beberapa fungsinya, antara lain:
Memahami struktur internal kata
Menjelaskan proses pembentukan kata
Mengidentifikasi jenis morfem dan afiks
Menjelaskan makna gramatikal dan leksikal
Membantu dalam kajian sintaksis dan semantik.
Aplikasi dalam pengajaran bahasa, penerjemahan, dan analisis linguistik
Contoh Analisis Morfologis (Bahasa Indonesia)
Morfologi dapat diterapkan secara praktis. Tentunya, dalam penyusunan suatu kata. So, perlu diberikan contoh analisis dan praktisnya. Agar, lebih jelas dan dapat diikuti. Berikut contohnya, seperti:
Kata : “Menyanyikan” berasal dari:
meN- (prefiks aktif)
nyanyi (morfem dasar)
-kan (sufiks penyebab)
Makna : Membuat seseorang mendengar nyanyian, melakukan kegiatan bernyanyi untuk seseorang.
Hubungan Morfologi dengan Cabang Linguistik Lain
Cabang = Hubungan dengan Morfologi
Fonologi : Fonem dalam morfem dan perubahan bunyi saat proses morfologis
Sintaksis : Morfologi mempengaruhi struktur frasa dan kalimat
Semantik : Morfem membawa makna dan berperan dalam perubahan makna
Pragmatik : Bentuk kata bisa mempengaruhi makna dalam konteks situasional
Morfologi menjadi aspek penting, dalam bidang linguistik. Mengkaji, bagaimana kata dibentuk dari satuan terkecil bernama “Morfem”. Melalui berbagai proses seperti afiksasi, reduplikasi, dan komposisi. Maka, membantu menjelaskan kompleksitas struktur kata dalam suatu bahasa. Pemahaman Morfologi, sangat berguna dalam berbagai bidang. Misalnya seperti pengajaran bahasa, penerjemahan, pemrosesan bahasa alami (NLP), dan kajian linguistik lainnya. Demikianlah artikel dari Kami EKA BKJ, dan terimakasih.
Owner, Founder, CEO
= 085704703039
Customer Service
BAGI ANDA YANG SUDAH MEMBACA KONTEN & ARTIKEL DI ATAS, SILAHKAN UNTUK MEMBAYAR SEIKHLASNYA KE REKENING KAMI BERIKUT, UNTUK MENDUKUNG SITUS INI =
0481723808
EKA APRILIA.... BCA
0895367203860
EKA APRILIA, OVO